Petani Tembakau Harus Sejahtera, SMSI Sumenep Dorong KEK Ramah Lingkungan

- Redaksi

Kamis, 13 November 2025 - 22:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

FOKUS: Suasana Seminar Nasional KEK Madura yang digelar SMSI Sumenep (Doc. Seputar Jatim)

FOKUS: Suasana Seminar Nasional KEK Madura yang digelar SMSI Sumenep (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep menggelar seminar nasional bertajuk “Green Economy dan Tantangan Ekologis dalam Perencanaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Madura” di Auditorium Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, Kamis (13/11/2025).

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional, di antaranya pengamat politik dan tim perumus naskah akademik KEK Tembakau Madura Adi Prayitno, Rektor UNIBA Rachmat Hidayat, serta Anggota DPRD Sumenep Hairul Anwar.

Dalam paparannya, Adi Prayitno menegaskan, bahwa gagasan pembentukan KEK Tembakau Madura lahir dari realitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Menurutnya, keberadaan KEK diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani tembakau yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Madura.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“KEK ini berangkat dari kondisi ekonomi dan kultur masyarakat Madura. Dengan adanya pabrik rakyat, penghasilan petani bisa meningkat signifikan. Misalnya, harga jual yang semula Rp2,5 juta bisa naik hingga Rp7 juta ketika panen,” ujarnya.

Baca Juga :  Guru Komplain Menu MBG Tak Berkualitas, SPPG di Pragaan Tak Terima Diberitakan

Ia menambahkan, berdasarkan survei tim perumus, mayoritas petani hanya menginginkan dua hal, hasil panen mereka dibeli dan harganya manusiawi.

“Tembakau ini bukan sekadar komoditas, tapi kebutuhan hidup masyarakat Madura. Dari tembakau, orang bisa menyekolahkan anak dan menikahkan mereka,” tutur Adi yang mengaku masih aktif menanam tembakau setiap musim tanam.

Sementara itu, Anggota DPRD Sumenep Hairul Anwar menyoroti lemahnya regulasi dan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal yang belum sepenuhnya berpihak kepada petani. Ia menilai, penegakan hukum oleh Bea Cukai sering kali tidak menyentuh akar persoalan.

“Razia rokok ilegal sering dilakukan. Namun, negara seharusnya hadir memberikan solusi. Misalnya, ketika razia dilakukan, petugas juga bisa menyediakan pita cukai sesuai jumlah rokok yang dibawa,” ujarnya.

Hairul juga menyinggung ketiadaan lembaga penyangga khusus bagi komoditas tembakau.

“Kalau beras ada Bulog, cengkeh juga punya lembaganya. Tapi tembakau, siapa yang menanggung? Jangan sampai aturan justru menjerat rakyatnya sendiri,” katanya.

Ia menegaskan pentingnya peran perusahaan daerah dalam mendukung pelaku usaha tembakau serta perlunya evaluasi terhadap dasar pembentukan KEK agar benar-benar berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, Rektor UNIBA Madura, Rachmat Hidayat menyampaikan, bahwa isu KEK saat ini tengah menjadi perhatian besar di Madura dan Jawa Timur.

“Isu KEK ini memang sedang tren. Karena itu, mari kita sebagai orang Madura mendukung gagasan ini demi kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Baca Juga :  Menu Tak Sesuai, MBG di Sumenep Diduga Asal-Asalan dan Tak Penuhi Standar

Menurutnya, secara teoritis pembentukan KEK memiliki tujuan positif untuk kemajuan daerah.

“KEK bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta mempercepat perkembangan industri dan sektor strategis lainnya,” jelasnya.

Ia menutup dengan penegasan bahwa inti dari pembentukan KEK adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Madura, khususnya para petani tembakau

.“Pada akhirnya, KEK ini diharapkan menjadi jalan menuju kesejahteraan bagi masyarakat Madura,” pungkasnya. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026
Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep
Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas
Kuota Cuma 20 Grup, Jangan Lewatkan! Festival Banjari Al-Habsyi se-Sumenep Siapkan Hadiah Jutaan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:58 WIB

Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep

Berita Terbaru