Awal 2026, Bupati Sumenep Rombak OPD Inti, Gagal Capai Target Siap Dievaluasi

- Redaksi

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELANTIKAN: Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, saat melantik dan mengambil sumpah jabatan sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep di Pendopo Agung Keraton Sumenep (Mufti Che - Seputar Jatim)

PELANTIKAN: Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, saat melantik dan mengambil sumpah jabatan sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep di Pendopo Agung Keraton Sumenep (Mufti Che - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Pemerintah Kabupaten Sumenep mengawali tahun 2026 dengan perombakan besar pada jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).

Sebanyak sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama (Eselon II) resmi dilantik dan dimutasi dalam prosesi kenegaraan di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Mutasi ini dibaca sebagai langkah strategis untuk menajamkan kinerja birokrasi di sektor-sektor kunci pelayanan publik, seiring meningkatnya tuntutan pembangunan dan target kinerja daerah.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan, bahwa rotasi kali ini menyasar langsung OPD strategis yang menjadi tulang punggung pelayanan dan pembangunan daerah.

Mulai dari pendapatan daerah, pendidikan, sosial, investasi, ketenagakerjaan, hingga lingkungan hidup dan pariwisata.

Baca Juga :  Ditegur Soal Uji Limbah MBG, Akun TikTok SPPG Rubaru 002 Sibuk Salahkan Media

“Ini bukan mutasi pinggiran. Ini jantung pelayanan publik. Ketika target pembangunan naik, maka kepemimpinan OPD juga harus naik kelas,” tegasnya, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, mutasi jabatan merupakan instrumen manajerial untuk menguji sekaligus meningkatkan kapasitas aparatur.

Seluruh pejabat yang dilantik telah melalui evaluasi kinerja ketat, dengan indikator utama berbasis capaian dan dampak kebijakan.

“Birokrasi tidak boleh stagnan. Yang dinilai bukan senioritas, tetapi hasil kerja dan kemampuan membaca arah kebijakan,” bebernya.

Sejumlah posisi strategis kini diisi wajah-wajah baru, di antaranya: Ferdiansyah dipercaya memimpin Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dengan mandat memperkuat pendapatan asli daerah.

Agus Dwi Saputra ditunjuk sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) guna mendorong desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Moh. Iksan mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Pendidikan di tengah tantangan peningkatan mutu dan pemerataan layanan.

Anwar Syahroni memimpin Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan beban isu lingkungan yang semakin kompleks.

Sementara, Rahman Riadi ditugaskan sebagai Kepala Dinas Sosial P2A untuk memastikan program sosial lebih responsif dan tepat sasaran.

Di sektor investasi dan perizinan, Heru Santoso dipercaya memimpin DPMPTSP. Mustangin ditunjuk sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan untuk memperkuat serapan tenaga kerja.

Baca Juga :  Dana PKH Diduga Dipotong, Laporan Warga Pakondang Mengendap di Kejari Sumenep

Faruk Hanafi memimpin Disbudporapar dengan mandat optimalisasi potensi pariwisata dan ekonomi kreatif, sementara Beni Irawan mengisi posisi Kepala BKPSDM sebagai garda depan manajemen aparatur sipil negara.

Lebih lanjut Bupati Fauzi menegaskan, mutasi ini akan dibarengi pengawasan ketat dan evaluasi berkala.

“2026 bukan tahun uji coba. Ini tahun kerja keras. Target harus tercapai dan pelayanan publik harus benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Langkah ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk menjadikan birokrasi sebagai mesin kinerja yang efektif, bukan sekadar struktur administratif. (Sand/EM)

*

Penulis : Sand

Editor : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Eliminasi Bursa Sekda Sumenep, Dua Figur Menguat sebagai Kandidat Paling Diperhitungkan
Siapa Pewaris Kursi Sekda Sumenep? Empat Kandidat Dinilai Paling Potensial
Rebutan Kursi Sekda Sumenep Memanas, 8 Pejabat Lolos Administrasi
Bappeda Sumenep Matangkan Arah Pembangunan 2027 Lewat Forum Konsultasi Publik
Wabup Sumenep Kawal Diplomasi Pariwisata, Australia Bidik Wisata Kesehatan dan Budaya Dunia
Investasi Sumenep Tembus Rp2 Triliun di Tengah Transisi Aturan Perizinan
Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik
Apel Perdana 2026, Wabup Sumenep Minta ASN Kerja Nyata, Bukan Sekadar Formalitas

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 09:46 WIB

Eliminasi Bursa Sekda Sumenep, Dua Figur Menguat sebagai Kandidat Paling Diperhitungkan

Kamis, 5 Februari 2026 - 19:18 WIB

Siapa Pewaris Kursi Sekda Sumenep? Empat Kandidat Dinilai Paling Potensial

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:18 WIB

Rebutan Kursi Sekda Sumenep Memanas, 8 Pejabat Lolos Administrasi

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:13 WIB

Bappeda Sumenep Matangkan Arah Pembangunan 2027 Lewat Forum Konsultasi Publik

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:13 WIB

Wabup Sumenep Kawal Diplomasi Pariwisata, Australia Bidik Wisata Kesehatan dan Budaya Dunia

Berita Terbaru