Cabe Jamu Masuk Inventarisasi Indikasi Geografis, Pemkab Sumenep Perkuat Perlindungan Produk Lokal

- Redaksi

Senin, 9 Maret 2026 - 14:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

HIJAU: Cabe Jamu masuk Inventarisasi Indikasi Geografis (Foto Istimew)

HIJAU: Cabe Jamu masuk Inventarisasi Indikasi Geografis (Foto Istimew)

SUMENEP, Seputar Jatim – Komoditas khas Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, cabe jamu resmi tercatat sebagai potensi Indikasi Geografis (IG) setelah menerima Surat Pencatatan Inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Pencatatan dengan Nomor PIG352024000024 yang ditetapkan pada Maret 2024 itu menjadi langkah awal pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan hukum terhadap produk unggulan lokal yang memiliki karakteristik khas berdasarkan kondisi geografis wilayah.

Pengakuan terhadap cabe jamu sebagai potensi indikasi geografis tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) untuk memperkuat posisi produk pertanian lokal di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan bahwa pengajuan pencatatan tersebut dilakukan sebagai bentuk inventarisasi potensi daerah agar dapat tercatat secara resmi dalam sistem kekayaan intelektual komunal nasional.

“Kami mengajukan permohonan agar potensi daerah ini dapat diinventarisasi sehingga bisa dimanfaatkan secara maksimal,” ujar Chainur, Senin (9/3/2026).

Baca Juga :  SPPG Lenteng Barat Diduga Distribusikan MBG Busuk, Warga Desak BGN Turun Tangan

Ia menjelaskan, dengan adanya pencatatan tersebut, cabe jamu kini diakui sebagai salah satu sumber daya alam khas yang berasal dari wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Seluruh data terkait potensi tersebut juga telah tercatat dalam Sistem Informasi Kekayaan Intelektual Komunal Indonesia sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2022 tentang Kekayaan Intelektual Komunal.

Menurut Chainur yang akrab disapa Inung, pencatatan ini merupakan tahap awal sebelum pemerintah daerah mengajukan proses lanjutan menuju sertifikasi Indikasi Geografis secara penuh.

Ia menambahkan, cabe jamu asal Sumenep memiliki ciri khas yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti kondisi tanah, iklim, serta teknik budidaya masyarakat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Kombinasi faktor tersebut menjadikan komoditas ini memiliki karakteristik berbeda dibandingkan produk serupa dari daerah lain, baik dari segi bentuk, kualitas, maupun manfaatnya sebagai bahan baku jamu tradisional.

Pemerintah daerah berharap perlindungan terhadap produk lokal ini tidak hanya menjaga keaslian dan reputasi cabe jamu Sumenep, tetapi juga mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi serta kesejahteraan para petani.

“Dengan adanya perlindungan ini, kami berharap nilai ekonomi produk semakin meningkat dan memberikan dampak positif bagi para petani,” tandasnya. (Sand/EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dorong Pedagang Pasar Lebih Berkembang, BPRS Bhakti Sumekar Hadirkan Berani Mekar
Bawa Nama Sumenep ke Tingkat Nasional, BPRS Bhakti Sumekar Raih Penghargaan Infobank Sharia Award 2026
Dari Keramaian ke Peluang Usaha, BPRS Bhakti Sumekar Perkuat Dukungan untuk Ekonomi Lokal
Rokok Makayasa Bangun Jaringan Besar hingga Luar Jawa
Pembelian Perdana Dibuka, Harga Tembakau di Haswal Group Capai Rp70 Ribu
H. Mu’min Target Serap 1.000 Ton Tembakau Madura, Harga Tembus Rp72 Ribu per Kilogram
HUT ke-81 RI, BPRS Bhakti Sumekar Bangun Kekompakan Karyawan Lewat JJS
Ketua PPR Sumenep Ajak Pengusaha Rokok Serap Tembakau Petani Lokal

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Dorong Pedagang Pasar Lebih Berkembang, BPRS Bhakti Sumekar Hadirkan Berani Mekar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Bawa Nama Sumenep ke Tingkat Nasional, BPRS Bhakti Sumekar Raih Penghargaan Infobank Sharia Award 2026

Senin, 14 September 2026 - 09:14 WIB

Dari Keramaian ke Peluang Usaha, BPRS Bhakti Sumekar Perkuat Dukungan untuk Ekonomi Lokal

Kamis, 10 September 2026 - 09:03 WIB

Rokok Makayasa Bangun Jaringan Besar hingga Luar Jawa

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:49 WIB

Pembelian Perdana Dibuka, Harga Tembakau di Haswal Group Capai Rp70 Ribu

Berita Terbaru