Diduga Tak Punya Dokumen Analisis, Lokasi Mie Gacoan di Sumenep Berpotensi Kemacetan

- Redaksi

Senin, 10 Maret 2025 - 23:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PINGGIR JALAN: Proses pembangunan mie gacoan di Sumenep (SandiGT - Seputar Jatim) 

PINGGIR JALAN: Proses pembangunan mie gacoan di Sumenep (SandiGT - Seputar Jatim) 

SUMENEP, Seputar Jatim – Tempat pembangunan Mie Gacoan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diduga belum mengantongi dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin).

Diketahui, pembangunan dari PT. Pesta Pora Abadi ini ber potensi mengganggu arus lalu lintas dan mengakibatkan kemacetan karena berada di pertigaan traffic light Jalan Trunojoyo-Jalan Dr. Cipto.

“Pesta Pora Abadi tidak mengantongi Sertifikat Andalalin untuk pembangunan gerai Mie Gacoan Sumenep hingga saat ini,” ujar Staf Lalin Bagian Andalalin Disperkimhub Sumenep, Sumanto Aji, Senin (10/3/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Disbudporapar Siapkan Strategi untuk Lestarikan Seni dan Budaya di Sumenep

Seharusnya, lanjut Aji, Andalalin diurus sebelum pekerjaan pembangunan gedung dimulai.

Sebab, kata dia, lokasi gedung dan tata ruang akan dimusyawarahkan apakah memenuhi syarat atau tidak.

“Pengurusan dan perizinan Andalalinnya sedang berlangsung ke Dinas Perhubungan Jawa Timur. Karena, gerai yang sedang dibangun itu berada di sekitar jalan nasional,” jelasnya.

“Usaha Mie Gacoan sudah pasti akan mengganggu arus lalu lintas. Karena, posisi gerai berada di pertigaan traffic light,” tegasnya.

Apalagi, di utara tempat Mie Gacoan terdapat Kantor Cabang BRI Sumenep yang kerap banyak pengunjung.

“Kami menyarankan pengembang koordinasi dan konsultasi dengan kepolisian. Jika perlu mengubah rambu lalin untuk menghindari kemacetan dan kecelakaan, ya, silakan komunikasi dengan kepolisian,” pungkasnya. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aroma Dugaan Penyelewengan DD Meddelan Terungkap, Inspektorat Sumenep Dinilai Kecolongan
Inspektorat Sumenep Periksa Dana Desa Meddelan, Warga Mulai Bertanya?
Rambu Minim, Proyek Jembatan di Pakandangan Dikeluhkan Warga karena Rawan Kecelakaan
Inspektorat Sumenep Siap Telusuri Dugaan Penyimpangan Dana BUMDes Meddelan
Dana Desa Meddelan Diduga Tak Sesuai Peruntukan, Inspektorat Sumenep Didesak Turun Tangan
Suarakan Semangat Nasionalisme, IWO Sumenep Kembali Hadirkan Lomba Baca Puisi dan Pidato Bung Karno 2026 se-Madura
Nasib 5.224 PPPK Paruh Waktu Jadi Prioritas, Pemkab Sumenep Siapkan Langkah Strategis
Video Asusila 4 Menit 27 Detik Viral, Pelajar SMP di Pamekasan Diamankan Polisi

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:40 WIB

Aroma Dugaan Penyelewengan DD Meddelan Terungkap, Inspektorat Sumenep Dinilai Kecolongan

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:08 WIB

Inspektorat Sumenep Periksa Dana Desa Meddelan, Warga Mulai Bertanya?

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:35 WIB

Rambu Minim, Proyek Jembatan di Pakandangan Dikeluhkan Warga karena Rawan Kecelakaan

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:22 WIB

Inspektorat Sumenep Siap Telusuri Dugaan Penyimpangan Dana BUMDes Meddelan

Senin, 18 Mei 2026 - 12:41 WIB

Dana Desa Meddelan Diduga Tak Sesuai Peruntukan, Inspektorat Sumenep Didesak Turun Tangan

Berita Terbaru

MENULIS: Ketua Komisi II DPRD Sumenep, Faisal Muhlis, sedang rapat dengan anggota dewan (Foto Istimewa)

Pemerintahan

DPRD Sumenep Dorong Transaksi Elektronik untuk Tingkatkan PAD

Jumat, 5 Jun 2026 - 23:35 WIB