Perdalam Ilmu Agama, Pesantren Nurul Jadid Bluto Gelar Pondok Ramadhan 1446 Hijriyah

Rabu, 5 Maret 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KHIDMAH: Jajaran Pengasuh Yayasan Pesantren Nurul Jadid dan panitia serta para santri berkumpul saat pembukaan Pondok Ramadhan 1446 H (SandiGT - Seputar Jatim)

KHIDMAH: Jajaran Pengasuh Yayasan Pesantren Nurul Jadid dan panitia serta para santri berkumpul saat pembukaan Pondok Ramadhan 1446 H (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Yayasan Pesantren Nurul Jadid Gilang, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, resmi membuka kegiatan Pondok Ramadhan 1446 Hijriyah.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperdalam pemahaman agama serta meningkatkan pembinaan karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Ketua Panitia, Rofiqi mengatakan, bahwa bulan Ramadhan adalah momen terbaik untuk meningkatkan ibadah dan memperbaiki diri khususnya bagi para santri.

“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya sekadar menjalankan puasa, tetapi juga memahami esensi Ramadhan sebagai ajang pembelajaran, refleksi diri, serta peningkatan akhlak,” ujarnya, Rabu (5/3/2025).

Baca Juga :  Buat Sreng untuk Penuhi Ekonomi Keluarganya, Warga Difabel Asal Rubaru Berujung di Jeruji Besi

Lanjut ia menegaskan, Bulan Ramadhan merupakan momentum emas bagi santri untuk menambah wawasan keislaman melalui pengajian kitab.

“Ini saat yang tepat bagi para santri untuk lebih mendalami kajian kitab, memahami makna ibadah dengan lebih mendalam, serta mengasah pemikiran Islam melalui khazanah keilmuan para ulama terdahulu,” tegasnya.

“Untuk kegiatan saat ini, ajian kitabnya ada a’malul yaumiyah, mahfudzot, taqrir juz’amma, tarbiyatus shibyan, mabadi’ul fiqh juz tsani, ummul ibadah, asrorus shoum, bidayatul hidayah, ta’limul muta’allim,” imbuhnya.

Sementara itu, Pengasuh Yayasan Nurul Jadid, Al-Muhsi menyampaikan, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menahan hawa nafsu dan memperbanyak ibadah.

“Salah satu bentuk ibadah yang paling utama bagi seorang santri adalah menuntut ilmu. Oleh karena itu,” tandasnya.

Baca Juga :  Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok, Pemkab Sumenep Lakukan Operasi Pasar Murah

“Kami menyiapkan program khusus agar para santri dapat lebih fokus dalam mengaji dan memahami warisan keilmuan para ulama,” pungkasnya. (Sand/EM)

*

Berita Terkait

MATAMUDA 2026, RA Nurul Mannan Tanamkan Karakter Anak Lewat Belajar Aman dan Menyenangkan
Hari Pertama MPLS, Bupati Sumenep Turun Langsung Pastikan Tak Ada Perundungan di Sekolah
Pemkab Sumenep Wajibkan Bahasa Madura Jadi Mata Pelajaran Mulai Tahun Ajaran Baru
Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis, Pelatihan Karya Ilmiah Didorong Jadi Motor Literasi Pendidikan
Data Gizi Anak Terkumpul, ACCESS Segera Teliti Dampak Program MBG di Pamekasan
Disdik Sumenep Perketat Pengelolaan BOSP 2026, Dorong PAUD Lebih Akuntabel dan Berdampak
Siswa SMP Binar Sumenep Raih Juara I Coding Speed Challenge FOSFAT 2026
Dispusip Sumenep Genjot Perpustakaan Ramah Anak, Sekolah Didorong Jadi Pusat Literasi Aktif

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:12

MATAMUDA 2026, RA Nurul Mannan Tanamkan Karakter Anak Lewat Belajar Aman dan Menyenangkan

Senin, 13 Juli 2026 - 09:53

Hari Pertama MPLS, Bupati Sumenep Turun Langsung Pastikan Tak Ada Perundungan di Sekolah

Senin, 29 Juni 2026 - 14:01

Pemkab Sumenep Wajibkan Bahasa Madura Jadi Mata Pelajaran Mulai Tahun Ajaran Baru

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:57

Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis, Pelatihan Karya Ilmiah Didorong Jadi Motor Literasi Pendidikan

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:50

Data Gizi Anak Terkumpul, ACCESS Segera Teliti Dampak Program MBG di Pamekasan

Berita Terbaru