Dugaan Aksi Penipuan Resahkan Ponpes di Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo: Tidak akan Mentolerir Siapapun yang Mencatut Nama Saya

- Redaksi

Senin, 7 April 2025 - 21:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

SERIUS: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat diwawancaraI wartawan (Foto Istimewa)

SERIUS: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat diwawancaraI wartawan (Foto Istimewa)

SUMENEP, Seputar Jatim – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengutuk keras tindakan oknum yang merusak citra pemerintah daerah dengan modus penipuan.

“Saya tidak akan mentolerir siapapun yang mencatut nama saya atau mengatasnamakan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk tujuan-tujuan penipuan. Ini bukan hanya tindakan kriminal, tapi juga penghinaan terhadap integritas pemerintahan dan dunia pendidikan di daerah ini,” tegas Achmad Fauzi Wongsojudo, Senin (7/4/2025).

“Saya tegaskan, Pemkab Sumenep tidak pernah memiliki program bantuan seperti yang disebutkan oleh oknum tersebut, apalagi mengutus seseorang bernama Syamsul Arifin. Semua program pemerintah selalu melalui mekanisme resmi, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menekankan, bahwa nama pemerintah tidak boleh digunakan sembarangan. Kasus ini, sebagai bentuk kejahatan yang harus ditindak tegas agar tidak menjadi catatan buruk di masa depan.

Baca Juga :  Viral! Ngaku Utusan Bupati Sumenep Tawarkan Bantuan Ratusan Juta ke Ponpes di Ambunten

“Ini bentuk penipuan yang sangat serius. Kami sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian agar segera menindak pelaku. Saya tidak ingin ada satu pun lembaga pendidikan di Sumenep yang menjadi korban permainan kotor seperti ini,” ungkapnya.

Ia pun merasa prihatin dan meminta agar para pimpinan pondok pesantren serta masyarakat luas lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan.

“Saya mengimbau semua elemen masyarakat, khususnya para pengasuh pesantren, kepala sekolah, dan pengelola yayasan, untuk tidak mudah percaya pada pihak-pihak yang mengaku membawa program pemerintah. Jangan ragu untuk mengecek langsung ke dinas terkait atau ke Pemkab bila ada tawaran bantuan yang mencurigakan,” imbuhnya.

“Pemerintah hadir untuk melayani, bukan untuk menipu. Kami jaga kepercayaan ini, dan saya pastikan, tidak akan ada celah bagi oknum-oknum yang mencoba menyalahgunakan nama baik pemerintahan,” tukasnya.

Baca Juga :  Demi Jaga Tradisi Warisan Budaya Leluhur, Pekmab Sumenep Gelar Festival Ketupat 2025 di Pantai Slopeng

Diberitakan sebelumnya, dunia pendidikan dan keagamaan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali dibuat geger.

Seorang oknum bernama Syamsul Arifin diduga melakukan aksi penipuan dengan mengatasnamakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep serta mencatut nama Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.

Modus pelaku adalah menghubungi langsung Ketua Yayasan Pondok Pesantren Dliyaut Thalibin, Qusyairi Muhammad, di Desa Sogian, Kecamatan Ambunten, dan mengaku sebagai utusan resmi dari pemkab.

Ia menawarkan program bantuan senilai Rp200 juta untuk keperluan rehabilitasi bangunan pesantren, pengadaan kamar mandi, serta fasilitas lainnya.

Yang lebih mencengangkan, oknum tersebut mengklaim bahwa bantuan ini merupakan program langsung dari Bupati Sumenep.

Ia bahkan meminta dana awal sebesar Rp5 juta sebagai syarat pembuatan proposal dan laporan pertanggungjawaban (LPJ).

Namun, upaya tersebut berhasil digagalkan setelah pengurus yayasan, Fahmi Baharis, mencurigai sikap dan cara komunikasi pelaku yang dinilai tidak mencerminkan seorang pejabat resmi.

Setelah ditelusuri, tidak ada surat tugas atau dokumen resmi dari pemkab yang dapat dibuktikan oleh pelaku. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dituding Pelakor, Perempuan di Sampang Lapor Polisi Usai Alat Kelaminnya Diolesi Cabai
SMSI Kecam Dugaan Pengusiran Wartawan, Tolak Hadiri Undangan Polresta Sumenep
Hari Jadi ke-758 Sumenep, Logo Baru Jadi Simbol Sejarah dan Semangat Kemajuan
Aroma Dugaan Penyelewengan DD Meddelan Terungkap, Inspektorat Sumenep Dinilai Kecolongan
Inspektorat Sumenep Periksa Dana Desa Meddelan, Warga Mulai Bertanya?
Rambu Minim, Proyek Jembatan di Pakandangan Dikeluhkan Warga karena Rawan Kecelakaan
Inspektorat Sumenep Siap Telusuri Dugaan Penyimpangan Dana BUMDes Meddelan
Dana Desa Meddelan Diduga Tak Sesuai Peruntukan, Inspektorat Sumenep Didesak Turun Tangan

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Dituding Pelakor, Perempuan di Sampang Lapor Polisi Usai Alat Kelaminnya Diolesi Cabai

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:54 WIB

SMSI Kecam Dugaan Pengusiran Wartawan, Tolak Hadiri Undangan Polresta Sumenep

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:02 WIB

Hari Jadi ke-758 Sumenep, Logo Baru Jadi Simbol Sejarah dan Semangat Kemajuan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:40 WIB

Aroma Dugaan Penyelewengan DD Meddelan Terungkap, Inspektorat Sumenep Dinilai Kecolongan

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:08 WIB

Inspektorat Sumenep Periksa Dana Desa Meddelan, Warga Mulai Bertanya?

Berita Terbaru

KOMPAK: Jajaran Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama sejumlah pejabat dan peserta upacara mengenakan beragam pakaian adat Nusantara dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sumenep (Dok. Seputar Jatim)

Pemerintahan

Busana Adat Warnai HUT ke 81 RI di Sumenep, Pesan Persatuan Menguat

Senin, 17 Agu 2026 - 18:17 WIB