PLN Sumenep Dinilai Cuci Tangan dalam Kasus Dugaan Pemerasan dan Penipuan terhadap Pemilik Tambak Udang

- Redaksi

Senin, 21 April 2025 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MENJELASKAN: Kepala ULP PLN Sumenep, Pangky Yonkynata Ardiyansyah saat ditemui di kantornya (SandiGT - Seputar Jatim)

MENJELASKAN: Kepala ULP PLN Sumenep, Pangky Yonkynata Ardiyansyah saat ditemui di kantornya (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Dugaan praktik pemerasan yang mengatasnamakan petugas PLN terhadap seorang pemilik tambak udang menguak fakta mengejutkan.

Pelaku utama diketahui merupakan mantan anggota Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Kepala ULP PLN Sumenep, Pangky Yonkynata Ardiyansyah mengatakan, bahwa yang bersangkutan, bernama Dani, sudah tidak lagi menjadi bagian dari PLN sejak Januari 2025 lalu.

“Dan yang dimaksud tadi itu adalah mantan anggota kami dan sempat menjadi anggota kita. Per Januari kemarin sudah tidak menjadi anggota kita,” ujarnya. Senin (21/4/2025).

Baca Juga :  DPMD Sumenep Harap Koperasi Desa Merah Putih Jadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat untuk Kelola Potensi Unggulan

Lanjut ia menegaskan, segala bentuk tindakan Dani setelah dia tidak lagi bekerja di PLN, termasuk dugaan permintaan sejumlah uang kepada pengusaha tambak udang bernama Jailani, adalah murni di luar tanggung jawab PLN.

“Nominal yang diminta oleh dia itu tidak sepeser pun masuk ke kita,” tegasnya, Senin (21/4/2025).

Ia pun membuka pintu lebar untuk melakukan upaya hukum bagi pihak yang merasa dirugikan atas tindak Dani.

“Kami PLN siap membantu untuk berkoordinasi untuk menyelesaikan permasalahan ini,” katanya.

PLN Sumenep juga menyatakan siap memberikan dukungan berupa data dan keterangan untuk proses hukum.

Bahkan, pihaknya berinisiatif mempertemukan kedua belah pihak untuk klarifikasi atau tabayyun, baik di kantor PLN maupun langsung mendatangi rumah mantan pegawai tersebut.

Menanggapi rumor keterlibatan pihak internal lainnya, ia juga tidak menampik bahwa Dani memang mengenal beberapa staf, termasuk Beni, koordinator tim.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Terima Penghargaan dari BKN atas Kecepatan Pengangkatan CASN 2024

“Tidak bisa ditarik pada kesimpulan bahwa Beni terlibat dalam persoalan ini.” ucapnya.

Meski demikian, Pangky memastikan, akan menindak tegas jika nantinya terbukti ada oknum internal lain yang ikut bermain.

“Kalau memang Beni terlibat dan bahkan ada yang lain juga terlibat soal dana yang diminta, saya pastikan beri tindakan dan saya laporkan,” tegasnya.

Sebab, kata dia, kasus ini menyeret persoalan pemasangan dan pembongkaran kWh meter di lokasi tambak.

Pangky menjelaskan, bahwa kWh yang digunakan Jailani tidak tercatat secara resmi dalam sistem PLN.

Adapun pemasangan ulang oleh Beni disebut dilakukan atas permintaan pelanggan baru dan tidak ada kaitannya dengan Dani.

Terkait nama lain yang disebut, yakni Iksan, PLN juga berjanji akan melakukan pelacakan dan pemanggilan untuk klarifikasi.

“Secara legal, kWh itu harus dikeluarkan dari kami PLN. Tapi kalau ilegal, kWh bisa dibeli dari luar, bahkan beli online pun bisa,” tandasnya.

Untuk diketahui, kasus ini menjadi peringatan serius terhadap potensi penyalahgunaan nama institusi demi kepentingan pribadi.

PLN Sumenep menegaskan tidak akan segan menempuh langkah hukum bila oknum internal terbukti bermain. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng
Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam
Dugaan Korupsi BUMDes, Kades Meddelan Pilih Tutup Mulut dan Blokir WhatsApp Wartawan
Tumpahan CPO Cemari Laut Gili Iyang Sumenep, Minyak Tongkang Capai Bibir Pantai
Monev BPP Lenteng Dinilai Kabur, Keberadaan Bantuan Handtraktor Surya Tani Kian Misterius
Korluh BPP Lenteng Hemat Bicara Soal Poktan Surya Tani, Transparansi Bantuan Handtraktor Kian Samar
Kades Meddelan Mengamuk, Ketua BUMDes Diancam Dilaporkan!
Geram, Anggota Poktan Surya Tani Adukan Dugaan Raib Handtraktor ke DKPP Sumenep

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 09:43 WIB

Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:22 WIB

Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam

Sabtu, 24 Januari 2026 - 08:30 WIB

Dugaan Korupsi BUMDes, Kades Meddelan Pilih Tutup Mulut dan Blokir WhatsApp Wartawan

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:00 WIB

Tumpahan CPO Cemari Laut Gili Iyang Sumenep, Minyak Tongkang Capai Bibir Pantai

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:01 WIB

Monev BPP Lenteng Dinilai Kabur, Keberadaan Bantuan Handtraktor Surya Tani Kian Misterius

Berita Terbaru

ILUSTRASI: Menu MBG basi yang hampir dikonsumsi oleh siswa di sekolah (Doc. Seputar Jatim)

Peristiwa

Ayam Basi dalam Menu MBG, SPPG Marengan Daya Tuai Kecaman

Rabu, 28 Jan 2026 - 10:34 WIB

ILUSTRASI: Beberapa siswa membuang menu MBG karena tidak enak (Doc. Seputar Jatim)

Peristiwa

MBG Berakhir Dibuang, Wali Murid Nilai SPPG Saronggi Gagal

Rabu, 28 Jan 2026 - 10:09 WIB

ILUSTRASI : Kepala SPPG Saronggi memilih bungkam saat ada MBG  yang bau (Doc. Seputar Jatim)

Peristiwa

MBG Tak Aman, Siswa Terancam, Kepala SPPG Saronggi Bungkam

Selasa, 27 Jan 2026 - 22:20 WIB