Koprasi Simpan Pinjam di Sumenep Harus Berbasis Modernisasi

- Redaksi

Rabu, 5 Februari 2025 - 15:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

SANTAI: Kepala DKUPP Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, saat ditemui di kantornya (SandiGT - Seputar Jatim)

SANTAI: Kepala DKUPP Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, saat ditemui di kantornya (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Koprasi simpan pinjam di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diminta harus berbasis modernisasi supaya tidak ketinggalan zaman.

Kepala Dinas Koprasi, Usaha Kecil dan Menegah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Sumenep, Moh. Ramli mengatakan, koperasi memang menjadi porsi untuk terus konsisten melakukan pembinaan supaya bisa aktif.

“Sisi aktif itu indikator paling nyata yaitu pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Ketika (RAT) dilaksanakan tentu ada program-program dan kewajiban secara organisasi kelembagaan laporan keuangan dan lain-lain,” ujarnya, Rabu (5/2/2025).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemudian, lanjut dia, mengarah kepada inovasi tentunya ada beberapa aplikasi yang sudah di jalankan termasuk disisi laporan.

“Ada aplikasi yang berbasis provinsi dan pusat, termasuk ketika tindak lanjut hasil pembinaan itu ada Online Data System (ODS) dalam bentuk laporan-laporan tentang koprasi itu,” jelasnya.

Kemudian, untuk atensi terbaru ini khusus koprasi simpan pinjam memang tinggal dua pilihan, sesuai dengan kondisi rill koprasi itu.

Baca Juga :  Bakesbangpol Sumenep Luncurkan Mars Terbaru Demi Perkuat Wawasan Kebangsaan

“Kalau simpan pinjam hanya kepada anggota koprasi dan antar koprasi maka itu dikenal dengan istilah kluslu, artinya husus kepada internal,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, tapi ketika sudah menjalankan simpan pinjam di luar anggota koprasi dan diluar koprasi yang lain, maka berlaku ketentuan open loop, yakni pada gilirannya akan menjadi binaan dan menjadi objek pemeriksaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) .

“Kita terus mengawal itu dalam proses pendataan dari kemarin, kementerian memang ada menunjuk pendata husus dari kementerian yang berkolaborasi dengan kami, jadi tinggal penyelesaian saja,” pungkasnya. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026
Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep
Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas
Kuota Cuma 20 Grup, Jangan Lewatkan! Festival Banjari Al-Habsyi se-Sumenep Siapkan Hadiah Jutaan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum

Berita Terbaru