Nekat, Pelajar Terobos Banjir ke Sekolah

- Redaksi

Kamis, 16 Februari 2023 - 15:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

(Foto: Makhrus)

(Foto: Makhrus)

LAMONGAN, seputarjatim.com- Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Njero semakin meluas. Selain merendam ratusan rumah di 5 kecamatan, banjir juga merendam akses jalan menuju gedung sekolah. Salah satunya Akses jalan menuju gedung sekolah Madrasah Khozainul Ulum, Desa Bojoasri Kecamatan Kalitengah.

Terendamnya Akses jalan sepanjang dua kilo meter tersebut mengakibatkan proses belajar mengajar di sekolah inipun terganggu. Pasalnya, para siswa yang hendak menuju gedung sekolah harus menerobos banjir. Akibatnya, seluruh pakaian dan peralatan sekolah mereka basah.

Ketinggian air banjir yang merendam akses jalan desa Bojoasri mencapai 50 hingga satu meter. “Kalau banjir yang merendam jalan menuju sekolah sudah hampir tiga hari,” kata Zainul, salah satu guru madrasah Khozainul Ulum kepada wartawan, Kamis (16/2/2023).

Selain Akses jalan menuju sekolah, halaman dan sejumlah ruang kelas juga mulai tergenang banjir akibat luapan sungai Bengawan Njero. Ketinggian air yang masuk ke ruang kelas setinggi mata kaki orang dewasa.

“Kalau hari ini yang sudah tergenang mulai halaman sekolah dan sejumlah ruang kelas,” imbuh abidin.

Meski terganggu karena akses jalan terendam banjir, para siswa tetap nekat terobos banjir.

Baca Juga :  Selama Ramadhan 1445 H, PAUD EL Fath Sumenep Gelar Beragam Kegiatan untuk Melatih Keberanian Anak

“Berangkat jam 6 ke sekolah agar tidak ketinggalan. Karena jalan menuju sekolah sudah terendam banjir,” Ujar izam.

Sementara, Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Lamongan Muhammad Muslimin mengatakan, banjir akibat luapan Bengawan Njero di Lamongan telah melanda setidaknya 20 desa di 5 kecamatan di Lamongan. Ke-5 kecamatan tersebut yakni kecamatan Turi, Kalitengah, Karangbinangun, Deket dan Glagah. Selain merendam jalan desa dan tambak, banjir juga merendam sejumlah fasilitas umum seperti gedung sekolah.

“Kami sudah mulai mendistribusikan bantuan untuk para korban banjir akibat luapan Bengawan Njero ini,” terang Muslimin. (mmr)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa KKN Kolaboratif Kenalkan Azolla sebagai Alternatif Pakan Ternak Bagi Warga Gapurana
PT Jago Statistik Center Dukung Mahasiswa UNT Sampang ke Forum Internasional
MATAMUDA 2026, RA Nurul Mannan Tanamkan Karakter Anak Lewat Belajar Aman dan Menyenangkan
Hari Pertama MPLS, Bupati Sumenep Turun Langsung Pastikan Tak Ada Perundungan di Sekolah
Pemkab Sumenep Wajibkan Bahasa Madura Jadi Mata Pelajaran Mulai Tahun Ajaran Baru
Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis, Pelatihan Karya Ilmiah Didorong Jadi Motor Literasi Pendidikan
Data Gizi Anak Terkumpul, ACCESS Segera Teliti Dampak Program MBG di Pamekasan
Disdik Sumenep Perketat Pengelolaan BOSP 2026, Dorong PAUD Lebih Akuntabel dan Berdampak

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Mahasiswa KKN Kolaboratif Kenalkan Azolla sebagai Alternatif Pakan Ternak Bagi Warga Gapurana

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:18 WIB

PT Jago Statistik Center Dukung Mahasiswa UNT Sampang ke Forum Internasional

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:12 WIB

MATAMUDA 2026, RA Nurul Mannan Tanamkan Karakter Anak Lewat Belajar Aman dan Menyenangkan

Senin, 13 Juli 2026 - 09:53 WIB

Hari Pertama MPLS, Bupati Sumenep Turun Langsung Pastikan Tak Ada Perundungan di Sekolah

Senin, 29 Juni 2026 - 14:01 WIB

Pemkab Sumenep Wajibkan Bahasa Madura Jadi Mata Pelajaran Mulai Tahun Ajaran Baru

Berita Terbaru

ILUSTRASI: 
Sejumlah batang kayu jati yang telah ditebang ditemukan di kawasan hutan Desa Nonggunong, Kecamatan Nonggunong, Sumenep (Dok. Seputar Jatim)

Hukum & Kriminal

Tiga Tersangka Dugaan Pencurian Kayu di Nonggunong Belum Ditahan Polisi

Jumat, 14 Agu 2026 - 20:04 WIB