Nur Faizin Gencar Ingin Berantas Rokok Ilegal, Paguyuban Pengusaha Rokok Sumenep: Rakyat Kecil Mau Makan Apa?

- Redaksi

Kamis, 21 Agustus 2025 - 11:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

SANTAI: Wakil Ketua Paguban Pengusaha Rokok Sumenep, Rausi Samorano (Doc. Istimewa)

SANTAI: Wakil Ketua Paguban Pengusaha Rokok Sumenep, Rausi Samorano (Doc. Istimewa)

SUMENEP, Seputar Jatim – Pernyataan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Nur Faizin, mendapat tanggapan dari Paguyuban Pengusaha Rokok Sumenep, Madura.

Dimana sebelumnya, Nur Faizin mendesak pemerintah mengambil langkah tegas untuk  memberantas peredaran rokok ilegal, seolah ia paling gagah dalam membela kepentingan negara.

Namun, gaya bicara politisi PKB tersebut menuai kritik keras, karena dinilai hanya sebatas retorika tanpa solusi.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Atas hal itu, Wakil Ketua Paguyuban Pengusaha Rokok Sumenep, Raosi Samorano menegaskan, bahwa persoalan rokok ilegal tidak bisa hanya dilihat dari sisi penerimaan negara semata.

Industri rokok skala kecil, yang sebagian belum mampu memenuhi kewajiban cukai akibat kenaikan tarif yang tinggi, justru menjadi penopang ekonomi ribuan masyarakat di pedesaan.

Baca Juga :  Lumpuh selama 3 Tahun, Warga Rubaru Terima Bantuan Kursi Roda dari Baznas Sumenep

“Berantas rokok ilegal tanpa solusi sama dengan memberantas rakyat kecil,” tegasnya, Kamis (21/8/2025).

“Buruh linting, tukang bungkus, hingga pedagang kecil menggantungkan hidup dari usaha ini. Kalau semua diberangus tanpa ada jalan keluar, tanpa solusi rakyat kecil mau makan apa?,” jelasnya.

Ia pun mengaku bahwa kebijakan kenaikan tarif cukai yang ugal-ugalan setiap tahun telah mematikan ruang gerak pengusaha kecil.

“Setiap tahun cukai naik tanpa mempertimbangkan kondisi UMKM. Kami bukan tidak mau taat aturan, tapi kalau tarifnya terlalu tinggi, bagaimana mungkin pengusaha kecil bisa bertahan? Pemerintah seharusnya hadir dengan kebijakan yang realistis, bukan sekadar bisa menekan dan membinasakan,” bebernya.

Ia pun menyayangkan sikap Nur Faizin, yang saat ini duduk di Kursi Parlemen DPRD Jawa Timur Dapil Madura, yang lebih gencar menggaungkan pemberantasan rokok ilegal ketimbang memperjuangkan nasib rakyat kecil.

“Kalau memang wakil rakyat peduli, seharusnya mereka mencari jalan tengah. Jangan hanya bicara soal penindakan, tapi diam ketika rakyat kecil menjerit karena tidak mampu membayar tarif cukai,” tambahnya.

Baca Juga :  Demo Bupati Pati Jilid 2, Mendagri: Jangan sampai Terjadi Aksi Anarkis

Menurutnya, keberpihakan kepada UMKM rokok bukan berarti menolak aturan. Justru, kata dia, pengusaha kecil butuh pendampingan dan kebijakan transisi agar bisa masuk jalur legal.

“Kami siap mengikuti aturan, asal ada skema yang jelas dan berpihak. Jangan langsung dipukul rata. Kalau yang besar diberi kemudahan, sementara yang kecil ditindas, itu namanya ketidakadilan,” pungkasnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan, kepada wakil rakyat yang ada di DPRD Jawa Timur, agar tidak hanya menjadi corong kepentingan pabrikan besar.

Sebab, kata dia, bahwa suara rakyat kecil akan menentukan sikap politiknya ke depan.

“Kalau sikapnya seperti itu, tidak segera membuka mata, jangan salahkan rakyat kecil bila suatu saat nanti tidak lagi menitipkan amanah suaranya kepada mereka. Karena bagi kami, wakil rakyat sejati adalah yang melindungi, bukan yang mengorbankan,” pungkasnya. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dijanjikan Bisnis 37 Dapur MBG, Warga Sumenep Rugi Rp288,9 Juta, Nama Istri Anggota DPR RI Disebut
Viral! Avanza Putih Muat Jeriken Diduga Isi Pertalite di SPBU Kolor Sumenep
Kabel WiFi Semrawut di Jalan Pakondang Picu Warga Terjatuh, Pemuda: Haruskah Menunggu Korban Lagi?
Geger! Warga Batang-Batang Daya Sumenep Temukan Mayat Diduga Bakar Diri
Dituding Pelakor, Perempuan di Sampang Lapor Polisi Usai Alat Kelaminnya Diolesi Cabai
SMSI Kecam Dugaan Pengusiran Wartawan, Tolak Hadiri Undangan Polresta Sumenep
Hari Jadi ke-758 Sumenep, Logo Baru Jadi Simbol Sejarah dan Semangat Kemajuan
Aroma Dugaan Penyelewengan DD Meddelan Terungkap, Inspektorat Sumenep Dinilai Kecolongan

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:34 WIB

Dijanjikan Bisnis 37 Dapur MBG, Warga Sumenep Rugi Rp288,9 Juta, Nama Istri Anggota DPR RI Disebut

Rabu, 9 September 2026 - 11:20 WIB

Viral! Avanza Putih Muat Jeriken Diduga Isi Pertalite di SPBU Kolor Sumenep

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Kabel WiFi Semrawut di Jalan Pakondang Picu Warga Terjatuh, Pemuda: Haruskah Menunggu Korban Lagi?

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Geger! Warga Batang-Batang Daya Sumenep Temukan Mayat Diduga Bakar Diri

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Dituding Pelakor, Perempuan di Sampang Lapor Polisi Usai Alat Kelaminnya Diolesi Cabai

Berita Terbaru

Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi As (Doc. Seputar Jatim)

Opini Publik

TEMPO BERJUDI DI MADURA

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:18 WIB

PAKAIAN: Polresta Sumenep, mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus persetubuhan pelajar (Dok. Seputar Jatim)

Hukum & Kriminal

Terbongkar! Pria di Sumenep Diduga Setubuhi Pelajar 17 Tahun Dua Kali

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:11 WIB