Lia Istifhama Jadi Tokoh Penggerak Gerakan Sosial Inklusif dan Literatif 2025 pada Malam Anugerah SMSI Award 2025

- Redaksi

Jumat, 30 Mei 2025 - 09:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

TERSENYUM: Lia Istifhama saat menerima penghargaan pada Malam Anugerah SMSI Award 2025 (Doc. Seputar Jatim)

TERSENYUM: Lia Istifhama saat menerima penghargaan pada Malam Anugerah SMSI Award 2025 (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim –  Malam Anugerah SMSI Award 2025, yang digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Madura, Jawa Timur, berlangsung meriah, Rabu (28/5/2025).

Acara yang diselenggarakan oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep menjadi panggung apresiasi bagi tokoh-tokoh yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi masyarakat, khususnya di wilayah Madura dan Jawa Timur secara umum.

Para penerima penghargaan dinilai berdedikasi dalam bidang sosial, budaya, dan pembangunan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu tokoh Perempuan yang menerima penghargaan tersebut adalah anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Lia Istifhama, mendapatkan anugerah sebagai Tokoh Penggerak Gerakan Sosial Inklusif dan Literatif 2025.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas peran aktif Lia dalam mendorong terciptanya masyarakat yang inklusif, adil, dan melek literasi, baik melalui kegiatan sosial, advokasi kebijakan, maupun program pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankannya.

Baca Juga :  RSUDMA Sumenep Hadirkan Meja MJKN dan IPP, Permudah Pasien dalam Proses Pendaftaran ke Poliklinik

Kontribusi konsisten Lia di berbagai wilayah Jawa Timur, termasuk Sumenep, menjadikannya sebagai salah satu tokoh perempuan berpengaruh dalam bidang pembangunan sosial dan penguatan kapasitas masyarakat melalui pendekatan literasi dan inklusi sosial.

Ketua SMSI Kabupaten Sumenep, Wahyudi mengatakan, Penghargaan Malam Anugerah SMSI Award ini merupakan bentuk apresiasi penting atas kerja keras dan inovasi para penerima.

“Penghargaan ini memicu semangat untuk terus berbenah dan menghadirkan terobosan demi kemajuan masyarakat di berbagai sektor,” ujarnya.

Sementara itu, Lia Istifhama, yang akrab disapa Neng Lia, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara dirinya sebagai perwakilan rakyat dengan insan media seperti SMSI untuk membangun daerah.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada SMSI Sumenep atas penghargaan ini. Semoga kolaborasi antara saya dan SMSI Kabupaten Sumenep dapat terus berjalan harmonis dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” bebernya.

Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam menyuarakan aspirasi rakyat dan mendukung berbagai gerakan sosial yang berpihak pada masyarakat kecil. Ia pun berharap media lokal terus berperan aktif sebagai jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat.

Ketua Panitia SMSI Award 2025, Toifur Ali Wafa, menyampaikan bahwa, Penghargaan yang diterima Dr. Lia Istifhama menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan nilai-nilai sosial, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan. Ia dikenal aktif dalam berbagai forum kebangsaan dan kegiatan literasi berbasis komunitas.

Toifur menambahkan, Dengan penghargaan ini, kami berharap semakin banyak tokoh muda dan pemimpin perempuan terinspirasi untuk berkiprah lebih luas dalam membangun masyarakat inklusif dan berdaya saing tinggi di era digital yang terus berkembang.

“Melalui ajang seperti SMSI Award, diharapkan tumbuh semangat kolektif untuk mendorong perubahan positif, terutama dalam memperkuat jaringan sosial, literasi masyarakat, serta penguatan peran media dalam demokrasi lokal yang sehat dan berkeadilan,” tandsnya.

Diketahhi, Malam Anugerah SMSI Award 2025 ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh penting Jawa Timur, pejabat daerah se-Madura, serta para jurnalis dan insan media dari berbagai kabupaten di wilayah Madura.

Suasana malam penganugerahan semakin meriah dengan penampilan seni budaya lokal. Dua grup musik tradisional, Tong-Tong Angin Ribut dan Mega Remmeng, turut memeriahkan panggung dengan pertunjukan khas Madura yang enerjik dan menghibur.

Para tamu undangan antusias mengikuti jalannya acara yang berlangsung khidmat sekaligus meriah. Selain menjadi ajang penghargaan, malam tersebut juga menjadi momentum silaturahmi dan penguatan sinergi antara media, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026
Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep
Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas
Kuota Cuma 20 Grup, Jangan Lewatkan! Festival Banjari Al-Habsyi se-Sumenep Siapkan Hadiah Jutaan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:58 WIB

Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep

Berita Terbaru