Home / Tak Berkategori

Nelayan Pertanyakan Kompensasi Daerah Terdampak Eksplorasi Migas HCML

- Redaksi

Kamis, 3 September 2020 - 18:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

sejumlah nelayan didampingi aktivis Gerakan Sampang Menggugat (GSM) menggelar pertemuan dengan Managemen Husky-CNOOC Madura Limited (HCML). (Hyd/SJ Foto)

sejumlah nelayan didampingi aktivis Gerakan Sampang Menggugat (GSM) menggelar pertemuan dengan Managemen Husky-CNOOC Madura Limited (HCML). (Hyd/SJ Foto)

SAMPANG, seputarjatim.com- Bertempat di Aula Mini Pemkab Sampang, sejumlah nelayan didampingi aktivis Gerakan Sampang Menggugat (GSM) menggelar pertemuan dengan Managemen Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).

Pertemuan tersebut khusus membahas soal kompensasi eksplorasi perusahaan Minyak dan Gas (Migas) terhadap enam desa terdampak di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang.

Syamsuddin ketua GSM usai pertemuan mengatakan bahwa masih belum ada kesepakatan bersama soal kompensasi riil dari pihak HCML terhadap enam Desa terdampak, yakni Desa Tanjung, Sejati, Dharma Camplong, Banjar Talela, Tambaan, dan Desa Taddan, Kecamatan Camplong setelah aktivitas eksplorasi di perairan Kabupaten Sampang.

“Meskipun dalam pertemuan perwakilan HCML berjanji akan menfasilitasi kompensasi pada enam desa itu dengan syarat pihak desa mengajukan proposal,” katanya.

Namun demikian, perwakilan nelayan dan para Kepala Desa yang hadir menolak syarat tersebut, mereka menginginkan kompensasi tersebut sesuai kebutuhan nelayan yang ada dan pihak HCML bisa melakukan survei langsung terkait kebutuhan nelayan tersebut.

Dikatakannya, enam desa terdampak sudah memiliki pengalaman buruk soal jaring aspirasi seperti yang sudah dilakukan PT Santos pada masyarakat nelayan.

Baca Juga :  Safety Awareness & Security Review AirNav Surabaya

“Jika keputusan pertemuan itu masih belum ditindaklanjuti kebutuhan masyarakat nelayan, maka dalam waktu dekat mereka akan kembali melakukan aksi demo ke tengah laut tempat eksplorasi HCML,” tegasnya.

Sekedar diketahui pertemuan fasilitasi koordinasi pelaksanaan program pendukung operasi HCML 2020, di aula pemkab Sampang kemaren, dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda), asisten 2, kabag perekonomian, Camat Camplong, kepala Desa 6 Desa, GSM, dan perwakilan nelayan. (Hyd/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kuasai Pasar Tapal Kuda, MAKAYASA Siapkan Ekspansi ke Pantura Jatim
Rambu Minim, Proyek Jembatan di Pakandangan Dikeluhkan Warga karena Rawan Kecelakaan
LBH Madani Dorong Pembentukan Pos Bantuan Hukum di Tingkat Desa
RSUD Moh Anwar Sumenep Sebut Bidan Jadi Penopang Utama Layanan Kesehatan Ibu dan Bayi
Inspektorat Sumenep Siap Telusuri Dugaan Penyimpangan Dana BUMDes Meddelan
Harkitnas Jadi Momentum Perkuat Generasi Bangsa, Wabup Sumenep Tekankan Pendidikan dan Kemandirian Desa
Cegah Praktik Titipan, RSUD Moh Anwar Sumenep Libatkan APH dan Penyuluh KPK Awasi Rekrutmen BLUD 2026
Harkitnas ke-118, RSUD Moh Anwar Sumenep Dorong Pelayanan Kesehatan Lebih Berkualitas

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:54 WIB

Kuasai Pasar Tapal Kuda, MAKAYASA Siapkan Ekspansi ke Pantura Jatim

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:35 WIB

Rambu Minim, Proyek Jembatan di Pakandangan Dikeluhkan Warga karena Rawan Kecelakaan

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:44 WIB

LBH Madani Dorong Pembentukan Pos Bantuan Hukum di Tingkat Desa

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:01 WIB

RSUD Moh Anwar Sumenep Sebut Bidan Jadi Penopang Utama Layanan Kesehatan Ibu dan Bayi

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:22 WIB

Inspektorat Sumenep Siap Telusuri Dugaan Penyimpangan Dana BUMDes Meddelan

Berita Terbaru

TEGAS: Ketua Umum LBH Madani Putra, Kamarullah saat Memberikan Sambutan di acara Diklat Paralegal yang di gelar di Kampus UNIJA Madura Sumenep (Doc. Seputar Jatim)

Peristiwa

LBH Madani Dorong Pembentukan Pos Bantuan Hukum di Tingkat Desa

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:44 WIB