Diduga Ada Mafia, Penyaluran Pupuk Bersubsidi Di Sumenep Menuai Polemik

- Redaksi

Senin, 11 Oktober 2021 - 08:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Foto: Ilustrasi

Foto: Ilustrasi

Sumenep,Seputarjatim.com,- Pendistribusian Pupuk bersubsidi ke kepulauan khususnya Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, mendapat banyak sorotan, bahkan terkesan ada mafia yang ikut bermain di dalamnya, sehingga pupuk bersubsidi tersebut tidak pernah tersalurkan ke desa Pagerungan besar.

N (inisial) salah satu kelompok tani yang ada di desa Pagerungan besar bercerita bahwa di desanya ada 4 kelompok tani, namun sampai sekarang tidak pernah merasa dihubungi untuk bantuan pupuk bersubsidi itu, baik dari Dinas Pertanian, PPL dan Distributor.

“Kami bersama kelompok tani yang lain apabila mau membeli pupuk harus membeli ke pulau Saur dengan harga pastinya melebihi harga eceran tertinggi (HET),” Terangnya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal senada juga diungkapkan H. Rahim Kepala Desa Pagerungan Besar, dirinya mengatakan dari awal hingga kini tidak pernah ada dari dinas terkait atau PPL yang menghubungi  kelompok tani di desanya, sehingga masyarakat kalau membutuhkan pupuk harus nyebrang laut lagi ke pulau saur.

Baca Juga :  Rawan Terjadi Konflik Tenurial, Disperkimhub Sumenep Sosialisasi PPTPKH

“kita jangan mau dibodohi oleh distributor yang mendistribusikan pupuk bersubsidi ke Desa Pagerungan besar. karena kelompok tani di desa pegerungan besar sampai sekarang tidak pernah dihubungi untuk penebusan pupuk itu,” Terangnya.

Lanjut H. Rahim, terkait dengan adanya kabar bahwa kelompok tani tidak pernah menebus pupuk tersebut, dirinya mengatakan bahwa kabar tersebut tidak benar.

“Gimana mau nebus wong kelompok tani tidak pernah dihubungi,” Jelas H. Rahim keheranan.

Dikonfirmasi terkait pendistribusian pupuk yang 20 ton ke Pagerungan Besar, H. Rahim menduga itu hanya trik meraka untuk mengelabuhi kelompok tani.

“Kita jangan kalah dengan tipu daya mereka, mestinya mereka.menjelaskan siapa distributor penerima Pupuk bersubsidi itu,” Pungkasnya.

Sementara itu penanggung jawab UD. Citra Bahari, Jl Sapangkur besar, Kecamatan sapeken menyatakan bahwa selama ini kelompok tani yang ada di desa Pagerungan Besar belum pernah melakukan penebusan, yang ada hanya desa Sabuntan, desa Paliat dan desa Sepanjang.

Baca Juga :  Kades Jate Beberkan Fakta soal Tudingan Dugaan Penyelewengan Bansos di Desanya

” eRDKK tidak fiktif, mereka hanya diajukan berdasarkan keberadaan lahan pertanian dan asumsi kebutuhan pupuk berdasarkan luas area pertanian, tapi tidak melakukan penebusan, sehingga dilaporan serapan oleh kios melalui aplikasi T-Pubers juga nihil,”Katanya Via Whatsaap. Kamis, 7/10/2021.

Untuk sekedar diketahui berikut jenis Pupuk bersubsidi di Desa Pagerungan besar menurut eRDKK dan alokasi SK Camat :

Pupuk UREA : 2,746, Pupuk ZA : 2,747, Pupuk SP-37 : 0,836, Pupuk NPK : 5,703, Pupuk OGR GRANUL : 0,011, Pupuk ORG Cair : 0,011.

Sedangkan alokasi SK Camat, UREA : 2,74, jenis ZA : 2,7, Pupuk SP-36 :0,83, Pupuk NPK : 5,6, Pupuk ORG GRANUL : 0.08, ORG Caur : 0. (Bam)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026
Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep
Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas
Kuota Cuma 20 Grup, Jangan Lewatkan! Festival Banjari Al-Habsyi se-Sumenep Siapkan Hadiah Jutaan
Peringati Hari Parlemen 2026, DPRD Sumenep Siapkan Hadiah Rp100 Juta dan Sembako
Dugaan Tiru Rokok Ilegal Marbol Berujung Teror dan Perusakan, Kendaraan Ibu di Pamekasan Diambil

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:58 WIB

Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas

Berita Terbaru