Kerapan Sapi Di Sumenep, Antara Tradisi Dan Perjudian

- Redaksi

Minggu, 24 September 2023 - 22:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

SUMENEP,seputarjatim.com-Karapan sapi merupakan icon Pulau Madura. Hampir setiap tahun, 4 Kabupaten yang ada di Madura selalu menggelar kejuaraan Kerapan Sapi, tak terkecuali Kabupaten Sumenep.

Kemaren, Sabtu (23-09-2023) Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar kejuaraan Kerapan Sapi tingkat Kabupaten, yang mana sebanyak 48 pasang sapi beradu skil dan kecepatan untuk memperebutkan 6 tiket untuk berlaga di piala presiden yang akan berlangsung pada tanggal 8 Oktober 2023 mendatang.

Namun di balik hiruk pikuk gelaran kerapan sapi yang dilaksanakan di lapangan kerap Kecamatan Bluto tersebut, terselip praktek judi di dalamnya. Perjudian ini, dianggap mengotori event pariwisata yang mampu mendatangkan wisatawan domestik hingga manca negara.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pantauan dilapangan, praktek perjudian ini dilakukan secarang terang-terangan didepan garis start dan akad taruhan ini dilakukan sebelum sapi dilepas, meskipun tampak petugas keamanan berseliweran namun para penjudi ini tidak menghiraukannya bahkan terkesan ada pembiaran, sehingga praktek judi kerapan sapi ini berlangsung aman hingga selesainya acara.

Baca Juga :  Peduli Penanganan Stunting, Pemkab Sumenep Bagikan Bantuan Pangan

Praktek perjudian dalam karapan sapi ini menuai kritik dari dari berbagai pihak, salah satunya datang dari budayawan asal Sumenep, Ibnu Hajar. Menurut Ibnu, adanya unsur perjudian dalam kerapan sapi tersebut sangat mencederai kemurnian kebudayaan, bahkan bisa dikatakan orang yang melakukan perjudian dalam kerapan sapi tersebut telah mendistorsi nilai-nilai luhur dan keagungan dari kerapan sapi itu sendiri.

“Jangan hanya karena ingin mempopulerkan kerapan sapi, kemudian ada perjudian yang dilakukan secara terang-terangan lantas dibiarkan, ini merupakan kecelakaan sejarah,” ucapnya. Minggu (24-09-2023)

Ibnu menambahkan, dirinya selaku budayawan Sumenep sangat prihatin atas perjudian dalam kerapan sapi tersebut, bahkan dirinya menyebutkan dengan adanya judi itu bisa-bisa kerapan sapi yang merupakan icon madura tidak akan populer lagi.

Baca Juga :  Dinilai Ruwet, Program IKD di Sumenep Belum Capai Target

“Kenapa saya bilang tidak akan populer lagi,  selain adanya judi dalam kerapan sapi, saat ini kerapan sapi sudah ber exploitasi yang awalnya tanpa kekerasan saat ini sudah berubah dengan di beri berbagai macam formula agar sapinya bisa kencang, salah satunya balsem dan paku sebagai rekeng, ini yang menurut saya sangat sulit diterima karena adanya kekerasan terhadap sapi itu sendiri, terutama para pecinta hewan,”pungkasnya. (Bam)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pencabutan Laporan Dipersoalkan, Pelapor Kasus Kayu Nonggunong Tantang Polresta Sumenep Buka CCTV dan Bukti
Peringati Hari Parlemen 2026, DPRD Sumenep Siapkan Hadiah Rp100 Juta dan Sembako
Dugaan Tiru Rokok Ilegal Marbol Berujung Teror dan Perusakan, Kendaraan Ibu di Pamekasan Diambil
Musik Tongtong Sumenep Siap Menggema di MotoGP Mandalika 2026, Bawa Budaya Madura ke Panggung Dunia
Surat Pencabutan Laporan Dinilai Palsu, Pelapor Kasus Pencurian Kayu di Nonggunong Siap Tempuh Jalur Hukum
Diduga Cabuli Anak di Sekolah, Pria 43 Tahun Diamankan Polsek Kangean
Surat Pencabutan Laporan Pencurian Kayu di Nonggunong Jadi Polemik, Pelapor dan Polresta Sumenep Berseberangan
3 Tersangka Pencurian Kayu di Nonggunong Dipulangkan, Surat Pencabutan Diduga Dibubuhi Tanda Tangan Palsu

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:11 WIB

Pencabutan Laporan Dipersoalkan, Pelapor Kasus Kayu Nonggunong Tantang Polresta Sumenep Buka CCTV dan Bukti

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Peringati Hari Parlemen 2026, DPRD Sumenep Siapkan Hadiah Rp100 Juta dan Sembako

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Dugaan Tiru Rokok Ilegal Marbol Berujung Teror dan Perusakan, Kendaraan Ibu di Pamekasan Diambil

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Musik Tongtong Sumenep Siap Menggema di MotoGP Mandalika 2026, Bawa Budaya Madura ke Panggung Dunia

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Surat Pencabutan Laporan Dinilai Palsu, Pelapor Kasus Pencurian Kayu di Nonggunong Siap Tempuh Jalur Hukum

Berita Terbaru