GPPS Semprot APBD Sumenep, Anggaran Sarung Dinilai Abaikan Kebutuhan Rakyat

- Redaksi

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

ORASI: Ketua Gerakan Pemuda Peduli Sumenep (GPPS), Tijanuz Zaman, saat melakukan aksi demonstrasi (SandiGT - Seputar Jatim)

ORASI: Ketua Gerakan Pemuda Peduli Sumenep (GPPS), Tijanuz Zaman, saat melakukan aksi demonstrasi (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menuai sorotan tajam.

Di tengah berbagai kebutuhan mendesak masyarakat, muncul alokasi anggaran lebih dari Rp709 juta untuk pengadaan sarung yang dinilai tidak sejalan dengan prioritas publik.

Kebijakan tersebut menjadi perhatian karena dinilai kurang proporsional, terutama saat sejumlah persoalan mendasar masih belum terselesaikan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mulai dari infrastruktur jalan yang belum merata, keterbatasan akses transportasi antar kepulauan, hingga krisis air bersih di beberapa wilayah, masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.

Ketua Gerakan Pemuda Peduli Sumenep (GPPS), Tijanuz Zaman, menegaskan bahwa sebagai daerah kepulauan, Sumenep seharusnya memfokuskan anggaran pada sektor yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Ruang fiskal justru tergerus untuk kegiatan yang bersifat simbolik dan tidak menyentuh akar persoalan masyarakat,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Baca Juga :  Mudik Gratis 2026 Bareng Bupati Sumenep, Ratusan Perantau di Jakarta Pulang Kampung

Menurutnya, kebijakan tersebut mencerminkan persoalan dalam penentuan skala prioritas.

Ia menilai sektor-sektor produktif seperti perikanan, garam, pariwisata, dan UMKM belum mendapatkan dorongan maksimal melalui intervensi anggaran yang kuat.

“Belanja sarung, meskipun dibungkus dengan narasi sosial dan religius, tetap tidak bisa diposisikan sebagai kebutuhan publik yang mendesak. APBD seharusnya menjadi instrumen penyelesaian masalah, bukan sekadar pencitraan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa jika pola pengelolaan anggaran seperti ini terus berlanjut, bukan hanya berpotensi menimbulkan pemborosan, tetapi juga dapat menggerus kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Momentum ini, lanjutnya, harus menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah. Transparansi, keberanian memangkas belanja non-prioritas, serta komitmen pada kepentingan publik menjadi kunci agar arah kebijakan fiskal tetap berpihak kepada masyarakat.

“Evaluasi anggaran perlu terus dilakukan. APBD harus benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kegiatan yang manfaatnya terbatas,” tandasnya.

Publik kini menanti langkah konkret pemerintah daerah dalam merapikan prioritas anggaran, agar setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (EM)

*

Penulis : Sand

Editor : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026
Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep
Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas
Kuota Cuma 20 Grup, Jangan Lewatkan! Festival Banjari Al-Habsyi se-Sumenep Siapkan Hadiah Jutaan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:58 WIB

Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep

Berita Terbaru