Dana BSPS di Sumenep Diduga Disunat Oknum Korkab dan Pendamping hingga Capai Rp4,7 Juta Per Unit

- Redaksi

Jumat, 3 Januari 2025 - 13:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Ilustrasi: Dana BSPS di Sumenep Diduga Disunat

Ilustrasi: Dana BSPS di Sumenep Diduga Disunat

SUMENEP, Seputar Jatim – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di  Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih menjadi sorotan tajam bagi masyarakat.

Berdasarkan temuan terbaru, diduga ada pemotongan dana BSPS hingga mencapai Rp4,7 juta per unit.

Dengan rincian Rp3,5 juta diduga masuk ke kantong Koordinator Kabupaten (Korkab), sementara Rp 1,2 juta menjadi bagian pendamping.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Atas tindakan tak bertanggung jawab oleh oknum itu, penerima bantuan tersebut merasa dirugikan.

“Sudah banyak yang mengeluh dan melapor bahwa dana BSPS dipotong sebelum diterima penuh. Jumlahnya tidak sedikit, hingga Rp 4,7 juta per unit,” ucapnya, yang tak ingin disebutkan namanya, Jumat (3/1/2024).

Baca Juga :  Sejumlah Kades di Sumenep Kecewa Lantaran Program BSPS Diduga Diperjual Belikan

Sementara itu, Ketua LSM Brigade 571 Wilayah Madura, Sarkawi menyampaikan, tidak akan mundur untuk terus mengawal program BSPS di Sumenep

Ia pun mengaku sudah memiliki data valid terkait praktik ini. Pihaknya tidak segan-segan untuk membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

“Jika dibiarkan, ini jelas mencederai kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Program BSPS seharusnya membantu masyarakat, bukan menjadi lahan korupsi,” tegasnya.

Saat dikonfirmasi terpisah melalui sambungan telepon WhatsApp, Kordinator Program BSPS Kabupaten Sumenep, hinga pendamping program tersebut belum memberikan jawaban apapun hingga berita ini diterbitkan. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026
Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep
Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas
Kuota Cuma 20 Grup, Jangan Lewatkan! Festival Banjari Al-Habsyi se-Sumenep Siapkan Hadiah Jutaan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:58 WIB

Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep

Berita Terbaru