SPPG Saronggi Gagal Total, MBG Tak Layak, Pengawasan Diduga Mati

- Redaksi

Rabu, 24 Desember 2025 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEDIH: Sejumlah siswa sekolah dasar tampak enggan makan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan kualitas menu yang buruk (Doc. Seputar Jatim)

SEDIH: Sejumlah siswa sekolah dasar tampak enggan makan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan kualitas menu yang buruk (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola SPPG Saronggi, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus menuai keluhan keras dari wali murid dan masyarakat.

Sejak awal beroperasi, kualitas menu MBG dinilai bermasalah hingga memicu penolakan langsung dari para siswa.

Keluhan pertama mencuat pada menu olahan nugget di awal pelaksanaan MBG. Sejumlah siswa menolak mengonsumsinya karena bau tidak sedap yang menyengat.

“Anak saya bilang nuggetnya bau. Akhirnya tidak dimakan sama sekali. Kalau sudah begitu, jelas kami sebagai orang tua khawatir,” komentar salah satu wali murid di media sosial TikTok, Rabu (24/12/2025).

Baca Juga :  SPPG Matlabul Ulum Jambu Gagal Jalankan Program Mulia, MBG Diisi Makanan Tak Layak Konsumsi

Masalah kembali terulang beberapa hari kemudian. Kali ini, siswa menerima buah nanas yang banyak di antaranya dalam kondisi busuk dan tidak segar.

“Kemarin nanasnya banyak yang sudah busuk. Anak-anak tidak mau makan, bahkan ada yang langsung dibuang,” ungkap wali murid lainnya.

Rangkaian temuan tersebut membuat wali murid mempertanyakan secara terbuka sistem pengawasan yang dijalankan pengelola SPPG Saronggi. Mereka menilai seharusnya ada pengecekan ketat sebelum makanan dikirim ke sekolah.

“Kami heran, sebelum dibagikan itu apa tidak dicek dulu? Masa makanan bau dan buah busuk bisa lolos sampai ke tangan anak-anak. Pengawasannya di mana?” kata seorang wali murid dengan nada kecewa.

Menurut mereka, pengawasan bukan semata tanggung jawab petugas dapur, melainkan manajemen SPPG secara keseluruhan.

“Ini bukan sekali dua kali. Kalau berulang, berarti sistem pengawasannya memang lemah. Jangan sampai anak-anak jadi korban kelalaian,” tegasnya.

Kekecewaan wali murid juga meluas ke media sosial. Pada kolom komentar salah satu unggahan pemberitaan MBG Saronggi, akun abidaqilshop menulis keluhan,

“Tolong dong kasih menu yang masuk akal di bajetnya… kemarin juga nanas banyak yang busuk yang diterima siswa,” tandasnya.

Nada sindiran serupa disampaikan akun Bunda Wardah yang mempertanyakan mutu menu MBG dibandingkan masakan sederhana rumahan.

Deretan komentar ini memperkuat dugaan bahwa persoalan kualitas menu MBG di Saronggi bukan insiden tunggal, melainkan keluhan kolektif yang dialami siswa dan orang tua.

Masyarakat dan wali murid mendesak pengelola MBG segera melakukan evaluasi menyeluruh, terutama pada aspek pengawasan bahan makanan dan kelayakan konsumsi.

Baca Juga :  Disnaker Sumenep Bangun Kepatuhan UMK Lewat Dialog, Dunia Usaha Diajak Jadi Mitra Kesejahteraan Pekerja

“Kami tidak menuntut menu mewah. Yang kami minta sederhana: makanan bersih, segar, dan aman untuk anak-anak,” pungkas wali murid.

Keluhan ini menjadi peringatan serius bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak cukup diukur dari jumlah paket yang dibagikan, tetapi dari kualitas, keamanan, dan pengawasan yang bertanggung jawab. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mudik Gratis 2026 Bareng Bupati Sumenep, Ratusan Perantau di Jakarta Pulang Kampung
Ramadan Penuh Berkah, Abd Aziz Salim Syabibi Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Puluhan Anak Yatim
UKM Sanggar Lentera UPI Sumenep Gelar Buka Puasa Bersama Lintas Generasi
ASN Sumenep Salurkan 3.322 Paket Zakat Fitrah Jelang Idul Fitri 1447 H
Kembali Beroperasi Usai Disuspend, MBG SPPG Pakamban Laok 2 Diprotes: Tutup Saja Dapurnya
Ketua DPRD Sumenep Siap Sidak SPPG, Usut Laporan MBG Tak Layak dan Tanpa IPAL
Usai Disuspend, SPPG Pakamban Laok 2 Mendadak akan Distribusikan MBG Saat Sekolah Libur
SPPG Diduga Lakukan Pembungkaman, Satgas Sumenep Minta Guru dan Warga Berani Laporkan MBG Tak Layak

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:09 WIB

Mudik Gratis 2026 Bareng Bupati Sumenep, Ratusan Perantau di Jakarta Pulang Kampung

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:23 WIB

Ramadan Penuh Berkah, Abd Aziz Salim Syabibi Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Puluhan Anak Yatim

Sabtu, 14 Maret 2026 - 04:42 WIB

UKM Sanggar Lentera UPI Sumenep Gelar Buka Puasa Bersama Lintas Generasi

Jumat, 13 Maret 2026 - 11:00 WIB

ASN Sumenep Salurkan 3.322 Paket Zakat Fitrah Jelang Idul Fitri 1447 H

Rabu, 11 Maret 2026 - 11:47 WIB

Kembali Beroperasi Usai Disuspend, MBG SPPG Pakamban Laok 2 Diprotes: Tutup Saja Dapurnya

Berita Terbaru