2 Tragedi Diduga Imbas BOSP, DPRD Sumenep Desak Disdik Evaluasi Total Mekanisme Pencairan

- Redaksi

Senin, 27 April 2026 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERBATIK: Anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Syamsul Bahri (Doc. Seputar Jatim)

BERBATIK: Anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Syamsul Bahri (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim –  Anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Syamsul Bahri, menyuarakan keprihatinan mendalam atas dua peristiwa tragis yang diduga berkaitan dengan proses pencairan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Ia mendesak adanya evaluasi menyeluruh agar mekanisme tersebut tidak lagi menimbulkan dampak sosial yang merugikan.

Peristiwa pertama menimpa Kepala Kelompok Bermain (KB) Al Azhar Sepanjang, Nur’aini.

Ia diduga mengalami kelelahan akibat proses pencairan dana BOSP yang dinilai berbelit. Dalam kondisi tersebut, Nur’aini harus menjalani persalinan yang berujung pada meninggalnya bayi yang dilahirkannya.

Tragedi kedua dialami Guru TK Rahmatul Aula Sakala, Aminah. Anak Aminah yang masih berusia tiga bulan dilaporkan meninggal dunia setelah ditinggal sang ibu ke Kota Sumenep untuk mengurus pencairan dana BOSP.

“Ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai proses administratif yang semestinya mendukung operasional pendidikan justru membawa dampak buruk bagi masyarakat, khususnya tenaga pendidik PAUD,” katanya, Senin (27/4/2026).

Baca Juga :  Musancab PDI Perjuangan Sumenep, Said Abdullah Tekankan Penguatan NU dan Solidaritas Sosial

Ia menekankan pentingnya evaluasi sistem pencairan dana, terutama bagi lembaga pendidikan di wilayah kepulauan yang menghadapi keterbatasan akses, jarak tempuh, serta waktu perjalanan ke daratan.

“Kita semua tahu keterbatasan akses tidak bisa dipungkiri. Belum lagi jarak dan waktu yang harus ditempuh ke daratan Sumenep. Kalau bisa dipermudah, kenapa harus dipersulit,” tegas anggota Komisi IV DPRD Sumenep tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Moh. Iksan, menyampaikan pihaknya telah melakukan pengecekan internal terkait proses pencairan dana tersebut. Berdasarkan koordinasi awal, sebagian besar petugas disebut telah berupaya membantu dan mempermudah proses.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat kendala di lapangan, termasuk dari sebagian lembaga yang dinilai belum memenuhi ketentuan administrasi secara optimal.

“Teman-teman di lapangan justru banyak membantu dan memudahkan. Namun ada juga sebagian lembaga yang belum mengindahkan prosedur. Ini akan kami koordinasikan lebih lanjut, khususnya dengan wilayah Sapeken bersama tim BOP,” tandasnya.

Baca Juga :  Musancab PDIP Sumenep Jadi Titik Awal Konsolidasi Besar Menuju Pemilu 2029

Menanggapi polemik tersebut, Moh. Iksan menegaskan telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk tidak mempersulit proses pencairan dana BOSP maupun BOP PAUD.

“Saya sudah perintahkan agar pencairan dipermudah. Kita ini bukan auditor, melainkan verifikator. Itu yang selalu saya tekankan,” pungkasnya.

Kasus ini memicu sorotan publik terhadap efektivitas layanan administrasi pendidikan, khususnya di wilayah kepulauan. Evaluasi menyeluruh dinilai mendesak dilakukan agar penyaluran dana bantuan benar-benar memberi kemudahan, bukan justru menambah beban bagi tenaga pendidik di lapangan. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ribuan Disabilitas di Madura Dibantu, BIP Foundation Hadirkan Harapan Baru
Pasca Penahanan Kades Pragaan Daya, Aktivis Ingatkan Bahaya Program Fiktif dan Kelalaian Administrasi
Harlah ke-92 PAC GP Ansor Pragaan, Perkuat Peran Pemuda dan Program Berdampak
Disbudporapar Sumenep Tertibkan Usaha Hiburan, Pariwisata Didorong Lebih Profesional
Temuan Misterius di Sumenep, Warga Evakuasi Benda Mirip Torpedo
Sumenep Hadapi Fase Pancaroba, Ancaman Kekeringan Mulai Muncul
Keselamatan Siswa Jadi Prioritas, Kepsek SDN Juluk II Siap Tolak MBG Tak Layak Konsumsi
SPPG Talang Diduga Suap Jurnalis dengan ‘Uang Bensin’ Saat Usut Keracunan MBG

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 14:12 WIB

Ribuan Disabilitas di Madura Dibantu, BIP Foundation Hadirkan Harapan Baru

Senin, 27 April 2026 - 13:07 WIB

2 Tragedi Diduga Imbas BOSP, DPRD Sumenep Desak Disdik Evaluasi Total Mekanisme Pencairan

Jumat, 24 April 2026 - 12:25 WIB

Pasca Penahanan Kades Pragaan Daya, Aktivis Ingatkan Bahaya Program Fiktif dan Kelalaian Administrasi

Kamis, 23 April 2026 - 21:08 WIB

Harlah ke-92 PAC GP Ansor Pragaan, Perkuat Peran Pemuda dan Program Berdampak

Kamis, 23 April 2026 - 14:23 WIB

Disbudporapar Sumenep Tertibkan Usaha Hiburan, Pariwisata Didorong Lebih Profesional

Berita Terbaru