SUMENEP, Seputar Jatim – Potret kelalaian pemerintah desa kembali dipertontonkan di Desa Pragaan Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Warga setempat terpaksa memperbaiki sendiri jalan poros desa sepanjang kurang lebih 250 meter secara swadaya, setelah kerusakan parah dibiarkan menahun tanpa sentuhan pembangunan dari Pemerintah Desa Pragaan Laok.
Jalan yang berada di wilayah Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep itu diketahui telah rusak selama lebih dari satu dekade.
Namun ironisnya, hingga kini tidak pernah masuk skala prioritas pembangunan, baik dalam program pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten.
“Jalan ini rusak bukan setahun dua tahun, tapi sudah sangat lama. Tidak pernah ada tindakan nyata. Akhirnya kami sepakat bergerak sendiri,” ujar Koordinator Warga, Abusairi, Selasa (6/1/2026).
Menurutnya, jalan poros tersebut merupakan akses vital aktivitas warga. Setiap hari dilalui pelajar, petani, pedagang, hingga kendaraan pengangkut hasil pertanian.
Saat musim hujan, kata dia, jalan berubah menjadi kubangan lumpur licin, sementara di musim kemarau dipenuhi lubang dan debu tebal.
“Kondisi ini sering menyebabkan kecelakaan ringan dan jelas menghambat aktivitas ekonomi masyarakat. Tapi anehnya, kerusakan ini seolah dianggap biasa dan dibiarkan bertahun-tahun,” tegasnya.
Merasa terus menjadi korban pembiaran, warga kemudian menggalang dana secara mandiri. Biaya perbaikan dihimpun dari iuran masyarakat serta donasi publik yang dikumpulkan melalui siaran langsung di media sosial TikTok.
“Dari penggalangan itu terkumpul sekitar Rp15 juta. Dana tersebut digunakan untuk membeli material dan membiayai perbaikan jalan yang dikerjakan secara gotong royong,” jelasnya.
“Tidak besar, tapi cukup. Yang penting jalannya bisa dilewati dan tidak membahayakan warga,” imbuhnya.
Langkah swadaya warga ini sekaligus menimbulkan pertanyaan serius mengenai tata kelola dan prioritas anggaran desa.
Di tengah besarnya dana desa yang dikucurkan pemerintah setiap tahun, perbaikan jalan poros yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat justru luput dari perhatian.
Warga menilai, pembangunan desa selama ini lebih banyak bersifat seremonial dan simbolik, tanpa menyentuh persoalan paling mendasar.
“Kami tidak menuntut proyek besar. Kami hanya ingin jalan yang layak,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Pragaan Laok belum memberikan keterangan resmi terkait alasan jalan poros desa tersebut tak kunjung diperbaiki. (Sand/EM)
*
Penulis : Sand
Editor : EM
Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com









