SUMENEP, Seputar Jatim – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumenep, Madura, Jawa Timur, mendatangi Kantor Inspektorat setempat membahas carut-marut pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Meddelan, Kecamatan Lenteng.
Kedatangan GMNI Sumenep bertujuan meminta kejelasan mengenai progres pemeriksaan yang saat ini tengah dilakukan oleh Inspektorat terhadap dugaan penyimpangan dalam pengelolaan BUMDes tersebut.
Dalam audiensi tersebut, GMNI Sumenep menyampaikan sejumlah temuan dan laporan yang diperoleh langsung dari masyarakat Desa Meddelan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ada tiga persoalan utama yang menjadi sorotan, yakni transparansi laporan keuangan BUMDes tahun 2025, realisasi program kerja yang dinilai belum jelas, serta dugaan keterlibatan kepala desa dalam operasional unit usaha BUMDes.
“Kami hadir mewakili keresahan masyarakat Meddelan. BUMDes itu milik desa, maka pengelolaannya wajib akuntabel dan terbuka. Kami mendesak Inspektorat segera menuntaskan audit dan hasilnya dibuka ke publik,” tegas, perwakilan DPC GMNI Sumenep, bernisial M, Jumat (19/6/2026).
Menanggapi hal tersebut, pihak Inspektorat yang menerima audiensi menyampaikan bahwa proses pemeriksaan masih berada pada tahap verifikasi data dan dokumen.
Mereka menegaskan audit dilakukan sesuai prosedur yang berlaku serta tanpa adanya perlakuan khusus terhadap pihak mana pun.
“Kami datang ke inspektorat dalam kasus dugaan ini bukan tidak membawa bukti, kami kesini membawa beberapa bukti,” bebernya.
GMNI Sumenep menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut hingga tuntas.
Organisasi mahasiswa itu juga menyatakan tidak menutup kemungkinan menggelar aksi bersama masyarakat apabila tidak terdapat tindak lanjut yang jelas dari pihak terkait.
Hingga berita ini diterbitkan, kepala desa maupun pengurus BUMDes Desa Meddelan belum memberikan keterangan resmi terkait audiensi dan dugaan yang disampaikan oleh DPC GMNI Sumenep. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









