Dukung Kadisdik Sumenep, Raja Hantu: Jelaskan Kepada Publik Jangan Ada Yang Ditutup-Tutupi

- Redaksi

Senin, 19 Desember 2022 - 21:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Kurniadi, Aktivis pendiri Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Anggaran Publik (LAPDAP) Madura

Kurniadi, Aktivis pendiri Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Anggaran Publik (LAPDAP) Madura

SUMENEP, seputarjatim.com–Aktivis pendiri Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Anggaran Publik (LAPDAP) Madura, Kurniadi memberikan tanggapan terkait berita dan diskusi panas diberbagai Group Whats’App (WAG) tentang Pemkab Sumenep yang akan memberikan seragam gratis untuk siswa SD/MI melalui Dinas terkait.

Aktivis yang biasa dipanggil raja hantu ini mengatakan,program yang akan menelan dana lebih dari Rp. 3 Milyar  tersebut memang patut memperoleh perhatian publik karena dananya bersumber dari APBD.

“Saya rasa fenomena ini wajar menjadi perhatian publik, selain dananya besar, ini rentan terjadi penyelewengan anggaran,” ucapnya. Senin (19-12-2022).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, dikatakan Kurniadi, program tersebut merupakan potret dari situasi kejiwaan kepemimpinan yang rentan diselewengkan menjadi Komuditas politik dan terutama, dikorup.

Baca Juga :  PT ESM Gelar Pertemuan dengan Toko Bagus, Siap Kenalkan Produk King Djava ke Pasa Global

Untuk yang disebut pertama, Kurniadi mengatakan sudah ada indikasi awal yang mengarah kepada politisasi anggaran untuk kepentingan politik 2024 dimana program ini ditujukan untuk memudahkan ingatan pemilih untuk tidak memilih pendatang baru.

Sedangkan potensi  korup, dapat tergambar dari skema penganggaran yang dinilai tidak masuk akal alias tidak wajar, yaitu harga Perseragam berharga Rp. 200 ribu rupiah sedangkan dalam kenyataannya harga tertinggi dalam pembuatan seragam hanya Rp. 80 jt.

Dibawah situasi yang demikian, dikatakan Kurniadi, hal terpenting yang harus dilakukan oleh pemerintah atau dalam hal ini adalah Kepala Dinas Pendidikan adalah memberikan penjelasan yang relevan dan masuk akal terkait anggaran yang fantastik tersebut.

Baca Juga :  Rawan Terjadi Konflik Tenurial, Disperkimhub Sumenep Sosialisasi PPTPKH

Lebih lanjut dikatakan Kurniadi, kalau anggaran tesebut tidak dijelaskan kepada publik, kecurigaan mark-up dan korup akan terus tumbuh subur sehingga pada akhirnya justru potensi merugikan reputasi kepemimpinan Bupati itu sendiri.

“Kalau tidak terjelaskan dengan baik, justru akan merusak reputasi Bupati, ya!, Tegas Kurniadi kepada media ini melalui sambungan telponnya.

Bahkan, Kurniadi pun mendorong organ society di Kabupaten Sumenep untuk lebih serius dan melakukan langkah yang lebih nyata dari hanya sekadar berdiskusi dan bergosip karena efek yang akan ditimbulkan oleh program tersebut akan jauh lebih penting, termasuk kerugian negara. (Bam/red).

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecewa Audiensi Tak Ditemui Kepala DKPP Pamekasan, JKP Siapkan Aksi Petani 13 Kecamatan
Dugaan Tiru Rokok Ilegal Marbol Berujung Teror dan Perusakan, Kendaraan Ibu di Pamekasan Diambil
Pekan Literasi 2026 SMAN 1 Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo Dorong Pelajar Kritis Hadapi Banjir Informasi Digital
Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih
Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Sumenep Ajak Generasi Muda Rawat Persatuan
DPMD Sumenep Petakan Kesiapan Desa Terapkan E-Voting Jelang Pilkades 2027
DPRD Sumenep dan Pemkab Sepakati 8 Raperda, Siap Masuk Tahap Registrasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Kecewa Audiensi Tak Ditemui Kepala DKPP Pamekasan, JKP Siapkan Aksi Petani 13 Kecamatan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Dugaan Tiru Rokok Ilegal Marbol Berujung Teror dan Perusakan, Kendaraan Ibu di Pamekasan Diambil

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:51 WIB

Pekan Literasi 2026 SMAN 1 Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo Dorong Pelajar Kritis Hadapi Banjir Informasi Digital

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Sumenep Ajak Generasi Muda Rawat Persatuan

Berita Terbaru