Konsolidasi Besar-besaran, Dinsos P3A Sumenep Siapkan Fondasi Kuat Menuju KLA 2026

Kamis, 26 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Seputar Jatim – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, berkomitmen memperkuat sistem perlindungan anak yang terintegrasi dan berkelanjutan menjelang Evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA) 2026.

Fokus pembenahan tidak hanya pada kelengkapan administrasi, melainkan pada penguatan tata kelola kebijakan yang benar-benar berpihak pada kepentingan terbaik anak.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penguatan Tim Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak yang digelar di Graha Arya Wiraraja.

Forum ini menjadi ruang konsolidasi lintas sektor untuk menyatukan persepsi serta strategi menghadapi tahapan evaluasi nasional KLA 2026

Kegiatan dibuka oleh Syahwan Efendi dan dihadiri sejumlah unsur strategis daerah, di antaranya Asisten Pemerintahan, Kepala Bappeda, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, serta perwakilan lembaga masyarakat, dunia usaha, dan satuan pendidikan.

Kepala Dinsos P3A Kabupaten Sumenep, A. Rahman Riadi, menegaskan bahwa pendekatan KLA di Sumenep diarahkan pada pembenahan sistem, bukan sekadar capaian simbolik.

Baca Juga :  Buka Puasa Bareng Media, Polres Sumenep Perkuat Sinergi dan Transparansi Informasi

“Dinsos P3A sebagai leading sector telah mengonsolidasikan peran seluruh OPD melalui pembagian indikator berbasis klaster, pemetaan kewenangan, serta penguatan data terpilah anak yang menjadi fondasi utama dalam proses evaluasi,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Dalam kegiatan tersebut, tercatat 35 OPD dan instansi sektoral, 15 lembaga masyarakat, 15 unsur dunia usaha, serta 50 Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA) terlibat aktif dalam desk evaluasi. Proses ini difokuskan pada sinkronisasi data, pemenuhan indikator, serta penajaman bukti dukung kebijakan.

Ia menegaskan, konsep Kabupaten Layak Anak menuntut kerja kolektif seluruh elemen. Pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, media, hingga anak-anak harus ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan.

Rahman juga menyoroti peran strategis Forum Anak yang selama ini dilibatkan dalam Musrenbang, penyusunan rekomendasi kebijakan, hingga proses evaluasi KLA.

Menurutnya, partisipasi anak menjadi indikator penting kualitas demokrasi lokal dalam isu perlindungan anak.

Di sisi lain, tantangan geografis Kabupaten Sumenep yang terdiri atas wilayah daratan dan kepulauan masih menjadi pekerjaan rumah.

Akses layanan dasar, fasilitas ramah anak, serta pendampingan perlindungan anak di wilayah kepulauan membutuhkan pendekatan inovatif agar tidak terjadi ketimpangan layanan.

Meski demikian, sejumlah kemajuan telah dicapai, antara lain penguatan kelembagaan Gugus Tugas KLA melalui pembaruan regulasi, pengembangan Desa Ramah Anak, optimalisasi layanan UPTD PPA, serta penguatan program pencegahan perkawinan anak melalui edukasi lintas sektor.

“Ke depan, kami menargetkan penguatan regulasi yang responsif anak, peningkatan anggaran berbasis hak anak, serta perluasan praktik baik Desa Ramah Anak sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia berkelanjutan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Cabai Rawit Tembus Rp120 Ribu per Kilo di Pasar Anom, Pedagang Keluhkan Pembeli Sepi

Dengan konsolidasi yang semakin solid, pihaknya optimistis mampu mewujudkan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh sebagai esensi Kabupaten Layak Anak 2026. (Sand/EM)

*

Penulis : Sand

Editor : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Berita Terkait

Bupati Sumenep Mulai Rotasi ASN Bertahap, Pejabat Baru Diuji Kinerja selama 6 Bulan
25 Pejabat Administrator Dilantik, Bupati Sumenep Pastikan Evaluasi Kinerja ASN Berjalan Ketat
Bupati Sumenep Ajak Insan Koperasi Bangun Ekonomi Kerakyatan yang Tangguh dan Modern
Di Balik Raih WTP Kesembilan, DPRD Titip Pesan Penting untuk Pemkab Sumenep
Inovasi Sumenep Makin Dilirik, Pemprov NTB Datang Menimba Pengalaman
246 Desa di Sumenep Siap Gelar Pilkades Serentak 2027, Anggaran hingga Rp120 Juta per Desa
Bupati Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Jadi Kunci Arah Pembangunan Sumenep
Pemkab Sumenep Wajibkan Bahasa Madura Jadi Mata Pelajaran Mulai Tahun Ajaran Baru

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:36

Bupati Sumenep Mulai Rotasi ASN Bertahap, Pejabat Baru Diuji Kinerja selama 6 Bulan

Senin, 13 Juli 2026 - 15:45

25 Pejabat Administrator Dilantik, Bupati Sumenep Pastikan Evaluasi Kinerja ASN Berjalan Ketat

Senin, 13 Juli 2026 - 14:28

Bupati Sumenep Ajak Insan Koperasi Bangun Ekonomi Kerakyatan yang Tangguh dan Modern

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:14

Di Balik Raih WTP Kesembilan, DPRD Titip Pesan Penting untuk Pemkab Sumenep

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:38

Inovasi Sumenep Makin Dilirik, Pemprov NTB Datang Menimba Pengalaman

Berita Terbaru