Ratusan Masyarakat Geruduk Kejari Sumenep, Minta Pelaku KDRT terhadap Neneng Dihukum Mati

- Redaksi

Selasa, 18 Februari 2025 - 12:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

RICUH: Masyarakat gelar demontrasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Sumenep, menuntut keadilan terhadap pelaku KDRT yang terjadi pada Neneng (SandiGT - Seputar Jatim)

RICUH: Masyarakat gelar demontrasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Sumenep, menuntut keadilan terhadap pelaku KDRT yang terjadi pada Neneng (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Ratusan masyarakat menggeruduk kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menuntut keadilan kepada pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dihukum pidana mati.

Koordinator Lapangan Aksi, Ahmad Hanafi mengatakan, atas nama aliansi pengawal kasus neneng, pihaknya menduga dan melihat banyak kecurigaan-kecurigaan yang tidak diungkap oleh Polres Sumenep dan Kejari Sumenep.

“Kami meminta Kepada Ketua Pengadilan Negeri Sumenep dan Majelis Hakim Yang memeriksa perkara ini agar membuka perkara meninggalnya Neneng jadi terang,” ujarnya, Selasa (18/2/2025).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Komisi III DPRD Sumenep dengan PUTR Bahas Penanganan Banjir

Salah satu kejanggalan yaitu, lanjut dia, pelaku melakukan KDRT pada bulan Juni 2024 kemudian dilaporkan oleh Keluarga Korban.

“Namun, atas laporan tersebut tidak berjalan, dan mengalami upaya untuk menghentikan penyidikan, pencabutan laporan, Pelaku beserta gerombolannya,” bebernya.

Menurutnya, penyidik Polres Sumenep tidak menindaklanjuti laporan perkara KDRT yang dilaporkan pada bulan juni 2024 lalu, hingga berbulan bulan

Sehingga akhirnya kejadian KDRT kedua menyebabkan korban (Neneng) meninggal dunia ditangan pelaku.

Ia pun menegaskan, bahwa pasca melakukan laporan pada bulan juni 2024 lalu, pelaku melakukan upaya paksa penculikan kepada korban. Kemudian, melakukan intimedasi, tekanan agar mau berdamai dengan pelaku.

“Hal ini disebabkan ketidak tegasan penyidik Polres Sumenep dan Kejaksaan Negeri Sumenep selaku penyidik sehingga abai atas keselamatan jiwa Neneng,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kejari Sumenep, Sigit Waseso menyampaikan, bahwa sesuai yang ia terima berkas dari penyidik, itu sudah disimpulkan.

“Karena semua unsur-unsur yang telah ditetapkan oleh penyidik, menurut kita itu sudah memenuhi unsur,” jelasnya

Baca Juga :  Diduga Ada Masalah, Program MBG di Sumenep Mulai Hari ini Dihentikan Sementara

“Untuk masalah penerapan pasal yang ditetapkan kepada KDRT itu, KDRT yang menyebabkan meninggal dunia matinya orang, jadi kita ini sesuai dengan ketentuan hukum saja,” tukasnya.

Berikut tuntutan masyarakat kepada Kejari Sumenep, antara lain:

1. Masyarakat dan keluarga korban minta pelaku dituntut dan dihukum pidana mati, pasal dalam dakwaan tidak sesuai dengan fakta yang terjadi seharusnya ditetapkan pasal 340 Jo Pasal 338 KUHP.

2. Masyarakat meminta pengadilan negeri dan kejaksaan negeri Sumenep untuk mengusut tuntas pelaku lain dan siapa saja yang ikut terlibat, mengetahui dan membantu menghilangkan nyawa Neneng melalui pemeriksaan saksi-saksi dan pemeriksaan terdakwa.

3. Masyarakat meminta agar dilakukan pemeriksaan verbal lisan terhadap penyidik yang memeriksa dan menangani perkara ini dalam sidang terbuka untuk umum.

4. Masyarakat meminta kejari Sumenep membuka berkas kembali dan mengusut tuntas pelaku lain yang terlibat dalam perkara ini, (memeriksa kades jenangger, Kadus TKP, dan para keluarga terdakwa yang serumah dan lingkungan sekitar, semua pelaku yang terlibat agar diproses hukum. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026
Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep
Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas
Kuota Cuma 20 Grup, Jangan Lewatkan! Festival Banjari Al-Habsyi se-Sumenep Siapkan Hadiah Jutaan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:58 WIB

Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep

Berita Terbaru