Toilet Viral SD, Rektor: Dana Rp125 Juta Bisa Jadi Ruang Kuliah Mewah Mahasiswa

- Redaksi

Sabtu, 8 Juli 2023 - 20:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa

Foto Istimewa

Seputarjatim.com- Kontroversi toilet viral yang dibangun di 15 sekolah dasar di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur terus menuai banyak keprihatinan kalangan. Rektor Universitas Bahauddin Mudhari (Uniba) Madura Prof. Rachmad Hidayat memandang perlunya dilakukan pencatatan program skala prioritas dalam persoalan pendidikan di Kabupaten Sumenep.

“Sebenarnya yang menjadi konsen kita itu adalah segi kemanfaatan. Kalau di kampus, yang kami genjot adalah fisik ruang kuliah mahasiswa pasti, bukan toilet,” terang Prof Rachmad Hidayat, Sabtu (8/7/2023) petang.

Saat ini menurut Prof. Rachmad, masih banyak berdiri bangunan sekolah dasar negeri yang mengalami kerusakan. Idealnya, pemerintah harus lebih fokus pada fokus utamanya yakni memperbaiki ruang kelas siswa dulu dibanding toilet.

“Saya lihat banyak yang kurang bagus. Atap bocor, dinding retak, fasilitas yang minim. Ini seharusnya yang menjadi fokus. Dengan dana sebesar Rp125 juta, itu dana yang sangat bermanfaat sekali untuk peremajaan ruang kelas siswa,” imbuhnya.

Terkait dengan pro kontra mahal tidaknya anggaran Rp125 juta rupiah untuk membangun toilet sekolah dasar, Prof. Rachmad meminta pemerintah melihat langsung kondisinya di lapangan.

“Intinya kalau di kampus kami yang notabene swasta, dana sebesar 125 juta rupiah itu bisa jadi satu ruang kuliah untuk mahasiswa. Lebih bermanfaat kan. Jadi ayo kedepan saling mengkaji program yang jadi prioritas dan tidak,” tutup Prof. Rachmad Hidayat.

Baca Juga :  Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Resmi Terpilih sebagai Ketua Dewan Pers 2025-2028

Sebelumnya Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep menuai komentar miring masyarakat karena membangun 15 toilet senilai Rp125 juta rupiah. Di tahun 2023 ini, Disdik Sumenep juga masih akan membangun toilet yang sama dengan nilai proyek Rp125 juta rupiah.

Warga makin dibuat kesal, karena penampakan toilet ‘sultan’ ini tak sesuai dengan harganya yang fantastis. Pihak Dinas Pendidikan Sumenep menyebut, nilai proyek Rp125 juta yang dikeluarkan untuk membuat toliet justru dipandang kurang.

“Kalau sesuai dengan perhitungan standar yang ada, sebenarnya angka Rp125 juta ini masih kurang,” kata Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Sumenep Ardiyansah. (red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, Usai Dicopot dari Kepala BGN
Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Dinilai Tak Becus Jalankan Program MBG
Mulai 2026, Bayar Pajak STNK Kendaraan Bekas Tak Wajib KTP Pemilik Lama
Tampil Mencolok di KPK, Haji Her Kooperatif Jalani Pemeriksaan
Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026
Percepat Akses Listrik di Kepulauan, Pemkab Sumenep Terima Hibah PLTS 2 MW
BGN Kembali Suspend Puluhan SPPG di Sumenep, Tak Punya SLHS dan IPAL
Kemenag RI Resmi Tetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 19 Februari 2025

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:33 WIB

Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, Usai Dicopot dari Kepala BGN

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:09 WIB

Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Dinilai Tak Becus Jalankan Program MBG

Sabtu, 18 April 2026 - 12:53 WIB

Mulai 2026, Bayar Pajak STNK Kendaraan Bekas Tak Wajib KTP Pemilik Lama

Kamis, 9 April 2026 - 18:54 WIB

Tampil Mencolok di KPK, Haji Her Kooperatif Jalani Pemeriksaan

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:58 WIB

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

Berita Terbaru

BERBATIK: Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin, menegaskan komitmen lembaganya dalam menerapkan keterbukaan informasi publik dan memperluas partisipasi masyarakat dalam proses legislasi daerah (Foto Istimewa)

Pemerintahan

Ketua DPRD Sumenep Buka Suara, Bantah Tudingan Lembaganya Tertutup

Selasa, 23 Jun 2026 - 13:43 WIB