PAUD El Fath Sumenep Lakukan Cara Unik dalam Mengimplementasikan Elemen Jati Diri dengan Panggung ‘Aku Bisa’

- Redaksi

Sabtu, 2 Maret 2024 - 23:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Penampilan anak didik PAUD El Fath Sumenep dalam program 'Aku Bisa'

Penampilan anak didik PAUD El Fath Sumenep dalam program 'Aku Bisa'

SUMENEP, SEPUTARJATIM – Implementasikan elemen jati diri dari Kurikulum Merdeka, PAUD H.I El Fath Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar program penghargaan “Aku Bisa”.

Diketahui, kegiatan tersebut diambil sebagai upaya untuk memberi pemahaman kepada anak tentang statusnya sebagai makhluk Allah SWT dan memiliki kemampuan serta potensi diri yang dianugerahkan oleh-Nya.

“Elemen jati diri dari kurikulum merdeka itu dinyatakan di situ bahwa anak-anak itu perlu dikenalkan untuk memahami dirinya, bahwa dirinya itu salah satu makhluk Allah. Yang kedua bahwa dirinya itu memiliki kemampuan, kekurangan, kelebihan punya potensi yang diberikan Allah,” kata Direktur PAUD H.I El Fath Nurul Hayati, Sabtu (02/03/2024).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  5 Pejabat Tinggi Pratama di Sumenep Resmi Dilantik, Achmad Fauzi Wongsojudo: Kita Ingin yang Terbaik

Lanjut ia menegaskan, bahwa program tersebut sebagai bentuk upaya menyadarkan para peserta didik, bahwa mereka adalah bagian dari sebuah kelompok atau komunitas.

Sehingga kegiatan itu bisa meningkatkan kepercayaan diri anak. Maka ketika dewasa mereka tidak mudah terombang-ambing arus pergaulan, sebab dirinya memiliki pemahaman jati diri yang baik.

“Sehingga anak itu ke depannya itu, lebih bisa mengarahkan dirinya tanpa harus ikut terombang-ambing, karena dirinya sudah paham jati dirinya baik sebagai individu maupun warga Indonesia,” tegasnya.

Kemudian, kata dia, ketika anak sudah paham konsep jati diri, maka ia tidak mudah terprovokasi pengaruh tidak baik dari luar dirinya. Sebab, jati diri seorang anak tumbuh dari dalam dan dipengaruhi lingkungan sekitar.

“Sehingga anak-anak tidak jauh dari karakter budaya yang ada di sekitarnya. Anak memahami dia bagian dari lingkungan. Sehingga itu perlu menjadi identitas dirinya juga. Jati diri itu ada yang tumbuh dari dalam ada potensi yang diberikan Allah, juga dari pengaruh lingkungan sekitar,” ujarnya.

Baca Juga :  Tunjang Optimalisasi Pelayanan, RSUD Moh Anwar Sumenep Siapkan Inovasi Baru di Tahun 2024

Di samping itu, kata dia, kesuksesan program penghargaan tersebut tidak lepas dari kontribusi para orang tua melalui ide-ide yang mereka sumbangkan demi kemeriahan acara.

“Kita coba untuk meningkatkan lebih banyak orang tua berkontribusi dalam pola pendidikan di El Fath. Itu kita dapatkan dalam melatih anak-anak pentas di masing-masing kelas. Ternyata cukup sukses orang tua antusias, anaknya antusias gurunya juga akhirnya tambah semangat,” ucapnya.

Sementara itu, seorang wali murid Muhammad Saleh Hadi Pradita mengaku, bahwa para orang memang ikut serta memberi ide hingga konsep-konsep itu mampu mensukseskan acara tersebut.

“Konsep dari orang tua, biar orang tua kan sudah mengerti konsepnya, minimal ikut lagi dan memeriahkan,” bebernya.

Oleh karena itu, dia pun, tidak heran jika kesan serta nuansa seni dan budaya terlihat cukup kuat. Sebab banyak para wali murid yang merupakan pecinta seni dan budaya, sehingga ide-ide yang diberikan pun tak lepas dari kedua poin itu.

“Untuk El Fath ke depan mungkin jangan hanya mengadakan kegiatan untuk sekolahnya saja, tapi untuk Sumenep juga,” imbuhnya. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PT Jago Statistik Center Dukung Mahasiswa UNT Sampang ke Forum Internasional
MATAMUDA 2026, RA Nurul Mannan Tanamkan Karakter Anak Lewat Belajar Aman dan Menyenangkan
Hari Pertama MPLS, Bupati Sumenep Turun Langsung Pastikan Tak Ada Perundungan di Sekolah
Pemkab Sumenep Wajibkan Bahasa Madura Jadi Mata Pelajaran Mulai Tahun Ajaran Baru
Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis, Pelatihan Karya Ilmiah Didorong Jadi Motor Literasi Pendidikan
Data Gizi Anak Terkumpul, ACCESS Segera Teliti Dampak Program MBG di Pamekasan
Disdik Sumenep Perketat Pengelolaan BOSP 2026, Dorong PAUD Lebih Akuntabel dan Berdampak
Siswa SMP Binar Sumenep Raih Juara I Coding Speed Challenge FOSFAT 2026

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:18 WIB

PT Jago Statistik Center Dukung Mahasiswa UNT Sampang ke Forum Internasional

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:12 WIB

MATAMUDA 2026, RA Nurul Mannan Tanamkan Karakter Anak Lewat Belajar Aman dan Menyenangkan

Senin, 13 Juli 2026 - 09:53 WIB

Hari Pertama MPLS, Bupati Sumenep Turun Langsung Pastikan Tak Ada Perundungan di Sekolah

Senin, 29 Juni 2026 - 14:01 WIB

Pemkab Sumenep Wajibkan Bahasa Madura Jadi Mata Pelajaran Mulai Tahun Ajaran Baru

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:57 WIB

Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis, Pelatihan Karya Ilmiah Didorong Jadi Motor Literasi Pendidikan

Berita Terbaru