Penarikan SPP Di SMAN 1 Kalianget Seret Nama Mantan Kacabdin

- Redaksi

Selasa, 1 Agustus 2023 - 11:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Foto:SMAN 1 Kalianget (ist)

Foto:SMAN 1 Kalianget (ist)

SUMENEP, seputarjatim.com-Penarikan SPP di SMAN 1 Kalianget seret nama mantan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Sumenep yakni Syamsul Arifin, Moh. Sadik selaku Kepala Sekolah mengatakan bahwa pungutan berlebel SPP tersebut sudah atas persetujuan Kacabdin.

Bahkan secara blak-blakan Moh. Sadik beralibi bahwa penarikan SPP di SMA Negeri 1 Kalianget tidak bertentangan dengan aturan yang ada karena berbentuk Sumbangan Partisipasi Masyarakat (SPM), jadi berbentuk Sumbangan bukan iuran.

“Berdasarkan Permen tentang SPM itu makanya kita tarik sumbangan dari siswa tersebut yang sudah disepakati sebesar Rp.50.000 dan itu semua dilaporkan dan minta persetujuan kepada Kacabdin Sumenep dan disetujui ,” jelasnya.

Sadik mengatakan, terkait SPP tersebut dirinya hanya menjadi fasilitator atau penyambung dari komite sekolah.

“Kepentingan SPP itu kita anu ke komite sekolah, jadi sampean kalau mau diskusi Monggo silahkan ke komite,” ujarnya. Senin (31-07-2023).

Sadik menambahkan untuk besaran SPP yang merinci semuanya adalah komite, dirinya hanya mendampingi dan mendengarkan saja.

“Disepakati Rp.50.000 per siswa dengan tidak mengentengkan siswa-siswa yang dari jalur tidak mampu,” terangnya.

Padahal sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di berbagai kesempatan telah dengan tegas melarang adanya pungutan terhadap siswa, apapun nama dan bentuknya.

Baca Juga :  Gubernur Jatim ke Sumenep Atas Kesungguhan RSUD Moh Anwar dalam Berikan Layanan Terbaik dan Profesional

“Program SPP gratis ini sudah berjalan sejak 2019 lalu. Jadi sekolah tidak diperkenankan memungut rupiah sepeser pun dari siswa. Semua gratis, seluruh Jatim,” kata Khofifah, beberapa waktu lalu.

Dengan adanya pungutan setiap bulan kepada peserta didik SMAN 1 kalianget ini menimbulkan dugaan adanya peran mafia SPP yang dimodifikasi menjadi SPM ini.

Seputarjatim.com akan terus melakukan penelusuran dan konfirmasi lanjutan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam penarikan SPP di SMAN 1 Kalianget. (Bam)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disbudporapar Sumenep Buka Pintu Kreativitas Masyarakat untuk Kalender Event 2027
Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026
Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum
Semangat Santri Berbuah Prestasi, Syahrini Firotul Irfah Raih Peserta Terbaik Putri PAB ke VIII FKMSB Jombang
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 13:01 WIB

Disbudporapar Sumenep Buka Pintu Kreativitas Masyarakat untuk Kalender Event 2027

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026

Berita Terbaru