Sumenep Hadapi Fase Pancaroba, Ancaman Kekeringan Mulai Muncul

- Redaksi

Senin, 20 April 2026 - 17:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

GAGAH: Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, saat diwawancarai di ruangannya (SandiGT - Seputar Jatim)

GAGAH: Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, saat diwawancarai di ruangannya (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai memasuki fase krusial peralihan musim.

Sejumlah wilayah terpantau menunjukkan gejala awal kemarau, ditandai dengan menurunnya frekuensi hujan serta meningkatnya suhu pada siang hari.

Meski demikian, kondisi tersebut belum merata dan masih dipengaruhi dinamika pancaroba yang membuat cuaca cenderung sulit diprediksi.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, mengungkapkan bahwa wilayah Madura, khususnya Sumenep, saat ini berada dalam fase transisi menuju musim kemarau penuh yang diperkirakan terjadi pada akhir April hingga Mei 2026.

“Memang sudah ada wilayah yang mulai kering, tapi belum menyeluruh. Dalam waktu dekat, kemarau akan semakin dominan di hampir seluruh Madura,” ujarnya, Senin (20/04/2026).

Baca Juga :  Mulai 2026, Bayar Pajak STNK Kendaraan Bekas Tak Wajib KTP Pemilik Lama

Ia menjelaskan, pada fase awal kemarau, hujan tidak langsung hilang sepenuhnya. Polanya justru menjadi sporadis, dapat turun secara tiba-tiba di satu wilayah, namun tidak terjadi di wilayah lainnya.

“Ini yang sering mengecoh. Cuaca terlihat cerah, tapi tiba-tiba hujan turun di beberapa titik. Intensitasnya juga cenderung menurun seiring waktu,” katanya.

BMKG juga menyoroti perkembangan fenomena El Niño yang mulai menguat secara bertahap. Kondisi ini berpotensi memperpanjang musim kemarau sekaligus meningkatkan risiko kekeringan di berbagai sektor.

“Indikasi menuju El Niño moderat sudah terlihat. Dampaknya bisa signifikan terhadap ketersediaan air, terutama jika tidak diantisipasi sejak dini,” tegasnya.

Selain ancaman kekeringan, potensi kebakaran lahan juga mulai meningkat. BMKG mencatat kemunculan titik panas (hotspot) di wilayah Sampang dalam beberapa waktu terakhir, yang menjadi indikator awal meningkatnya kerawanan kebakaran.

“Hotspot sudah terpantau. Ini peringatan serius agar masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berisiko memicu kebakaran, terutama di lahan terbuka,” jelasnya.

Perubahan suhu yang cukup ekstrem turut menjadi perhatian. Perbedaan suhu antara pagi yang relatif sejuk dan siang yang terik berpotensi memicu gangguan kesehatan, khususnya bagi anak-anak dan lansia.

Di wilayah perairan, angin timuran yang mulai aktif juga memengaruhi kondisi laut. Tinggi gelombang di perairan Madura saat ini berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter, yang dinilai cukup berisiko bagi nelayan tradisional.

“Gelombang mulai meningkat. Nelayan harus lebih waspada, terutama di jalur pelayaran yang berhadapan langsung dengan arah angin timuran,” tambahnya.

Meski demikian, musim kemarau juga membawa peluang. Sektor pertanian tertentu, seperti tembakau dan garam, berpotensi mengalami peningkatan produksi jika dikelola dengan strategi yang tepat.

Baca Juga :  Kepsek SDN Juluk II Sulit Ditemui Media, Curiga Ada yang Ditutup-tutupi Soal Keracunan MBG

BMKG menegaskan, kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika peralihan musim. Perubahan cuaca tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga menjadi ujian adaptasi bagi masyarakat. (Sand/EM)

*

Penulis : Sand

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Sumenep Hadir di Kerja Bakti LDII, 200 Peserta Bersihkan Lingkungan Paberasan
Madura Night Vaganza 2026 Dibuka, 200 Stan Ramaikan Panggung Promosi Sumenep
APSI Minta Industri Rokok Buka Pasar Lebih Luas, Petani Madura Tak Boleh Kesulitan Menjual
Lakpesdam dan LPBH NU Temui Kapolresta Sumenep, Desak THM yang Langgar Aturan Ditutup Permanen
Warga Kepulauan Sumringah, Jalan Jathe Lanjheng Kangean Kini Mulus
Semarak HUT ke-81 RI, DWP RSUDMA Sumenep Sabet Gold Lomba Lagu Daerah Nusantara
Santri PP Mathla’ul Anwar Gelar Refleksi Kemerdekaan RI ke 81, Ibnu Hajar: Belajar adalah Perjuangan
Jelang HUT RI ke 81, Paskibraka Sumenep 2026 Dikukuhkan di Pendopo Keraton

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Bupati Sumenep Hadir di Kerja Bakti LDII, 200 Peserta Bersihkan Lingkungan Paberasan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:09 WIB

Madura Night Vaganza 2026 Dibuka, 200 Stan Ramaikan Panggung Promosi Sumenep

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:58 WIB

APSI Minta Industri Rokok Buka Pasar Lebih Luas, Petani Madura Tak Boleh Kesulitan Menjual

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:06 WIB

Lakpesdam dan LPBH NU Temui Kapolresta Sumenep, Desak THM yang Langgar Aturan Ditutup Permanen

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:31 WIB

Warga Kepulauan Sumringah, Jalan Jathe Lanjheng Kangean Kini Mulus

Berita Terbaru

MENDUNG:
Gedung Pemerintah Kabupaten Sumenep tampak dari halaman depan (Mufti Che - Seputar Jatim)

Pemerintahan

Bayar PBB-P2 Makin Mudah, Sumenep Mulai Terapkan SPPT Elektronik

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:09 WIB

BERBATIK: Anggota Komisi I DPRD Sumenep, Ahmad Juhairi (Foto Istimewa)

Pemerintahan

Cegah Kecurangan, DPRD Sumenep Dorong Pilkades Gunakan E-Voting

Kamis, 3 Sep 2026 - 09:13 WIB