Ditegur Soal Uji Limbah MBG, Akun TikTok SPPG Rubaru 002 Sibuk Salahkan Media

- Redaksi

Rabu, 14 Januari 2026 - 09:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SC: Akun TikTok SPPG Rubaru 002 (Doc. Seputar Jatim)

SC: Akun TikTok SPPG Rubaru 002 (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Akun TikTok SPPG Rubaru 002 melayangkan protes keras kepada redaksi Jatimkita.id melalui pesan langsung (DM) setelah akunnya ditandai dalam sebuah konten.

Protes tersebut disertai tudingan bahwa tulisan yang dimuat tidak memenuhi kaidah jurnalistik.

Namun sikap kritis itu tidak ditunjukkan ketika redaksi mengajukan pertanyaan paling mendasar dan krusial bagi kepentingan publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apakah SPPG Rubaru 002 memiliki surat hasil uji laboratorium air limbah sebagaimana diwajibkan dalam petunjuk teknis (juknis). Namin, pertanyaan tersebut tak pernah dijawab secara tegas.

Alih-alih memberikan klarifikasi berbasis data, sejak awal percakapan akun SPPG Rubaru 002 justru memilih menyerang gaya penulisan dan narasi.

“bikin berita apasih min kok gajelas,” ucap akun TikTok @sppg.rubaru.002, Rabu (14/1/2026).

“5W 1H nya dulu di perbaiki min,” sambungnya.

Baca Juga :  Saat Publik Gugat SPPG di Sumenep, SPPI Absen dari Klarifikasi

Bahkan, akun tersebut juga mempersoalkan penyebutan wilayah Sumenep dalam narasi, meskipun Rubaru secara administratif merupakan bagian dari Kabupaten Sumenep.

“di narasi itu menggunakan istilah ‘sumenep’ lantas kenapa rubaru?,” ujarnya.

“tag mimin aja ga bener,” timpalnya.

Atas hal itu, Redaksi Jatim Kira menegaskan, bahwa tulisan yang dipersoalkan merupakan artikel opini, bukan berita lurus (straight news), sehingga pendekatan penulisannya berbeda dan sah menurut kaidah jurnalistik. Penjelasan ini telah disampaikan langsung dalam percakapan.

Kemudiam, akun SPPG Rubaru 002 bahkan mengklaim bahwa pihaknya memiliki latar belakang di dunia media.

“terus terang saya alumni pegang media juga min,” tutur akun TikTok @sppg.rubaru.002 itu.

Namun klaim tersebut dinilai tidak tercermin dalam respons yang diberikan. Alih-alih membantah kritik dengan dokumen, data, atau klarifikasi resmi, akun itu justru merendahkan karya jurnalistik dan menyerang personal redaksi.

Ketika media kembali mengarahkan pembahasan pada substansi utama, kewajiban kepemilikan surat uji laboratorium air limbah akun SPPG Rubaru 002 tetap menghindar.

“Benar tidak kalau tidak punya surat uji lab air limbah?,” tanya jurnalis.

“Kalau SPPG yang tidak punya surat uji lab air limbah bagaimana konsekuensinya sesuai juknis?,” tanya lagi.

Dua pertanyaan kunci tersebut tidak dijawab. Sebaliknya, akun SPPG Rubaru 002 merespons dengan pernyataan bernada merendahkan dan menutup ruang dialog substantif.

“Yang pegang medianya aja gini pantes,” bebernya.

“Saya ga punya waktu buat ladenin individu yang hanya sekedar beropini,” tandasnya.

Bungkam atas Dokumen, publikpun menunggu jawaban. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada satu pun pernyataan resmi, klarifikasi tertulis, maupun bukti dokumen dari pihak SPPG Rubaru 002 terkait kepemilikan surat hasil uji laboratorium air limbah.

Redaksi menegaskan, kritik terhadap media adalah hal yang sah dalam iklim demokrasi. Namun, kritik terhadap bentuk pemberitaan tidak menggugurkan kewajiban menjawab isu faktual yang menyangkut lingkungan hidup dan kepentingan publik.

Baca Juga :  Investasi Sumenep Tembus Rp2 Triliun di Tengah Transisi Aturan Perizinan

Media menilai, bila SPPG Rubaru 002 keberatan atas kritik yang disampaikan, jawaban paling tepat adalah transparansi dan pembuktian dokumen, bukan pengalihan isu, serangan personal, atau klaim sepihak tanpa data. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng
Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam
Dugaan Korupsi BUMDes, Kades Meddelan Pilih Tutup Mulut dan Blokir WhatsApp Wartawan
Tumpahan CPO Cemari Laut Gili Iyang Sumenep, Minyak Tongkang Capai Bibir Pantai
Monev BPP Lenteng Dinilai Kabur, Keberadaan Bantuan Handtraktor Surya Tani Kian Misterius
Korluh BPP Lenteng Hemat Bicara Soal Poktan Surya Tani, Transparansi Bantuan Handtraktor Kian Samar
Kades Meddelan Mengamuk, Ketua BUMDes Diancam Dilaporkan!
Geram, Anggota Poktan Surya Tani Adukan Dugaan Raib Handtraktor ke DKPP Sumenep

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 09:43 WIB

Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:22 WIB

Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam

Sabtu, 24 Januari 2026 - 08:30 WIB

Dugaan Korupsi BUMDes, Kades Meddelan Pilih Tutup Mulut dan Blokir WhatsApp Wartawan

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:01 WIB

Monev BPP Lenteng Dinilai Kabur, Keberadaan Bantuan Handtraktor Surya Tani Kian Misterius

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:58 WIB

Korluh BPP Lenteng Hemat Bicara Soal Poktan Surya Tani, Transparansi Bantuan Handtraktor Kian Samar

Berita Terbaru