SUMENEP, Seputar Jatim — Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan layanan publik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Pada program Mudik Gratis Lebaran 2026, Pemkab Sumenep menyiapkan 12 armada transportasi guna membantu masyarakat pulang kampung dengan aman, nyaman, dan tanpa biaya.
Total armada yang disediakan terdiri dari empat kapal laut untuk melayani rute kepulauan serta delapan unit bus untuk jalur darat di wilayah Pulau Jawa.
Program ini diperuntukkan khusus bagi masyarakat ber-KTP Sumenep, dengan prioritas utama warga kepulauan dan para perantau yang selama ini terbebani mahalnya ongkos transportasi saat musim mudik.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan Kabupaten Sumenep, Achmad Dzulkarnain, menyampaikan bahwa pelaksanaan mudik gratis tahun ini dipersiapkan lebih matang dibanding tahun sebelumnya.
“Evaluasi tahun lalu menjadi pijakan utama kami. Tahun ini kami fokus pada kesiapan armada, ketepatan jadwal, serta kenyamanan dan keselamatan pemudik,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Untuk transportasi laut, empat kapal akan melayani lintasan strategis, di antaranya rute Kalianget–Kangean, Kalianget–Sapeken, serta penyeberangan menuju Banyuwangi.
Armada laut dijadwalkan beroperasi mulai H-11 hingga H-3 Lebaran, guna mengantisipasi lonjakan penumpang.
“Empat kapal yang disiapkan sudah masuk dalam pendataan dan siap beroperasi sesuai jadwal,” tegasnya.
Sementara itu, delapan unit bus gratis disiapkan bagi warga Sumenep yang berada di wilayah daratan Jawa. Keberangkatan dijadwalkan mulai 13 hingga 24 Maret 2026. Pendaftaran dilakukan melalui kontak resmi yang telah disediakan pemerintah daerah.
“Layanan ini khusus bagi warga ber-KTP Sumenep. Pendaftaran sudah dibuka dan dapat diakses masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan, program mudik gratis bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah dalam menjawab persoalan mobilitas masyarakat, terutama warga kepulauan yang kerap menghadapi tingginya biaya transportasi laut saat Lebaran.
Meski seluruh armada difasilitasi secara gratis, calon pemudik tetap diwajibkan memenuhi persyaratan administratif dan memastikan kondisi kesehatan sebelum keberangkatan.
“Identitas kependudukan harus lengkap dan kondisi kesehatan dalam keadaan baik. Pemerintah memfasilitasi perjalanan, tetapi kesiapan pemudik juga menjadi faktor penting demi keselamatan bersama,” pungkasnya.
Selain arus mudik, Pemkab Sumenep juga menyiapkan skema arus balik untuk transportasi laut. Namun, untuk jalur darat, belum ada penjadwalan khusus arus balik seperti pada armada kapal.
Dengan persiapan yang lebih terencana dan evaluasi berkelanjutan, Pemkab Sumenep optimistis program Mudik Gratis Lebaran 2026 dapat berjalan tertib dan aman, sekaligus menjadi solusi mobilitas yang lebih adil bagi masyarakat Sumenep, baik di wilayah daratan maupun kepulauan. (Sand/EM)
*
Penulis : Sand
Editor : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









