SUMENEP, Seputar Jatim – Wakil Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, Imam Hasyim, menegaskan bahwa peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118, menjadi momentum penting untuk memperkuat peran generasi muda sebagai penerus bangsa melalui pendidikan berkualitas dan pembangunan karakter yang kuat.
Hal itu disampaikan Wabup saat menghadiri Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional 2026 di Kantor Bupati Sumenep, Rabu (20/5) kemarin.
Menurutnya, tema Harkitnas tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, mengandung pesan besar tentang tanggung jawab bersama dalam menjaga dan membina generasi muda demi masa depan Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tema Harkitnas ini mencerminkan semangat seluruh elemen bangsa dalam menjaga dan melindungi generasi muda sebagai penerus perjuangan bangsa melalui pendidikan berkualitas serta penguatan karakter,” katanya, Kamis (21/5/2026).
Ia menyebut, generasi muda merupakan harapan bangsa yang harus dipastikan tumbuh sehat, cerdas, berakhlak, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat.
Karena itu, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk memberikan ruang dan kesempatan terbaik bagi anak-anak bangsa agar berkembang menjadi generasi unggul.
“Momentum Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi muda. Karena itu, kita wajib menjaga, membina, dan menyiapkan mereka agar mampu membawa bangsa ini lebih maju,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup juga memaparkan berbagai langkah pemerintah dalam memperkuat kemandirian bangsa melalui program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Salah satunya melalui pemerataan akses pendidikan dengan pembangunan sekolah rakyat dan sekolah garuda di wilayah afirmasi, peningkatan kualitas guru, hingga penyediaan beasiswa guna mengurangi ketimpangan kualitas sumber daya manusia.
Selain sektor pendidikan, pemerintah juga terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat desa melalui pendirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Program ini diharapkan mampu menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat desa dengan memberikan akses lebih mudah terhadap pupuk, permodalan, distribusi hasil panen, sembako, obat-obatan terjangkau, hingga layanan ekonomi dasar lainnya.
“Desa yang kuat secara ekonomi akan mampu menopang pembangunan daerah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pihak luar. Semangat gotong royong dan persatuan harus terus dijaga untuk membangun daerah bersama-sama,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam upacara tersebut juga memperingati Hari Pendidikan Nasional 2026 sebagai momentum refleksi untuk kembali meneguhkan semangat pendidikan nasional.
“Pada hakikatnya pendidikan adalah proses menemukan dan mengembangkan potensi manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Inti pendidikan adalah memuliakan manusia,” pungkasnya. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









