Wajibkan ASN Seragam Batik Tulis Lokal, Wujud Perhatian Pemkab Sumenep Terhadap Pengrajin

News, Pemerintahan316 Dilihat

SUMENEP, seputarjatim.com–Berbagai upaya terus dilakukan oleh pemerintah guna memulihkan perekonomian masyarakat pasca wabah covid-19, salah satunya yakni seperti yang dilakukan oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi.

Dirinya membuat kebijakan dengan memberdayakan pengrajin batik lokal untuk membuat batik yang akan dipakai oleh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep dengan motif atau desain tertentu.

“Kebijakan ASN memakai seragam batik produk lokal sebagai wujud perhatian Pemerintah Daerah, memulihkan perekonomian pengrajin batik yang lumpuh akibat wabah Covid-19,” kata Bupati Sumenep Ra Achmad Fauzi di sela-sela kunjungannya, di Kerajinan dan Batik Tulis Pakandangan Desa Pakandangan Barat Kecamatan Bluto, Selasa (05/07/2022).

Karena itulah, dirinya membuat Peraturan Bupati (Perbup) pakaian ASN seragam batik lokal, yang digunakan setiap Kamis dan Jumat, dengan menggunakan batik tulis modern dan batik tulis motif lama.

Baca Juga :  ATM Tanpa Kartu, Terobosan BPRS Sumenep di Masalembu

“Yang jelas, ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep sekitar 9000 orang, sehingga dengan kebutuhan ribuan batik itu berefek positif kepada UMKM utamanya pengrajin batik, karena batik ini merupakan murni batik tulis,” terangnya.

Baca Juga :  Breaking News, Mobil Plat Merah Milik Pemkab Sumenep Diduga Serempet Honda Beat

Bupati mengungkapkan, kebijakan ASN berseragam batik tulis lokal tidak hanya berdampak kepada pengrajin batik lokal saja, melainkan program itu juga memberikan dampak positif kepada penjahit.

“Pakaian batik tulis lokal targetnya selesai dikerjakan pada akhir tahun ini, sehingga pada 2023, seluruh ASN Pemkab Sumenep tidak memakai batik dari luar daerah apalagi batik printing,” ungkap Bupati. (Bam)

Komentar