SUMENEP, Seputar Jatim – Pemerintah Kabupaten Sumenep mengawali tahun 2026 dengan perombakan besar pada jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).
Sebanyak sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama (Eselon II) resmi dilantik dan dimutasi dalam prosesi kenegaraan di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Mutasi ini dibaca sebagai langkah strategis untuk menajamkan kinerja birokrasi di sektor-sektor kunci pelayanan publik, seiring meningkatnya tuntutan pembangunan dan target kinerja daerah.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan, bahwa rotasi kali ini menyasar langsung OPD strategis yang menjadi tulang punggung pelayanan dan pembangunan daerah.
Mulai dari pendapatan daerah, pendidikan, sosial, investasi, ketenagakerjaan, hingga lingkungan hidup dan pariwisata.
“Ini bukan mutasi pinggiran. Ini jantung pelayanan publik. Ketika target pembangunan naik, maka kepemimpinan OPD juga harus naik kelas,” tegasnya, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, mutasi jabatan merupakan instrumen manajerial untuk menguji sekaligus meningkatkan kapasitas aparatur.
Seluruh pejabat yang dilantik telah melalui evaluasi kinerja ketat, dengan indikator utama berbasis capaian dan dampak kebijakan.
“Birokrasi tidak boleh stagnan. Yang dinilai bukan senioritas, tetapi hasil kerja dan kemampuan membaca arah kebijakan,” bebernya.
Sejumlah posisi strategis kini diisi wajah-wajah baru, di antaranya: Ferdiansyah dipercaya memimpin Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dengan mandat memperkuat pendapatan asli daerah.
Agus Dwi Saputra ditunjuk sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) guna mendorong desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Moh. Iksan mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Pendidikan di tengah tantangan peningkatan mutu dan pemerataan layanan.
Anwar Syahroni memimpin Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan beban isu lingkungan yang semakin kompleks.
Sementara, Rahman Riadi ditugaskan sebagai Kepala Dinas Sosial P2A untuk memastikan program sosial lebih responsif dan tepat sasaran.
Di sektor investasi dan perizinan, Heru Santoso dipercaya memimpin DPMPTSP. Mustangin ditunjuk sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan untuk memperkuat serapan tenaga kerja.
Faruk Hanafi memimpin Disbudporapar dengan mandat optimalisasi potensi pariwisata dan ekonomi kreatif, sementara Beni Irawan mengisi posisi Kepala BKPSDM sebagai garda depan manajemen aparatur sipil negara.
Lebih lanjut Bupati Fauzi menegaskan, mutasi ini akan dibarengi pengawasan ketat dan evaluasi berkala.
“2026 bukan tahun uji coba. Ini tahun kerja keras. Target harus tercapai dan pelayanan publik harus benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Langkah ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk menjadikan birokrasi sebagai mesin kinerja yang efektif, bukan sekadar struktur administratif. (Sand/EM)
*
Penulis : Sand
Editor : EM
Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com









