PT. POS Indonesia Cabang Sapeken Diduga Kurang Pengawasan dalam Penyaluran Bolug 2024, Oknum Perangkat Desa Sepanjang Jadi Otaknya

- Redaksi

Minggu, 26 Januari 2025 - 07:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI: Bantuan Bulog 2024 diduga diselewengkan

ILUSTRASI: Bantuan Bulog 2024 diduga diselewengkan

SUMENEP, Seputar Jatim – Oknum PT. POS Indonesia Cabang Sapeken, diduga ikut terlibat selewengkan bantuan beras Bulog 2024 berasama oknum perangkat Desa Sepanjang, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Saat dikonfirmasi, Karyawan Kantor PT. Pos Cabang Sapeken, Iswanto menyampaikan, bahea setiap realisasi bantuan memakai undangan dengan berkoordinasi dengan pihak desa.

“Kemarin untuk penerimaan tahap awal yang Agustus itu dipegang oleh KPM nya. Untuk yang terakhir begitu juga melalui pemerintah desa untuk kita salurkan ke masyarakat,” katanya, saat dihubingi telepon WhatsApp, Minggu (26/1/2025).

Saat ditanya terkait realisasi bantuan beras bulog 2024 di Desa Sepanjang, pihaknya menjawab bahwa bantuan tersebut langsung diserahkan sepenuhnya kepada perangkat desa.

Baca Juga :  Sosialisasi RAD-PG 2025-2029, Bappeda Siap Tingkatkan Ketahanan Pangan dan Gizi di Sumenep

“Saya memberikan ke pemerintah desa, terus pemerintah desa memberikan ke masyarakat karena ia lebih paham dengan warganya dengan data dan dokumentasi. Insyaallah tepat sasaran,” jelasnya.

Kemudian, ia menambahkan, takut ada undangan di bulan Agustus dan Oktober hilang, jadi diterbitkan undangan baru, lalu diedarkan ke KPM lagi.

“Takutnya mungkin undangannya yang lama itu terselip,” ujarnya.

Lanjut ia menuturkan, bahwa tidak harus KPM nya yang menerima, bisa wakilkan tetangga kelurga atau aparat dusun.

Dimungkinkan pada saat penyaluran penerima ada kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan sehingga tidak bisa hadir.

Sebab, pada saat penyaluran bantuan beras bulog tersebut PT. POS Indonesia wajib menghabiskan beras yang sudah disediakan sesuai dengan data yang ada.

Bahkan, ia memastikan realisasi bantuan beras Bulog 2024 di Desa Sepanjang berjalan lancar.

Namun, pada kenyataannya bantuan tersebut banyak yang tidak menerima. Sehingga PT. POS Indonesia Cabang Sapeken terkesan melakukan pembiaran sebagai penyalur dan kurangnya pengawasan saat penyaluran.

“Secara juknisnya seperti itu mas. Ini bukan aturan dari kita, aturannya dari pusat. Gimana sekiranya berasnya wajib habis walaupun bukan orangnya sendiri bisa digantikan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Oknum Kepala Desa Sepanjang , Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diduga menjadi otak penyelewengan Bantuan Beras Bulog 2024. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Video Asusila 4 Menit 27 Detik Viral, Pelajar SMP di Pamekasan Diamankan Polisi
Dikejar Permintaan Pasar, PR Makayasa Siapkan Pabrik Baru dan Rekrut Ribuan Karyawan
Diduga Jadi Sarang Miras, Mr. Ball di Sumenep Tetap Buka Seolah Kebal Hukum
Aksi Pemilik SPPG di Pamekasan Joget Sambil Hamburkan Uang di Konser Valen Viral
Viral! Pantai Slopeng Diprotes Wisatawan, Tiket Mahal Hanya Disuguhi Sampah
IWO Sumenep Serukan Persatuan di Idul Fitri 1447 H, Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi
GPPS Semprot APBD Sumenep, Anggaran Sarung Dinilai Abaikan Kebutuhan Rakyat
Diduga Cemarkan Profesi Wartawan, Akun TikTok Juan Kurniawan Bakal Diproses Hukum

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 09:30 WIB

Video Asusila 4 Menit 27 Detik Viral, Pelajar SMP di Pamekasan Diamankan Polisi

Rabu, 8 April 2026 - 16:20 WIB

Dikejar Permintaan Pasar, PR Makayasa Siapkan Pabrik Baru dan Rekrut Ribuan Karyawan

Selasa, 7 April 2026 - 01:18 WIB

Diduga Jadi Sarang Miras, Mr. Ball di Sumenep Tetap Buka Seolah Kebal Hukum

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:53 WIB

Aksi Pemilik SPPG di Pamekasan Joget Sambil Hamburkan Uang di Konser Valen Viral

Kamis, 26 Maret 2026 - 08:15 WIB

Viral! Pantai Slopeng Diprotes Wisatawan, Tiket Mahal Hanya Disuguhi Sampah

Berita Terbaru