Pengamat Hukum: Polisi Harus Turun Selidiki Toilet Viral

- Redaksi

Selasa, 11 Juli 2023 - 19:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Kapolres Sumenep AKBP Edo Satya Kentriko (foto istimewa)

Kapolres Sumenep AKBP Edo Satya Kentriko (foto istimewa)

Seputarjatim.com- Gaduh tentang toilet viral mulai disikapi sejumlah pengamat hukum di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, salah satunya Zamrud Khan. Menurutnya, polisi harus memberi perhatian khusus dan turun menyelidiki.

“Ada tidaknya laporan tentang dugaan ketidakberesan proyek ini, tidak menjadi alasan bagi polisi untuk tidak menyelidiki. Polisi bisa membuat laporan oleh mereka sendiri, dan diselidiki sendiri oleh polisi,” terang Zamrud Khan, Selasa (11/7/2023).

Langkah yang harus diambil polisi, menurut Zamrud adalah dengan meminta keterangan dari 15 sekolah penerima proyek DAK toilet viral, dan para pelaksana proyeknya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi polisi harus aktif dan tidak terus gaduh. Panggil sekolah-sekolahnya, lalu pemilik CV nya, lihat RAB nya, ditelaah,” imbuh Zamrud.

Baca Juga :  Toilet Viral Sumenep Dicibir Setara Harga Rumah Subsidi Rp125 Juta

Menurut Zamrud, dari foto toilet yang beredar di media sosial, pihaknya juga menduga ada yang tidak beres dalam pelaksanaan proyek tersebut.

“Kalau anggarannya 125 juta, jadi per bilik toilet itu senilai 30 juta lebih. Terlalu mahal itu kalau sekian. Makanya polisi harus segera respon,” kata Zamrud.

Sementara itu Kapolres Sumenep AKBP Edo Satya Kentriko mengatakan, pihaknya tetap mengikuti perkembangan isu proyek toilet yang muncul sepekan terakhir.

“Ya personil kami kan juga ada dari intel yang bekerja. Tetap kami monitor. Hanya saja untuk pengawalan pelaksanaan proyek DAK, saat ini Pemkab Sumenep hanya menjalin kerjasama dengan Kejaksaan Negeri Sumenep, Polres enggak,” terang AKBP Edo Satya Kentriko, Selasa (11/6/2023).

Baca Juga :  MKKS Bantah Disdik Sumenep Lakukan Pungli Dana BOS

Sebelumnya publik kabupaten Sumenep dikejutkan dengan temuan proyek senilai 125 juta di SDN Lalangon 1, Kecamatan Manding, Sumenep. Menurut Dinas Pendidikan, toilet serupa telah dibangun sebanyak 15 unit di tahun 2022, dan akan kembali membangun 20 toilet yang sama di tahun 2023. Sorotan publik juga mulai diarahkan kepada pelaksana proyek DAK Dinas Pendidikan Sumenep yang diduga dimonopoli oleh dua kontraktor rekanan Pemkab Sumenep. (red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Dugaan Pencurian Kayu di Nonggunong, Tiga Tersangka Terancam Dijemput Paksa
Tiga Tersangka Dugaan Pencurian Kayu di Nonggunong Belum Ditahan Polisi
Sidang Korupsi BSPS Sumenep Memasuki Fase Akhir, 5 Terdakwa Segera Hadapi Putusan
Istri Sah Gerebek Suami Bersama Wanita Lain di Rumah Kos, Kasus Bergulir ke Polresta Sumenep
Selangkah Lagi ke Meja Hijau, Kejari Sumenep Genjot Berkas Korupsi DD Kades Pragaan Daya
Sidang Tuntutan Korupsi BSPS Digelar, Akankah Penyebutan Nama Oknum DPRD Sumenep Ditindaklanjuti?
Puluhan Pohon Jati Aset Desa Nonggunong Diduga Ditebang Ilegal, Pj Kades Minta Polisi Usut Tuntas
Sidang Korupsi BSPS di Sumenep Masuk Babak Penentuan, 6 Terdakwa Siap Diperiksa

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:47 WIB

Kasus Dugaan Pencurian Kayu di Nonggunong, Tiga Tersangka Terancam Dijemput Paksa

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:04 WIB

Tiga Tersangka Dugaan Pencurian Kayu di Nonggunong Belum Ditahan Polisi

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:40 WIB

Sidang Korupsi BSPS Sumenep Memasuki Fase Akhir, 5 Terdakwa Segera Hadapi Putusan

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:44 WIB

Istri Sah Gerebek Suami Bersama Wanita Lain di Rumah Kos, Kasus Bergulir ke Polresta Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:15 WIB

Selangkah Lagi ke Meja Hijau, Kejari Sumenep Genjot Berkas Korupsi DD Kades Pragaan Daya

Berita Terbaru