Wujudkan Ruang Digital Sehat, DPRD Sumenep Siap Berlakukan Batas Usia Medsos

- Redaksi

Kamis, 2 April 2026 - 08:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

WAWANCARA: Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, Hosnan Abrari (Doc. Seputar Jatim)

WAWANCARA: Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, Hosnan Abrari (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Fraksi PDI Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mendorong penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pembatasan usia pengguna media sosial sebagai langkah konkret memperkuat perlindungan anak di ruang digital.

Dorongan tersebut merupakan respons atas kebijakan pemerintah pusat melalui Peraturan Menteri Nomor 9 Tahun 2026 beserta regulasi turunannya yang mengatur pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.

Sejak diberlakukan pada 28 Maret 2026, kebijakan nasional tersebut menekankan peran platform digital untuk membatasi hingga menonaktifkan akun pengguna yang belum memenuhi syarat usia. Langkah ini bertujuan menekan risiko paparan konten negatif, perundungan siber (cyberbullying), hingga kecanduan gawai pada anak.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, Hosnan Abrari, menegaskan bahwa inisiatif raperda ini bukan untuk membatasi secara kaku, melainkan menghadirkan regulasi yang adaptif dan berorientasi pada perlindungan.

“Raperda ini kami dorong sebagai bentuk tanggung jawab daerah dalam melindungi anak-anak dari dampak negatif media sosial. Ini bukan semata membatasi, tetapi memastikan ada mekanisme perlindungan yang jelas, terukur, dan bisa diimplementasikan,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Baca Juga :  Petugas Rutan Sumenep Gagalkan Sabu yang Disembunyikan dalam Nasi Padang

Ia memastikan, penyusunan raperda tetap mengacu pada hierarki peraturan perundang-undangan agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan.

“Kami sangat berhati-hati agar raperda ini tidak bertentangan dengan regulasi di atasnya. Justru kehadiran aturan daerah ini akan menjadi penguat kebijakan nasional, terutama dalam konteks implementasi di tingkat lokal,” tegasnya.

Hosnan menjelaskan, regulasi dari pemerintah pusat menjadi pijakan awal dalam penyusunan naskah akademik sekaligus memperkaya perspektif pembahasan di DPRD.

“Adanya peraturan menteri ini memberikan arah yang jelas bagi kami. Artinya, isu pembatasan usia pengguna media sosial bukan lagi wacana lokal, tetapi sudah menjadi kebutuhan nasional yang harus ditindaklanjuti secara konkret di daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi digital yang masif menuntut kehadiran regulasi yang responsif, khususnya untuk melindungi kelompok rentan seperti anak-anak.

“Kita tidak bisa menutup mata bahwa anak-anak saat ini sangat rentan terpapar konten yang tidak sesuai usia. Tanpa regulasi yang jelas, mereka bisa menjadi korban dari sistem digital yang tidak terkontrol,” tambahnya.

Fraksi PDI Perjuangan, lanjut dia, berkomitmen mengawal raperda tersebut hingga tahap pengesahan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari akademisi, praktisi pendidikan, hingga pemerhati perlindungan anak.

“Kami ingin raperda ini tidak hanya selesai di atas kertas, tetapi benar-benar aplikatif. Karena itu, kami akan membuka ruang partisipasi publik agar substansinya kuat dan implementasinya efektif,” ujarnya.

Baca Juga :  IWO Sumenep Minta SE Segera Terbit, Intimidasi SPPG terhadap Guru Harus Dihentikan

Ia berharap raperda tersebut dapat menjadi payung hukum yang komprehensif dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan ramah anak di Kabupaten Sumenep.

“Harapan kami, regulasi ini mampu menjadi benteng bagi anak-anak dari dampak negatif media sosial. Ini adalah bagian dari investasi jangka panjang untuk menjaga kualitas generasi muda di masa depan,” pungkasnya. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gandeng Kepolisian, Disperkimhub Sumenep Perketat Penertiban Jukir Liar
Disperkimhub Sumenep Terapkan Tarif Parkir Nonberlangganan bagi Kendaraan Pelat Luar
Bupati Sumenep Minta Santri Harus Mandiri, Kreatif, dan Mampu Bangun Usaha
Gelar Apel HSN 2026, Bupati Sumenep Dorong Pesantren Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah
Bupati Sumenep Ajak OPD hingga Pemerintah Desa Baca Surat Al-Waqi’ah 111.111 Kali
Wabup Sumenep Minta ASN Taat Aturan, Pimpinan OPD Diminta Jadi Teladan
Pilkada 2029 Mulai Dipersiapkan, Pemkab Sumenep Rancang Dana Cadangan Rp75 Miliar
RAPBD Sumenep 2027 Fokus Pemerataan, Insentif Guru hingga Bantuan Perahu Nelayan Disiapkan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Gandeng Kepolisian, Disperkimhub Sumenep Perketat Penertiban Jukir Liar

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Disperkimhub Sumenep Terapkan Tarif Parkir Nonberlangganan bagi Kendaraan Pelat Luar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Bupati Sumenep Minta Santri Harus Mandiri, Kreatif, dan Mampu Bangun Usaha

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Gelar Apel HSN 2026, Bupati Sumenep Dorong Pesantren Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:13 WIB

Bupati Sumenep Ajak OPD hingga Pemerintah Desa Baca Surat Al-Waqi’ah 111.111 Kali

Berita Terbaru