Bakesbangpol Sumenep Bakal Lakukan Survei IHal 2025 untuk Ukur Keharmonisan Sosial di Tengah Keberagaman

- Redaksi

Rabu, 12 Maret 2025 - 15:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

GAGAH : Kepala Bakesbangpol Sumenep, Dzulkarnaim saat ditemui wartawan di ruangannya (SandiGT - Seputar Jatim)

GAGAH : Kepala Bakesbangpol Sumenep, Dzulkarnaim saat ditemui wartawan di ruangannya (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, bakal melakukan survei pengukuran Indeks Harmoni Indonesia (IHal) tahun 2025.

Hal tersebut merupakan instruksi Direktorat Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintah Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Direktorat Ketahanan Ekososbud PIC dari Provinsi Jawa Timur.

“Survei ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana masyarakat mampu menjaga kerukunan dalam keberagaman serta mengidentifikasi faktor yang mendukung maupun menghambat terciptanya harmoni sosial,” ujar Kepala Bakesbangpol Sumenep, Dzulkarnain, Rabu (12/3/2025).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Diduga Tak Punya Dokumen Analisis, Lokasi Mie Gacoan di Sumenep Berpotensi Kemacetan

Menurutnya, survei IHal merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang dilakukan oleh pemerintah dengan tujuan memberikan sosialisasi materi terhadap masyarakat tentang IHal 2025.

“Indeks Harmoni Indonesia merupakan sebuah Indeks yang digunakan untuk mengukur tingkat harmoni dan kerukunan antar warga di suatu daerah,” jelasnya.

Ia menegaskan, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara penting bagi masyarakat di Indonesia untuk mengetahui serta memahami secara komperhensif, perihal pentingnya kehidupan harmoni di masyarakat.

“Harmoni kehidupan sosial, merupakan tujuan besar dari implementasi menjaga nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika,” tegasnya.

Ditengah keberagaman budaya, suku, dan ras di Indonesia. Belum lagi perbedaan keyakinan politik yang sesekali terkadang mengganggu harmonisasi dan kerukunan, kehidupan sosial masyarakat.

“Maksudnya, agar masyarakat, mengetahui memahami dan menyadari pentingnya kehidupan harmoni di masyarakat,” ucapnya.

Sehingga setiap individu, kelompok maupun komunitas dapat memaksimalkan peranannya untuk berkontribusi dan ikut serta mengambil bagian mensosialisasikan dan mempraktekkan nilai-nilai harmoni dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Pabrik Rokok di Sumenep Mampu Pekerjakan Ribuan Orang, Diskop UKM Perindag Optimis Turunkan Angka Kemiskinan

“Selanjutnya, menilai penerimaan terhadap kondisi harmoni disekitar kita,” bebernya.

Lanjut ia menjelaskan, karena cakupan dari IHal 2025 sangat luas dan menyentuh semua stratifikasi sosial masyarakat, maka responden dari survei IHal ini mencakup jajaran pemerintah Kepala Daerah, DPRD, Aparat Sipil Negara (ASN), pengusaha, buruh, karyawan dan lain sebagainya.

“Semua individu dengan jenis profesi baik aparat sipil hingga swasta,” tambahnya.

Hasil survei IHal 2025 diharapkan dapat menjadi referensi dalam merancang kebijakan strategis untuk meningkatkan kohesi sosial dan memperkuat persatuan bangsa.

Sehingga pemerintah pusat dan daerah dapat menggunakan data ini untuk merancang program-program yang mendukung keberagaman dan mengatasi potensi konflik sosial.

Ia berharap, dengan adanya survei ini dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih berbasis data, sehingga pembangunan sosial dapat berjalan lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Dan masyarakat juga bisa dapat berperan aktif dalam survei ini demi mewujudkan Sumenep yang lebih harmonis, toleran, dan solid dalam menghadapi tantangan global,” harapnya. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026
Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep
Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas
Kuota Cuma 20 Grup, Jangan Lewatkan! Festival Banjari Al-Habsyi se-Sumenep Siapkan Hadiah Jutaan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:58 WIB

Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep

Berita Terbaru