Alat Berat Penambang Fosfat Ilegal Lenyap saat Sidak Pemkab, Ditengarai Disembunyikan Tak Jauh dari Lokasi

- Redaksi

Sabtu, 29 Oktober 2022 - 08:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

SUMENEP, seputarjatim.com–Tim inspeksi mendadak (Sidak) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Tidur, kecolongan dan seakan sengaja dikibuli oleh penambang fosfat ilegal tidak berizin yang beroperasi sembunyi-sembunyi di dua desa Kecamatan Lenteng, yakni di Desa Ellak Daya dan Daramista yang lokasinya sangat berdekatan.

Pasalnya, saat sidak di lokasi, Jumat (28/10/2022), tim sidak tidak mendapati para pekerja tambang fosfat ilegal yang biasanya sibuk bekerja mengemas hasil eksploitasi pertambangan fosfat kedalam karung dengan jumlah banyak. Tidak hanya itu, alat berat di lokasi tambang ilegal itupun ikut tiba-tiba lenyap.

Baca Juga :  Bantu Abang Becak, SAI dan AF Peduli Kampanyekan Gotong Royong Hadapi Covid-19

Usut punya usut, ternyata, menurut sumber yang identitasnya minta dirahasiakan, alat berat tersebut ditengarai sengaja dipindah disembunyikan dari tempat penambangan yang tidak jauh dari lokasi.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau tidak percaya coba sampean datang besok mas,”  Ucapnya singkat sambil memberikan bocoran dimana alat berat tersebut disembunyikan.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA), Ernawan Utomo memastikan bahwa tambang fosfat yang ada di Desa Ellak Daya dan Daramista tersebut Ilegal.

Baca Juga :  Buka Kejurnas Drag Bike 2022, Ini Pesan Bupati Sumenep

“Waktu tim turun ke lokasi tidak ada aktivitas. Namun saya pastikan aktivitas pertambangan fosfat tersebut ilegal,”terangnya. Jumat (28/10/2022).

Disinggung langkah strategis apa yang akan dilakukan , pihaknya menegaskan akan berkordinasi dengan Tim terpadu Penertiban Penambangan Tanpa Izin (PETI).

“Untuk selanjutnya kita akan mengerahkan tim PETI, yang melibatkan satpol PP dan Polisi,” tegasnya.

Sampai berita ini tayang kembali, seputarjatim.com bersama tim akan terus melakukan penelusuran lebih lanjut seraya terus mengonfirmasi kepada pihak-pihak terkait lainnya. (Bam)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disbudporapar Sumenep Buka Pintu Kreativitas Masyarakat untuk Kalender Event 2027
Perawat Puskesmas Dasuk Diamankan Bersama Rekannya, Polisi Temukan 3,50 Gram Sabu
Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Diduga Hamili Gadis di Bawah Umur, Pria 20 Tahun di Sumenep Ditetapkan sebagai Tersangka
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026
Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 13:01 WIB

Disbudporapar Sumenep Buka Pintu Kreativitas Masyarakat untuk Kalender Event 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Perawat Puskesmas Dasuk Diamankan Bersama Rekannya, Polisi Temukan 3,50 Gram Sabu

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB

Berita Terbaru