Kiai Muda Ganjar Adakan Pelatihan Membuat Sosis Ikan Laut Untuk Manfaatkan Hasil Tangkapan

- Redaksi

Sabtu, 15 Juli 2023 - 11:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa

Foto Istimewa

Gresik, seputarjatim.com- Sukarelawan Kiai Muda Jawa Timur kembali menggelar sosialisasi secara door to door untuk majelis taklim pada Jum’at (14/7).

Kali ini sukarelawan pendukung Ganjar Pranowo itu mengadakan pelatihan pembuatan sosis ikan laut bersama Majelis Taklim Ar Rahman di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Koordinator Wilayah Kiai Muda Jawa Timur Gus Ali Baidlowi mengungkapkan tujuan diadakan kegiatan tersebut dalam rangka mengoptimalkan tangkapan nelayan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat nelayan di sekitaran Gresik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami lihat kondisi nelayan di Gresik ini kurang memberdayakan olahan hasil tangkapannya. Selama ini hanya dibuat semacam ikan asin dikeringkan dan dibuat menjadi tahan lama. Tentu, dalam jangka panjang akan tergerus, maka kita masuk di sini untuk memberikan inovasi olahan hasil tangkapan,” ujar Ali dalam siaran persnya.

Dengan dibuatnya program tersebut, Ali mendorong masyarakat setempat untuk mengolah dan memgoptimalkan hasil tangkapan lautnya. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat memiliki berbagai macam olahan yang bisa dipasarkan di masyarakat.

Baca Juga :  Gus-Gus Jatim Pendukung Ganjar Bantu Revitalisasi Ponpes Ar-Rohman Magetan

“Agar mereka bisa berdaya guna, artinya ketika mereka bisa menginovasikan olahannya, tentu akan berpengaruh pada peningkatan taraf ekonomi. Kemudian, olahan bisa dikonsumsi dalam skala rumah tangga, kaya akan gizi dan terjamin kebersihannya karena bebas dari bahan kimia,” kata Ali.

Ali membeberkan kondisi masyarakat di pesisir utara Gresik yang masih memerlukan bantuan, baik bantuan langsung maupun yang bersifat peningkatan mutu dan kualitas masyarakatnya.

Tentu, ini menjadi perhatian dan komitmen dari Kiai Muda Jatim untuk terus menyusun program pemberdayaan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Pada umumnya, kondisi masyarakat di sini hanya mengandalkan hasil dari laut, menjadi nelayan. Ketika panen raya mereka akan menerima berkah rezeki, tetapi apabila muslim paceklik tiba, mereka sulit mempertahankan kondisi ekonominya karena pendapatan yang pas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” jawab Ali.

Baca Juga :  Santrine Abah Ganjar Gelar Istigasah dan Doa Bersama untuk Kebaikan Indonesia di Madiun

Apalagi, lanjut Ali, membuat sosis ikan laut dengan memanfaatkan hasil tangkapan dinilai sangat tepat karena memiliki daya tarik dan olahan yang diminati oleh cukup banyak di masyarakat. Tentu, peluang usaha dan pengembangan usahanya menjadi hal yang memungkinkan untuk dilakukan.

“Potensi usahanya bagus, karena apabila kita lihat di sekolah dan ketertarikan masyarakat untuk olahan sosis cukup banyak peminatnya, tinggal nanti selanjutnya bagaimana cara memasarkan dan kemasan kita pikirkan untuk diolah sedemikian rupa agar terlihat lebih menarik,” kata Ali.

Untuk itu, Ali berharap program yang selama ini sudah disusun bisa memberikan dampak nyata dalam perubahan kesejahteraan masyarakat dan makin memperkuat konsolidasi terhadap Ganjar Pranowo di 2024 mendatang.

“Harapannya pasti kami ingin mereka berdaya dan meningkatkan taraf hidupnya. Kedua, kita dorong agar semua masyarakat bergotong-royong untuk bersama-sama menjadikan Pak Ganjar Pranowo menjadi Presiden di 2024,” ujar Ali. (red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, Usai Dicopot dari Kepala BGN
Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Dinilai Tak Becus Jalankan Program MBG
Mulai 2026, Bayar Pajak STNK Kendaraan Bekas Tak Wajib KTP Pemilik Lama
Tampil Mencolok di KPK, Haji Her Kooperatif Jalani Pemeriksaan
Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026
Percepat Akses Listrik di Kepulauan, Pemkab Sumenep Terima Hibah PLTS 2 MW
BGN Kembali Suspend Puluhan SPPG di Sumenep, Tak Punya SLHS dan IPAL
Kemenag RI Resmi Tetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 19 Februari 2025

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:33 WIB

Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, Usai Dicopot dari Kepala BGN

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:09 WIB

Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Dinilai Tak Becus Jalankan Program MBG

Sabtu, 18 April 2026 - 12:53 WIB

Mulai 2026, Bayar Pajak STNK Kendaraan Bekas Tak Wajib KTP Pemilik Lama

Kamis, 9 April 2026 - 18:54 WIB

Tampil Mencolok di KPK, Haji Her Kooperatif Jalani Pemeriksaan

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:58 WIB

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

Berita Terbaru