Bupati Berbenah, Puskesmas Masalembu Berulah

- Redaksi

Minggu, 20 November 2022 - 21:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto:Orang tua pasien saat harus membawa sendiri mesin homlet ke puskesmas masalembu

Foto:Orang tua pasien saat harus membawa sendiri mesin homlet ke puskesmas masalembu

SUMENEP, seputarjatim.com–Bupati Achmad Fauzi sibuk berbenah memperbaiki layanan kesehatan di kabupaten Sumenep, Jawa Timur hingga mendapatkan tiga penghargaan di bidang kesehatan dari Gubernur Jawa Timur. Namun memprihatinkan, dibalik itu Puskesmas Masalembu yang menjadi sentra pelayanan kesehatan di kepulauan empat desa menjadi sorotan akan ulah pelayanannya kepada masyarakat (pasien).

Itu terkuak saat pasien yang masih bayi berumur 6 tahun melakukan perawatan di Puskesmas Masalembu, Sabtu (19/11/2022). Nahasnya, orang tua si bayi saat melakukan perawatan dan si bayi butuh di oksigen harus pontang panting mencari tabung oksigen dan mesin homlet.

Dikutip dari Media Matamaduranews.com, Askiyek, ortu si bayi yang menjalani perawatan di Puskesmas Masalembu menghubungi kontributor Mata Madura agar membantu mencarikan solusi karena si bayi butuh aliran listrik. Karena mesin diesel di Puskesmas Masalembu bakal dimatikan sesuai jadwal nyala.

“Mesin Puskesmas malam ini tetap dimatikan jam 10, meskipun kondisi bayi dalam keadaan di oksigen mas,” begitu SMS dari kontributor Mata Madura di Pulau Masalembu, Sabtu malam 19 November 2022 yang diterima redaksi.

Baca Juga :  Hartanto Boechori Ketua Umum PJI: Oknum Penganiaya Wartawan di Sumenep, Biadab

Sejak Sabtu siang. Haryadi, kontributor Mata Madura mengabarkan jika ada seorang bayi yang masih berumur 6 bulan, butuh oksigen saat dirawat di Puskesmas Masalembu, Sumenep.

Kapus Masalembu ditelpon oleh kontributor Mata Madura tak diangkat.

“Saya telpon kapusnya tiga kali ga diangkat,” tambah Haryadi.

Signal seluler di Pulau Masalembu untuk mengirim gambar atau teks ke aplikasi WhatsApp lagi bermasalah. Kecuali menggunakan jaringan wifi.

Haryadi bercerita. Sabtu siang. Putra pasangan Askiyek dan Ruhada ini tiba-tiba demam tinggi. Lalu kejang-kejang.

Si ortu panik. Lalu dibawa ke Puskesmas Masalembu. Sial. Saat di Puskesmas Masalembu si ortu disuruh mencari tabung oksigen.

Setelah mendapat tabung oksigen si ortu. Terdengar kabar jika mesin diesel Puskesmas bakal dimatiin sesuai jadwal. Ini pengakuan dari petugas jaga bernama Suaidi.

“Meskipun kondisi pasien ‘BAYI’ dalam keadaan di oksigen, pihak puskesmas tetap akan mematikan mesin pada jam 12. Itu keterangan dari pihak puskesmas, SUAIDI,” tambah Haryadi dalam keterangan via SMS ke redaksi Mata Madura.

Sabtu sore. Ayah si bayi, Askiyek lagi mencari tabung oksigen dan mesin homlet untuk mengaliri mesin penyambung tabung oksigen kepada si bayi.

Baca Juga :  Disinyalir Loloskan Perangkat Desa Yang Gunakan Ijazah Bukan Atas Namanya Sendiri, Profesionalisme Panitia Perekrutan Perangkat Desa Aenganyar Diragukan

Si bayi kini menjalani rawat inap di Puskesmas Masalembu.

“Foto bayi dan orang tua bayi yg sedang angkat mesin bawaan sendiri saya dokumentasi, saya kirim lewat WiFi dlu mas,” tulis Haryadi.

Haryadi menerangkan, saat kondisi bayi sakit, keluarga bayi sibuk mencari tabung oksigen dan mesin homlet untuk menghidupkan oksigen..

“Andai saja saya tidak menemukan homlet, bagaimana kondisi anak saya…
Ini masalah nyawa, apalagi seorang bayi. Itu komentar ortu bayi mas,” tambah Haryadi.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, Agus Mulyono memberi keterangan jika lampu di Puskesmas Masalembu tetap nyala. Oksigen untuk pasien sudah terpasang.

“Lampu nyala. Oksigen terpasang. Dokter sedang memeriksa malam ini dan akan dipantau terus..semoga pasien anak segera sembuh .🤲🤲🤲,” terang Kadis Agus saat memberi keterangan via WhatsApp kepada Mata Madura, Sabtu malam.

Kadinkes Agus memberi keterangan tertulis untuk memastikan pelayanan di Puskesmas Masalembu berjalan normal. (BS)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Cemarkan Profesi Wartawan, Akun TikTok Juan Kurniawan Bakal Diproses Hukum
Aksi Segel Kantor Berakhir, Pegadaian Pamekasan Siap Kembalikan Hak 47 Korban Lewat Mediasi Pengadilan
Dari Kursi Terdakwa ke Kursi Pejabat, Putusan Kasasi MA Kasus Indra Wahyudi Masih Menggantung
Diduga Langgar Juknis MBG, Live TikTok SPPG Lebeng Timur Mendadak Dijeda Usai Disoal Susu Coklat
Polemik E-Katalog Memanas, IWO Sumenep Nilai Kebijakan Terlalu Dipaksakan
BGN Suspend 17 SPPG di Jatim, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Ikut Terseret
Terseret Isu BSPS dan Proyek Lama, Kadis Kominfo Sumenep Didesak Buka Suara
BAP Korupsi BSPS 2024 Diduga Seret Nama Kadis Kominfo Sumenep, Alur Rekom Pencairan Diusut

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:25 WIB

Diduga Cemarkan Profesi Wartawan, Akun TikTok Juan Kurniawan Bakal Diproses Hukum

Selasa, 10 Maret 2026 - 00:28 WIB

Aksi Segel Kantor Berakhir, Pegadaian Pamekasan Siap Kembalikan Hak 47 Korban Lewat Mediasi Pengadilan

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:43 WIB

Dari Kursi Terdakwa ke Kursi Pejabat, Putusan Kasasi MA Kasus Indra Wahyudi Masih Menggantung

Kamis, 5 Maret 2026 - 02:57 WIB

Diduga Langgar Juknis MBG, Live TikTok SPPG Lebeng Timur Mendadak Dijeda Usai Disoal Susu Coklat

Senin, 2 Maret 2026 - 14:24 WIB

Polemik E-Katalog Memanas, IWO Sumenep Nilai Kebijakan Terlalu Dipaksakan

Berita Terbaru