Alasan Dewan Juri Pilih Logo ‘Kubah Asta Tinggi’ dalam Sayembara Logo Hari Jadi ke-756

- Redaksi

Sabtu, 12 Oktober 2024 - 21:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Hari Jadi ke-756

Logo Hari Jadi ke-756

SUMENEP, Seputar Jatim – Setelah muncul banyak pertanyaan dari peserta lain, akhirnya Ketua Dewan Juri, Ibnu Hajar, angkat suara terkait Kubah Asta Tinggi yang menjadi juara dalam sayembara logo hari jadi Sumenep ke-756.

Ibnu hajar mengatakan, bahwa kemarin banyak yang bertanya kepada juri soal peraih juara logo hari jadi yang memakai Kubah Asta Tinggi.

“Karena tema dengan logo keris sudah kita pakai kemarin, terus perahu majapahit sudah kita pakai juga kemarin,” katanya, saat di temui di kediamanya di Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (12/10/2024)

Baca Juga :  Telah Hadir Pneumatic Tube Sistem di RSUD Moh Anwar Sumenep

Untuk tahun ini, lanjut dia, sengaja dewan juri memilih dengan dasar background yang dikirim oleh peserta yaitu kubah Asta Tinggi, salah satu congkok pemakaman raja-raja di Sumenep.

“Tapi walaupun demikian tidak mengurangi simbol-simbol kebudayaan yang ada seperti terselip ada keris, labang misem, terus kemudian ada masjid jamik, dan batik,  jadi universalitas simbol-simbol terbangun sehingga bisa memperoleh juara satu,” bebernya.

Maka itu salah satu alasan dewan juri memilih logo kubah Asta Tinggi sebagai juara. Selain itu juga ada pertanyaan, kenapa kok tidak kuda terbang dan semacamnya.

Baca Juga :  Nelayan Sumenep Siap Menangkan Pasangan Fauzi-Imam di Pilkada 2024

“Karena kuda terbang sudah menjadi logonya Kabupaten Sumenep, jadi dalam memilih itu ada kriteria-kriteria yang kami tetapkan mulai dari unsur estetika terus kemudian harmonisasi warna dan keterwakilan simbol-simbol budaya yang ada di Kabupaten Sumenep terus keterkaitan dengan tema juga, jadi itu yang kami pilih sehingga melahirkan kejuaraan itu,” pungkasnya. (Sand/EM).

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Cemarkan Profesi Wartawan, Akun TikTok Juan Kurniawan Bakal Diproses Hukum
Aksi Segel Kantor Berakhir, Pegadaian Pamekasan Siap Kembalikan Hak 47 Korban Lewat Mediasi Pengadilan
Dari Kursi Terdakwa ke Kursi Pejabat, Putusan Kasasi MA Kasus Indra Wahyudi Masih Menggantung
Diduga Langgar Juknis MBG, Live TikTok SPPG Lebeng Timur Mendadak Dijeda Usai Disoal Susu Coklat
Polemik E-Katalog Memanas, IWO Sumenep Nilai Kebijakan Terlalu Dipaksakan
BGN Suspend 17 SPPG di Jatim, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Ikut Terseret
Terseret Isu BSPS dan Proyek Lama, Kadis Kominfo Sumenep Didesak Buka Suara
BAP Korupsi BSPS 2024 Diduga Seret Nama Kadis Kominfo Sumenep, Alur Rekom Pencairan Diusut

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:25 WIB

Diduga Cemarkan Profesi Wartawan, Akun TikTok Juan Kurniawan Bakal Diproses Hukum

Selasa, 10 Maret 2026 - 00:28 WIB

Aksi Segel Kantor Berakhir, Pegadaian Pamekasan Siap Kembalikan Hak 47 Korban Lewat Mediasi Pengadilan

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:43 WIB

Dari Kursi Terdakwa ke Kursi Pejabat, Putusan Kasasi MA Kasus Indra Wahyudi Masih Menggantung

Kamis, 5 Maret 2026 - 02:57 WIB

Diduga Langgar Juknis MBG, Live TikTok SPPG Lebeng Timur Mendadak Dijeda Usai Disoal Susu Coklat

Senin, 2 Maret 2026 - 14:24 WIB

Polemik E-Katalog Memanas, IWO Sumenep Nilai Kebijakan Terlalu Dipaksakan

Berita Terbaru