Ribuan Masyarakat Sumenep Rebutan Masuk ke Makam Syeh Anggasuto sebelum Gelar Tradisi Nyadar

- Redaksi

Sabtu, 20 Juli 2024 - 22:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

REBUTAN: Ribuan masyarakat akan melakukan ziarah ke makam Syeh Anggasuto

REBUTAN: Ribuan masyarakat akan melakukan ziarah ke makam Syeh Anggasuto

SUMENEP, Seputar Jatim – Sebelum melakukan Tradisi Nyadar, ribuan masyarakat rebutan masuk untuk melakukan nyalase (ziarah) ke makam Syeh Anggasuto.

“Itu termasuk hal biasa, mereka sama-sama berebut barokah dengan bisa masuk lebih dulu, dan hal itu bukanlah bagian dari adat, namun hanya sebatas bawaan dalam perjalanan adat dari generasi ke generasi,” kata, Pemerhati Tradisi Nyadar, Suhrawi. Sabtu (20/07/2024)

Ketika sudah ada di dalam Asta, sambung dia, warga kemudian diberi air minum dan bedak lalongsoran, dioleskan di beberapa bagian tubuh masyarakat, seperti di muka, leher dan lengan.

Baca Juga :  Lemah Pengawasan, Aktivis Sumenep Angkat Bicara Soal TPS3R Alih Fungsi

“Masyarakat meyakini bahwa air minum dan bedak tesebut dapat mendatangkan barokah dan manfaat. Seperti dijauhkan dari penyakit, menolak petaka, serta dapat mempermudah usaha yang akan dijalaninya dalam hal ini garam,” ungkapnya.

Lanjut Ia menegaskan, tradisi ini menjadi warisan nenek moyang yang harus dijaga dan dilestarikan. Hal ini menjadi kekayaan tradisi yang sangat berharga bagi masyarakat sekitar.

“Maka daripada itu, dari segi proses dan lainnya masih tidak ada yang bergeser atau bahkan ditinggalkan, dalam artian proses ini masih seperti sejak awal mula hingga sekarang, karena kerabat dan pemangku adat ini masih sangat kuat atau kental dengan tradisi-tradisi jaman dulu,” ujarnya.

Untuk diketahui, Upacara Nyadar akan dimulai para ketua atau pemangku adat, juru kunci asta, pinisepuh, dan tokoh masyarakat. Upacara ini terdiri dari tiga kegiatan, yakni pengumpulan kembang tujuh rupa, lalu dilanjutkan dengan nyekar ke kuburan, lalu doa bersama.

Baca Juga :  Meski Prosesnya Tergolong Cepat, BLT DBHCHT 2024 di Sumenep Lebih Kecil Dibandingkan dengan Tahun 2023

Ada juga proses menyantap makanan yang dibawa. Makanan tersebut terdiri dari nasi putih, lauk telur, ayam, dan tongkol. Biasanya masyarakat tidak akan menghabiskan namun juga membawanya pulang.***

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik
Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep
Festival Kucing Busok Raas 2025: Ajang Konservasi Ras Langka yang Jadi Magnet Wisata
Hari Jadi Sumenep ke-756, 1000 Penari Topeng Meriahkan Puncak Prosesi Arya Wiraraja
Disbudporapar Sumenep Perjuangkan 5 Warisan Budaya Lokar Agar Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2025
Daftar Juara Festival Musik Tong-Tong 2025 di Sumenep
Festival Musik Tong-Tong Masuk KEN 2025, Disbudporapar Sumenep Siap Tampilkan Budaya Sumenep Tingkat Nasional
38 Grup Meriahkan Festival Musik Tong Tong se-Madura 2025

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:47 WIB

Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik

Sabtu, 13 Desember 2025 - 21:00 WIB

Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep

Rabu, 19 November 2025 - 14:25 WIB

Festival Kucing Busok Raas 2025: Ajang Konservasi Ras Langka yang Jadi Magnet Wisata

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 23:53 WIB

Hari Jadi Sumenep ke-756, 1000 Penari Topeng Meriahkan Puncak Prosesi Arya Wiraraja

Selasa, 21 Oktober 2025 - 10:02 WIB

Disbudporapar Sumenep Perjuangkan 5 Warisan Budaya Lokar Agar Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2025

Berita Terbaru