Susun RPJMD 2025–2029, Bappeda Sumenep Pastikan Kepulauan Tak Lagi Jadi Pinggiran

- Redaksi

Rabu, 18 Juni 2025 - 02:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

TERSENYUM: Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto (Doc. Seputar Jatim)

TERSENYUM: Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mematangkan sebuah agenda besar dengan menyusunnya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Dokumen ini bukan sekadar cetak biru lima tahunan. Namun, adalah penentu arah ke mana Sumenep akan melangkah, dan siapa saja yang akan dibawa. Saat ini, RPJMD memasuki fase konsolidasi lintas sektor.

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, menyampaikan, bahwa proses kali ini mengusung pendekatan yang berbeda dari sebelumnya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami ingin memastikan tidak ada satu pun suara yang tertinggal. Ini bukan hanya tentang target makro, tapi tentang bagaimana menjadikan pembangunan sebagai hak semua warga, termasuk yang tinggal di pulau-pulau kecil,” ujarnya. Rabu (18/6/2025).

Baca Juga :  254 Atlet Siap Berlaga di Pekan Porprov Jatim 2025, Ini Harapan Bupati Sumenep

Proses penyusunan, lanjut dia, dimulai sejak awal tahun dan berpuncak pada Musrenbang RPJMD yang digelar di Pendopo Agung pada Mei lalu.

Tak hanya menghadirkan OPD, forum ini mempertemukan elemen masyarakat sipil, tokoh perempuan pesisir, pemuda, dan perwakilan pulau-pulau terpencil seperti Sapeken dan Masalembu.

“Kami tidak ingin RPJMD hanya dibahas oleh elite birokrasi. Ini harus menjadi cermin kolektif dari mimpi masyarakat Sumenep,” katanya.

Ia mengaku, bahwa saat ini berbeda dari pendekatan masa lalu yang terpusat dan teknokratis. Kini, Bappeda juga membuka ruang konsultasi publik nonformal, termasuk melalui diskusi komunitas di desa-desa dan forum daring.

“Salah satu tantangan besar adalah menjaga keselarasan antara visi pembangunan daerah dengan agenda nasional yang tertuang dalam RPJMN 2025–2029,” tegasnya.

Menurutnya, Bappeda aktif menjalin komunikasi teknokratik dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementerian PPN/Bappenas untuk memastikan bahwa prioritas daerah tidak terlepas dari kerangka besar pembangunan Indonesia.

“Kami tidak ingin terjebak dalam dikotomi lokal dan nasional. Harus ada titik temu di mana kearifan lokal bisa menjadi penguat visi kebangsaan,” bebernya.

Salah satu terobosan penting dalam RPJMD ini adalah dimasukkannya klausul afirmatif untuk wilayah kepulauan.

Sebab, Sumenep memiliki 126 pulau, namun selama ini wilayah kepulauan seringkali hanya hadir sebagai pelengkap dalam narasi pembangunan. Kini, sektor kelautan, perikanan berkelanjutan, dan pariwisata berbasis komunitas desa laut masuk sebagai prioritas utama.

Baca Juga :  Perkuat Sektor Pelayanan Air Bersih, Pemkab Sumenep Terima Penghargaan di IWWEF 2025

“Kami mendorong adanya klaster pembangunan kepulauan. Ini bukan soal proyek mercusuar, tapi infrastruktur dasar yang manusiawi air bersih, listrik, dermaga, dan pendidikan,” jelasnya.

Tak hanya itu, kata dia, penguatan layanan publik seperti kesehatan dan pendidikan akan difokuskan pada model berbasis desa inklusif di mana pendekatan layanan disesuaikan dengan karakteristik wilayah.

“RPJMD bukanlah dokumen yang disusun untuk memenuhi kewajiban formal pasca pelantikan kepala daerah. Ia harus hidup, dinamis, dan menjadi acuan nyata bagi RKPD, KUA-PPAS, hingga APBD tahun 2026 dan seterusnya,” ucapnya.

“Kita tidak sedang menyusun makalah akademik. RPJMD ini akan menjadi kontrak sosial antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu harus akuntabel dan bisa diukur dampaknya,” imbuhnya.

Bahkan, pihaknya menargetkan rampung pada Agustus 2025 mendatang. Dokumen RPJMD Sumenep kali ini diharapkan mampu menjawab ketimpangan lama.

“Menjangkau mereka yang selama ini tertinggal, dan membawa Sumenep ke arah pembangunan yang lebih berkeadilan bukan hanya dalam angka, tapi dalam kenyataan hidup sehari-hari warganya,” pungkasnya.(Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mobil Pribadi Angkut Pertalite Pakai Jeriken di SPBU Kolor Sumenep, Sulaisi: Ini Harus Diawasi
Viral! Avanza Putih Muat Jeriken Diduga Isi Pertalite di SPBU Kolor Sumenep
Bayar PBB-P2 Makin Mudah, Sumenep Mulai Terapkan SPPT Elektronik
Empat Kepala OPD Baru Resmi Dilantik, Bupati Sumenep Titip Pesan Penting
Cegah Kecurangan, DPRD Sumenep Dorong Pilkades Gunakan E-Voting
Kabel WiFi Semrawut di Jalan Pakondang Picu Warga Terjatuh, Pemuda: Haruskah Menunggu Korban Lagi?
Bupati Sumenep Hadir di Kerja Bakti LDII, 200 Peserta Bersihkan Lingkungan Paberasan
Bappeda Buka Peta Jalan Pembangunan Sumenep di Tengah Gemerlap MNV 2026

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 19:34 WIB

Mobil Pribadi Angkut Pertalite Pakai Jeriken di SPBU Kolor Sumenep, Sulaisi: Ini Harus Diawasi

Rabu, 9 September 2026 - 11:20 WIB

Viral! Avanza Putih Muat Jeriken Diduga Isi Pertalite di SPBU Kolor Sumenep

Selasa, 8 September 2026 - 15:09 WIB

Bayar PBB-P2 Makin Mudah, Sumenep Mulai Terapkan SPPT Elektronik

Jumat, 4 September 2026 - 23:55 WIB

Empat Kepala OPD Baru Resmi Dilantik, Bupati Sumenep Titip Pesan Penting

Kamis, 3 September 2026 - 09:13 WIB

Cegah Kecurangan, DPRD Sumenep Dorong Pilkades Gunakan E-Voting

Berita Terbaru

Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi As (Doc. Seputar Jatim)

Opini Publik

TEMPO BERJUDI DI MADURA

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:18 WIB

PAKAIAN: Polresta Sumenep, mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus persetubuhan pelajar (Dok. Seputar Jatim)

Hukum & Kriminal

Terbongkar! Pria di Sumenep Diduga Setubuhi Pelajar 17 Tahun Dua Kali

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:11 WIB