Gandeng Kelompok Tani, Mak Ganjar Jatim Beri Edukasi soal Pertanian Organik kepada Petani di Nganjuk

- Redaksi

Rabu, 8 Februari 2023 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa

Foto Istimewa

NGANJUK, seputarjatim.com – Pertanian organik kini makin dikenal masyarakat luas, apalagi sekarang ada tren hidup sehat. Masyarakat peduli terhadap makanan yang dikonsumsinya sehari-hari.

Selain bernilai ekonomis, pertanian organik diketahui dapat memperbaiki ekosistem pertanian yang kian rusak karena terpapar bahan kimia sintetis atau kimia.

Petani organik mulai bermunculan seiring dengan pangsa pasar yang makin terbuka sehingga penyuluhan dan edukasi tentang pentingnya pertanian organik gencar dilakukan.

Melihat hal tersebut, relawan Ganjar Pranowo di Jawa Timur yang tergabung dalam Mak Ganjar menggelar kegiatan penyuluhan dan edukasi tentang pertanian organik, khususnya penggunaan pupuk organik untuk padi, kepada petani di Desa Bandung, Kecamatan Prambon, Nganjuk, Jatim, pada Rabu (8/2/2023).

Foto Istimewa

Korwil Mak Ganjar Jatim Harizah Farwah menyatakan pihaknya mengadakan penyuluhan edukasi pertanian organik di Desa Bandung, Nganjuk, Jatim, karena mayoritas masyarakatnya adalah petani.

“Kami dari Mak Ganjar Jatim berkolaborasi dengan Kelompok Tani Sumber Pangan untuk memberikan edukasi tentang pertanian organik kepada petani di sini,” katanya setelah kegiatan penyuluhan di Desa Bandung, Kecamatan Prambon, Nganjuk, Jawa Timur, Rabu (8/2/2023).

Baca Juga :  Ganjar Milenial Center Malang Ajak Warga Bersih-Bersih dan Renovasi Musala Taman Bambu Mewek

Harizah mengungkapkan kebanyakan masyarakat di Desa Bandung, Nganjuk, adalah petani padi, bawang merah, dan cabai. Dengan demikian, menurut dia, petani di kawasan ini perlu diberi penyuluhan dan edukasi tentang pentingnya penggunaan pupuk organik

“Kami rasa sangat bermanfaat untuk masyarakat yang merupakan petani padi, bawang merah, dan cabe. Kami adakan penyuluhan ini untuk mengedukasi para petani di sini agar bisa menanam secara organik dengan pemberian pupuk organik,” ujarnya.

Harizah menambahkan masyarakat makin sadar akan pentingnya pola hidup sehat sehingga tanaman organik makin digandrungi.

“Pangsa pasar tanaman organik makin luas sehingga ini menjadi kesempatan para petani untuk makin berkembang,” ungkapnya.

Setelah penyuluhan ini, Harizah berharap para petani mulai membuat pupuk organik dan mengurangi penggunaan pupuk berbahan kimia

“Harapannya, petani mulai sadar pentingnya penggunaan bahan organik seperti pupuk yang terbuat dari rempah-rempah. Petani juga diharapkan nanti mulai mengurangi penggunaan bahan kimia seperti pupuk kimia dalam mengolah pertanian mereka,” ucapnya.

Baca Juga :  Santri Dukung Ganjar Gelar Festival Selawat dan Musik Islami di Kota Malang

Harianto yang merupakan penyuluh pertanian organik yang juga seorang petani menyatakan pupuk untuk bertani sebaiknya menggunakan bahan organik karena banyak keuntungannya.

“Kami menggunakan pupuk organik fermentasi sendiri. Ini bisa menghemat pengeluaran, lalu bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia. Petani diuntungkan. Pupuk kimia cenderung lebih mahal dan memiliki dampak tertentu bagi tanaman,” kata Harianto.

Setelah penyuluhan yang diberikan, Harianto berharap petani di daerah tersebut memahami cara membuat pupuk organik. Apalagi, bahan-bahannya mudah ditemukan.

“Intinya, kami tadi menanam bersama petani sehingga mereka mengerti cara menanam tanaman dengan bahan organik. Gunakan pupuk organik karena kita bisa buat sendiri dengan bahan-bahan seperti kunir dan temulawak. Ini demi kesehatan tanaman dan manusia yang mengonsumsinya,” ucapnya. (her/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Percepat Akses Listrik di Kepulauan, Pemkab Sumenep Terima Hibah PLTS 2 MW
BGN Kembali Suspend Puluhan SPPG di Sumenep, Tak Punya SLHS dan IPAL
Kemenag RI Resmi Tetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 19 Februari 2025
Pemerintah dan NU Kompak Prediksi 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026
Pemeriksaan Dugaan Ijazah Palsu, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan selama 2 Jam Lebih
SPPG Bermasalah Diancam Ditutup Total, Pemerintah Tak Ingin Program MBG Dikelola Asal-asalan
Rakernas III Resmi Ditutup, IWO Mantapkan Peran sebagai Penjaga Moral Informasi Bangsa di Era Digital
PP IWO Minta Media Online Tetap Berpegang Teguh pada Prinsip Kode Etik Jurnalistik di Tengah Arus Disrupsi Digital

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:06 WIB

Percepat Akses Listrik di Kepulauan, Pemkab Sumenep Terima Hibah PLTS 2 MW

Rabu, 18 Februari 2026 - 02:06 WIB

Kemenag RI Resmi Tetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 19 Februari 2025

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:32 WIB

Pemerintah dan NU Kompak Prediksi 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:08 WIB

Pemeriksaan Dugaan Ijazah Palsu, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan selama 2 Jam Lebih

Kamis, 25 Desember 2025 - 19:43 WIB

SPPG Bermasalah Diancam Ditutup Total, Pemerintah Tak Ingin Program MBG Dikelola Asal-asalan

Berita Terbaru