Guru Komplain Menu MBG Tak Berkualitas, SPPG di Pragaan Tak Terima Diberitakan

- Redaksi

Kamis, 13 November 2025 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKANAN: Guru Komplain Menu MBG dari SPPG Al Azhar Prenduan (Doc. Seputar Jatim)

MAKANAN: Guru Komplain Menu MBG dari SPPG Al Azhar Prenduan (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Al Azhar Prenduan, tak terima terkait pemberitaan mengenai menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak berkualitas dan asal-asalan oleh satu satu guru di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Dalam pesan yang disampaikan melalui aplikasi WhatsApp, perwakilan SPPG menyebut bahwa pihaknya selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi para siswa penerima manfaat MBG.

“Kami merasa keberatan dan kecewa dengan apa yang telah diberitakan sebelum di edit. Kesannya kami tidak memberikan respon. Saya selalu memberikan yang terbaik bagi siswa sebagai penerima manfaat di dapur kami,” tulis Pic Mitra Dapur SPPG Yayasan Al Azhar Prenduan, Amir Nawwaf, Kamis (13/12/2025).

Baca Juga :  Guru di Pragaan Keluhkan Kualitas Menu MBG, Komplain ke SPPG Tak Digubris

Ia juga menegaskan, bahwa klarifikasi sebenarnya sudah diberikan melalui grup WhatsApp koordinator sekolah terkait menu MBG hari itu yang telah didistribusikan kepada siswa.

“Kami juga sudah memberikan penjelasan di grub wa koordinator sekolah mengenai menu hari ini yang sudah di ditribusikan ke siswa,” ujarnya.

Ia pun mengaku sangat kecewa dengan judul pemberitaan yang dinilai membuat citra mereka seolah tidak profesional.

“Judul media membuat kami sangat kecewa hingga saat ini,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, salah satu guru yang enggan disebut namanya mengaku telah menyampaikan keluhan kepada pihak penyelenggara, yakni SPPG Al Azhar Prenduan, karena merasa prihatin terhadap kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.

Namun, komplain tersebut tidak mendapat tanggapan serius dari penyedia MBG tersebut, bahkan tetap memberikan menu makanan yang asal-asalan.

“Kami hanya ingin anak-anak mendapatkan makanan yang benar-benar bergizi seperti yang di harapkan Pak Presiden. Tapi kalau isinya hanya bihun dan tempe, rasanya tidak seimbang,” ujar sang guru dengan nada kecewa.

Ia berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi terhadap pelaksana MBG agar program pemerintah ini tidak sekadar formalitas, melainkan benar-benar bermanfaat bagi kesehatan peserta didik. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Cemarkan Profesi Wartawan, Akun TikTok Juan Kurniawan Bakal Diproses Hukum
Aksi Segel Kantor Berakhir, Pegadaian Pamekasan Siap Kembalikan Hak 47 Korban Lewat Mediasi Pengadilan
Dari Kursi Terdakwa ke Kursi Pejabat, Putusan Kasasi MA Kasus Indra Wahyudi Masih Menggantung
Diduga Langgar Juknis MBG, Live TikTok SPPG Lebeng Timur Mendadak Dijeda Usai Disoal Susu Coklat
Polemik E-Katalog Memanas, IWO Sumenep Nilai Kebijakan Terlalu Dipaksakan
BGN Suspend 17 SPPG di Jatim, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Ikut Terseret
Terseret Isu BSPS dan Proyek Lama, Kadis Kominfo Sumenep Didesak Buka Suara
BAP Korupsi BSPS 2024 Diduga Seret Nama Kadis Kominfo Sumenep, Alur Rekom Pencairan Diusut

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:25 WIB

Diduga Cemarkan Profesi Wartawan, Akun TikTok Juan Kurniawan Bakal Diproses Hukum

Selasa, 10 Maret 2026 - 00:28 WIB

Aksi Segel Kantor Berakhir, Pegadaian Pamekasan Siap Kembalikan Hak 47 Korban Lewat Mediasi Pengadilan

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:43 WIB

Dari Kursi Terdakwa ke Kursi Pejabat, Putusan Kasasi MA Kasus Indra Wahyudi Masih Menggantung

Kamis, 5 Maret 2026 - 02:57 WIB

Diduga Langgar Juknis MBG, Live TikTok SPPG Lebeng Timur Mendadak Dijeda Usai Disoal Susu Coklat

Senin, 2 Maret 2026 - 14:24 WIB

Polemik E-Katalog Memanas, IWO Sumenep Nilai Kebijakan Terlalu Dipaksakan

Berita Terbaru