Penipuan Berkedok Investasi Rumah di Sidoarjo

- Redaksi

Senin, 22 Juli 2019 - 22:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Abdul Malik, Kuasa Hukum korban penipuan berkedok investasi rumah ditemui wartawan di Polresta Sidoarjo. (Fah/SJ foto)

Abdul Malik, Kuasa Hukum korban penipuan berkedok investasi rumah ditemui wartawan di Polresta Sidoarjo. (Fah/SJ foto)

Sidoarjo, seputarjatim.com– Satuan Reserse Kriminal Polresta Sidoarjo belum menemukan adanya penjualan tanah kavling milik korban penipuan oleh pihak ketiga. Hingga kini, polisi masih menahan satu tersangka atas nama Muhammad Fattah, yang mengaku sebagai Direktur Utama PT. Alisa Zola Sejahtera.

PT. Alisa Zola Sejahtera merupakan developer hunian investasi rumah bernama Grand Mutiara Abadi atau Mustika Garden (sebelumnya) yang bertempat di Desa Pepeh, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo.

“Untuk sementara dari hasil penyelidikan belum ada penjualan dari pihak ketiga. Dan sampai saat ini tersangkanya adalah Muhammad Fatah,” terang Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Ali Purnomo melalui pesan singkatnya, Senin, 22/07/2019.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perwira yang baru menjabat di lingkungan Polresta Sidoarjo ini mengaku masih menyelidiki lebih lanjut kasus tersebut. Sampai saat ini, perkara sudah masuk ke tahap 1 atau sedang diteliti oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sidoarjo.

Baca Juga :  Bukannya Shalat, Pria ini ke Masjid Untuk Curi Kotak Amal

“Sampai saat ini penyidik masih menunggu hasil penelitian JPU, apakah sudah lengkap secara formil maupun materiil. Sehingga jika ada kekurangan bisa dilengkapi oleh penyidik,” tandasnya.

Korban menunjukkan barang bukti (Fah/SJ foto)

Korban penipuan berkedok investasi hunian rumah di Sidoarjo sempat mendatangi Mapolresta Sidoarjo pada Jumat, 19/07/2019 lalu. Korban mengaku resah lantaran di lokasi tanah yang saat ini sedang berproses hukum dipasang umbul-umbul.

“Kasus ini kan sedang berjalan, nah, kami dikejutkan dengan adanya umbul umbul yang dipasang dilokasi tanah yang dibeli mereka (korban). Jika hal itu terus terjadi maka akan terjadi tumpang tindih (over lapping),” ungkap Kuasa Hukum korban, H. Abdul Malik di Polresta Sidoarjo saat itu.

Ia menduga, pemasangan umbul-umbul tersebut sengaja dimanfaatkan pihak lain untuk meneruskan jual beli hunian berupa tanah kavling. Padahal, saat ini korban yang ditengarai berjumlah 28 orang masih belum menerima haknya.

“Kami minta polisi harus jeli. Karena sampai sekarang lokasi tanah yang masih dalam proses hukum ini sudah ditempati orang lain dan dijual kembali,” imbuhnya.

Baca Juga :  Terobosan Jogoboyo: Hormat Pimpinan Bagi Anggota Yang Purna Bhakti

Pihak kuasa hukum khawatir, jika hal tersebut dibiarkan akan menambah jumlah korban penipuan berkedok investasi rumah,” jelasnya.

Pihak korban meminta agar pihak kepolisian memberi garis polisi (police line) di lokasi tersebut. Bahkan, jika diperlukan polisi harus menyita dokumen tanah

“Polisi harus bergerak cepat agar tidak ada lagi mafia tanah yang memanfaatkan itu,” pungkas Abdul Malik.

Kasus penipuan berkedok investasi tanah ini pertama kali dilaporkan ke Mapolda Jatim 28 Agustus 2018 lalu. Pihak Polda lalu melimpahkan kasus tersebut ke Mapolresta Sidoarjo.

Sedikitnya ada sekitar 28 orang yang diduga menjadi korban penipuan investasi rumah. Mereka merasa ditipu lantaran hunian yang sudah dibayar tak kunjung diselesaikan. Bahkan, nama hunian tiba-tiba berganti nama tanpa ada pemberitahuan terhadap konsumen. (fah/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perawat Puskesmas Dasuk Diamankan Bersama Rekannya, Polisi Temukan 3,50 Gram Sabu
Diduga Hamili Gadis di Bawah Umur, Pria 20 Tahun di Sumenep Ditetapkan sebagai Tersangka
Maya Puspitasari Diburu Polresta Sumenep, Masuk DPO Kasus Dugaan Korupsi
Pencabutan Laporan Dipersoalkan, Pelapor Kasus Kayu Nonggunong Tantang Polresta Sumenep Buka CCTV dan Bukti
Surat Pencabutan Laporan Dinilai Palsu, Pelapor Kasus Pencurian Kayu di Nonggunong Siap Tempuh Jalur Hukum
Diduga Cabuli Anak di Sekolah, Pria 43 Tahun Diamankan Polsek Kangean
Surat Pencabutan Laporan Pencurian Kayu di Nonggunong Jadi Polemik, Pelapor dan Polresta Sumenep Berseberangan
3 Tersangka Pencurian Kayu di Nonggunong Dipulangkan, Surat Pencabutan Diduga Dibubuhi Tanda Tangan Palsu

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Perawat Puskesmas Dasuk Diamankan Bersama Rekannya, Polisi Temukan 3,50 Gram Sabu

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:57 WIB

Diduga Hamili Gadis di Bawah Umur, Pria 20 Tahun di Sumenep Ditetapkan sebagai Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Maya Puspitasari Diburu Polresta Sumenep, Masuk DPO Kasus Dugaan Korupsi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:11 WIB

Pencabutan Laporan Dipersoalkan, Pelapor Kasus Kayu Nonggunong Tantang Polresta Sumenep Buka CCTV dan Bukti

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Surat Pencabutan Laporan Dinilai Palsu, Pelapor Kasus Pencurian Kayu di Nonggunong Siap Tempuh Jalur Hukum

Berita Terbaru