Program BSPS di Sumenep dari Kementerian PUPR Diduga Diperjual Belikan Rp2,5 Juta

- Redaksi

Kamis, 2 Januari 2025 - 21:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Ilustrasi: Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) diperjual belikan

Ilustrasi: Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) diperjual belikan

SUMENEP, Seputar Jatim – Belakangan ini Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjadi sorotan publik.

Sejumlah kepala desa (kades) merasa kecewa karena program bantuan untuk rumah tidak layak huni itu diduga diperjual belikan.

“Untuk mendapatkan program BSPS, kita bayar Rp 2,5 juta per unit, dan itu rata untuk setiap desa,” ucap, kades yang tak ingin disebut namanya itu, Kamis (2/1/2025).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia pun mengaku kecewa dengan adanya jual beli program dari kementerian itu.

“Terus terang saya sangat kecewa dengan peristiwa ini, masak bantuan dari pemerintah pusat untuk rakyat malah diperjual belikan? ini kan sangat tidak etis,” sesalnya.

Baca Juga :  Tiga Orang di Sumenep Disambar Petir, Satu Meninggal Dunia Dua Luka-luka

Sementara itu, Ketua LSM BRiGADE 571 Wilayah Madura, Sarkawi menegaskan, bahwa dirinya menerima data valid terkait dugaan pungutan sebesar Rp 2,5 juta per unit bantuan.

“Untuk mendapatkan bantuan, warga disinyalir harus membayar terlebih dahulu kepada koordinator,” tegasnya.

Atas hal itu, dia akan mengawal persoalan ini agar program pemerintah berjalan sesuai aturan.

Diketahuu, pada tahun anggaran 2024, Kabupaten Sumenep mendapatkan alokasi BSPS senilai Rp 12 miliar untuk 600 penerima manfaat.

Bantuan ini bersumber dari Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Perumahan. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026
Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep
Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas
Kuota Cuma 20 Grup, Jangan Lewatkan! Festival Banjari Al-Habsyi se-Sumenep Siapkan Hadiah Jutaan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:58 WIB

Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep

Berita Terbaru