MKKS Bantah Disdik Sumenep Lakukan Pungli Dana BOS

- Redaksi

Kamis, 1 Agustus 2024 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua MKKS SMP Swasta, Raziki

Ketua MKKS SMP Swasta, Raziki

SUMENEP, Seputar Jatim – Kabar dugaan pungutan liar (pungli) terkait dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Madura, dibantah pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP swasta.

“Itu tidak benar, tidak ada pungli yang dilakukan diknas, baik secara perorangan maupun secara kelembagaan. Saya jamin itu tidak ada (pungli),” kata Ketua MKKS SMP swasta, Raziki, kepada wartawan Seputar Jatim, Kamis (1/8/2024).

Klarifikasi tersebut dilakukan pengurus MKSS menanggapi beredarnya informasi bahwa dinas pendidikan melakukan pemungutan sejumlah dana dari BOS yang diterima sekolah SMP.

Baca Juga :  Kadisdik Sumenep Tak Temui Masa Aksi GAMAS: Marak Pungli Dana BOS

Menurutnya, Disdik selama ini hanya melakuan pembinaan dan arahan kepada sekolah yang mendapatkan bantuan dana BOS.

Dia tidak menampik kabar bahwa sering kali pejabat diknas melakukan rapat bersama dengan kepala sekolah yang berada dibawah naungan organisasinya.

“Rutin setiap bulan MKKS melakukan pertemuan dengan mengundang pejabat diknas, seperti kabid dikmen, kabid kepegawaian, dan bahkan kadis. Tempatnya bergantian di tiap sekolah,” ungkapnya.

Tujuan pertemuan tesebut, lanjut dia, sebagai bentuk silaturrahmi dan pembinaan kepada kepala sekolah. Dalam pertemuan tersebut, pejabat diknas mensosialisasikan tentang berbagai aturan dan kebijakan dalam pengelolaan lembaga pendidikan, termasuk juga masalah BOS.

“Isinya hanya pembinaan, tidak ada arahan dari pejabat diknas meminta sejumlah dana dari BOS untuk pejabat diknas. Ada sumbangan rutin bulanan yang bukan untuk pejabat diknas, tapi untuk kegiatan organisasi MKKS,” tegasnya.

Baca Juga :  Mampu Gerakkan Ekonomi Masyarakat, Koperasi Sumenep Raih Dua Penghargaan Nasional

Selama ini, lanjut Raziki, pejabat diknas hanya mengingatkan dan mengarahkan kepala sekolah agar dana BOS dikelola dengan baik dan dilaporkan sesuai dengan aturan.

“Meskipun BOS yang kami terima tersebut merupakan bantuan hibah dari pemerintah, tetap dilaporkan dan diaudit oleh instansi yang berwenang,” jelasnya.

Kepala sekolah SMP Matlaun Najah ini berharap, kabar miring pungli tersebut tidak berkembang, karena hal itu mengganggu dan merusak citra pendidikan di kabupaten ini.

“Saya berharap, isu tidak digoreng dan semakin kemana-mana, karena itu akan merusak citra pendidikan kita. Klarifikasi ini bukan untuk membela diknas, tapi murni untuk menceritakan kebenaran yang terjadi,” harapnya.* (EM)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT ke 3, KanalNews.id Gelar JJS Bersama Bupati Sumenep di Wisata Sombher Rajeh
Jelang HPN 2026, SMSI Sumenep Ajak Masyarakat JJS dan Cek Kesehatan Gratis di Taman Adipura
Darurat Sampah di Talango, Pelabuhan Berubah Jadi Penampungan Limbah Domestik
Pergantian Wakapolres Sumenep, Kompol Haris Darma Sucipto Diminta Cepat Beradaptasi
Kambing BUMDes Tiba-tiba Bertambah Usai Gaduh, Kades Diduga Akali Proyek Pengadaan
Kasus Dugaan Korupsi Desa Meddelan Memanas, Camat Lenteng Tutup Mata
Pasokan Elpiji 3 Kg Mulai Membaik di Arjasa Sumenep, Pendistribusian Kembali Normal
Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:43 WIB

Jelang HPN 2026, SMSI Sumenep Ajak Masyarakat JJS dan Cek Kesehatan Gratis di Taman Adipura

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:28 WIB

Darurat Sampah di Talango, Pelabuhan Berubah Jadi Penampungan Limbah Domestik

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:06 WIB

Pergantian Wakapolres Sumenep, Kompol Haris Darma Sucipto Diminta Cepat Beradaptasi

Minggu, 1 Februari 2026 - 21:11 WIB

Kambing BUMDes Tiba-tiba Bertambah Usai Gaduh, Kades Diduga Akali Proyek Pengadaan

Kamis, 29 Januari 2026 - 19:37 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Desa Meddelan Memanas, Camat Lenteng Tutup Mata

Berita Terbaru