Viral Aksi Sejumlah Perempuan Berbusana Ketat Joget Sound Horeg, Karnaval Agustusan di Pragaan Tuai Protes

- Redaksi

Selasa, 26 Agustus 2025 - 01:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERGOYANG: Sejumlah perempuan yang sedang asyik joget Sound Horeg saat Karnaval Agustusan di Kecamatan Pragaan Sumenep (SC: Video Viral)

BERGOYANG: Sejumlah perempuan yang sedang asyik joget Sound Horeg saat Karnaval Agustusan di Kecamatan Pragaan Sumenep (SC: Video Viral)

SUMENEP, Seputar Jatim – Karnaval yang digelar untuk merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) Ke 80, di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, berujung protes.

Karnaval Agustusan yang biasanya diramaikan dengan berbagai macam pertunjukan seni budaya dan kostum menarik. Justru, dinodai dengan adanya sejumlah perempuan yang sedang asyik joget Sound Horeg, sehingga penampilan tersebut dinilai tidak layak ditonton utamanya di lingkungan yang banyak pondok pesantren besar.

Tidak bisa dipungkiri, karnval joget Sound Horeg memang menyedot animo besar dari masyarakat, sehingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur, resmi mengharamkan Sound Horeg jika dalam praktiknya terdapat unsur kemudaratan yang disertai aksi joget perempuan yang memicu kemaksiatan.

Atas hal itu, Tokoh Masyarakat Kecamatan Pragaan, Hayatul Islam, sangat kecewa dengan pagelaran karnaval yang diadakan oleh Kecamatan Pragaan, yang telah menampilkan tarian-tarian horeg.

Tokoh Masyarkat Pragaan sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ibrohimi Masaran, Hayatul Islam (Doc. Seputar Jatim)

“Saya sebagai tokoh masyarakat ataupun bagian dari perkumpulan warga Nahdlatul Ulama (NU), sangat kecewa dengan adanya pagelaran karnaval yang diadakan oleh Kecamatan Pragaan, yang telah menampilkan tarian-tarian horeg yang mana sudah diputuskan Bahtsul Masail antar para Alim Ulama di Jawa dan Madura, bahwasanya jika Sound Horeg ada tariannya dan jika mengganggu kepada lingkungan maka itu diharamkan,” tegasnya, Selasa (26/8/2025).

Baca Juga :  Dikemas Nuansa HUT RI Ke 80, Posyandu Anggrek Mandala Bersama Puskesmas Rubaru Lakukan ILP dan Vaksinasi Campak

Menurutnya, bahwa fatwa itu baru keluar, akan tetapi warga Kecamatan Pragaan, mengadakan pawai karnaval pada tanggal 25 Agustus 2025, yang penampilkan beberapa oknum perempuan melakukan joget Sound Horeg.

“Seakan-akan Kecamatan Pragaan, menentang dengan keputusan para alim ulama, maka saya sebagai tokoh masyarakat sangat kecewa dengan adanya pagelaran karnaval yang tidak mengontrol jenis-jenis pawai karnaval tersebut,” beber Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ibrohimi Masaran itu.

Sehingga, kata dia, beban yang ditimpa sebagai tokoh masyarakat adalah komentar-komentar negatif terhadap Kecamatan Pragaan.

“Saya minta ada klarifikasi secara publik dari pihak terkait dan meminta maaf, apabila pagelaran yang diharamkan ini tidak bisa dihentikan, maka kami sebagai tokoh masyarakat akan siap memboikot pihak terkait,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, beredar luas di media sosial WhatsApp sebuah video memperlihatkan sejumlah perempuan yang diduga peserta karnaval dari Puskesmas Pragaan.

Sejumlah oknum pegawai Puskesmas tersebut terlihat memakai busana yang lumayan ketat dan tampak asyik berjoget Sound Horeg.

Baca Juga :  Dinkes Tinjau Vaksinasi Massal di PAUD HI Rumah Pintar, Wabup Sumenep Dukung Penuh Program Imunisasi Campak

Ada pula yang mempertontonkan goyangan pinggul dengan erotis sehingga menimbulkan komentar negatif di tengah masyarakat yang saat ini melawan penyakit campak.

Bahkan, penampilan itu sangat disayangkan yang seharusnya Puskesmas gencar mensosialisakan kepada masyarakat untuk melakukan program imunisasi.

Sebab, saat ini pemerintah melakukan gerakan serentak vaksinasi yang dilaksanakan di seluruh Puskesmas, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.

Hingga berita ini diterbitkan, masih belum ada keterangan resmi dari pihak terkait. Dan media ini juga berupaya terus melakukan konfirmasi agar mendapatkan berita yang berimbang. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng
Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam
Dugaan Korupsi BUMDes, Kades Meddelan Pilih Tutup Mulut dan Blokir WhatsApp Wartawan
Tumpahan CPO Cemari Laut Gili Iyang Sumenep, Minyak Tongkang Capai Bibir Pantai
Monev BPP Lenteng Dinilai Kabur, Keberadaan Bantuan Handtraktor Surya Tani Kian Misterius
Korluh BPP Lenteng Hemat Bicara Soal Poktan Surya Tani, Transparansi Bantuan Handtraktor Kian Samar
Kades Meddelan Mengamuk, Ketua BUMDes Diancam Dilaporkan!
Geram, Anggota Poktan Surya Tani Adukan Dugaan Raib Handtraktor ke DKPP Sumenep

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 09:43 WIB

Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng

Sabtu, 24 Januari 2026 - 08:30 WIB

Dugaan Korupsi BUMDes, Kades Meddelan Pilih Tutup Mulut dan Blokir WhatsApp Wartawan

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:00 WIB

Tumpahan CPO Cemari Laut Gili Iyang Sumenep, Minyak Tongkang Capai Bibir Pantai

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:01 WIB

Monev BPP Lenteng Dinilai Kabur, Keberadaan Bantuan Handtraktor Surya Tani Kian Misterius

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:58 WIB

Korluh BPP Lenteng Hemat Bicara Soal Poktan Surya Tani, Transparansi Bantuan Handtraktor Kian Samar

Berita Terbaru

ILUSTRASI : Kepala SPPG Saronggi memilih bungkam saat ada MBG  yang bau (Doc. Seputar Jatim)

Peristiwa

MBG Tak Aman, Siswa Terancam, Kepala SPPG Saronggi Bungkam

Selasa, 27 Jan 2026 - 22:20 WIB