Dinkes Tinjau Vaksinasi Massal di PAUD HI Rumah Pintar, Wabup Sumenep Dukung Penuh Program Imunisasi Campak

- Redaksi

Senin, 25 Agustus 2025 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KALUNG MELATI: Wabub Sumenep, Imam Hasyim (kanan) bersama Kepala Dinkes (kiri), saat meninjau kegiatan vaksinasi massal penyakit campak (SandiGT - Seputar Jatim)

KALUNG MELATI: Wabub Sumenep, Imam Hasyim (kanan) bersama Kepala Dinkes (kiri), saat meninjau kegiatan vaksinasi massal penyakit campak (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), bersama Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, Madura, Jawa Timur, meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi massal penyakit campak di PAUD HI Rumah Pintar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan serentak vaksinasi yang dilaksanakan di seluruh Puskesmas, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.

Kepala Dinkes Sumenep, Ellya Fardasah mengungkapkan, bahwa pihaknya menargetkan lebih dari 74 ribu anak mendapatkan vaksinasi campak, dengan harapan capaian bisa menembus 90 persen hanya dalam waktu dua minggu.

“Selama dua minggu kita akan evaluasi. Jika ada sasaran yang belum tercapai, maka akan dilakukan penyisiran tambahan selama satu minggu berikutnya,” jelasnya, Senin (25/8/2025).

Baca Juga :  Nur Faizin Hujan Kritikan, Petani Sumenep: Kami Petani Kecil yang Menggantungkan Hidup dari Tembakau

Saat ini terdapat 26 Puskesmas di Sumenep yang melaksanakan vaksinasi massal secara serentak. Sasaran utama adalah anak usia 0 hingga 5 tahun, sebelum kemudian diperluas ke kelompok anak sekolah.

“Hari ini seluruh Puskesmas bergerak bersama. Setelah balita, target berikutnya adalah anak-anak sekolah,” tegasnya.

Sementara itu, Wabup Sumenep, Imam Hasyim, mengaku optimis bahwa target capaian vaksinasi bisa tercapai sesuai harapan.

“Alhamdulillah, anak-anak di PAUD HI Rumah Pintar terlihat tenang dan senang mengikuti vaksinasi. Tidak ada yang takut atau menjerit, pelaksanaan berjalan lancar,” ujarnya, yang turut mendampingi tinjauan lapangan.

Baca Juga :  Kejari Geledah Kantor KPU Sumenep Dugaan Korupsi Logistik Pemilu 2024, Eks Komisioner Tunggu Panggilan!

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk mendukung penuh program imunisasi campak sebagai upaya pencegahan penyakit menular berbahaya.

“Kesadaran masyarakat sangat penting. Jika tidak ada partisipasi dari orang tua, risiko penyebaran campak bisa lebih fatal. Karena itu, bukan hanya Puskesmas, tapi juga Polindes dan seluruh elemen harus merespon program pemerintah ini,” pungkasnya. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes P2KB Sumenep Percepat Evaluasi PTM, Dorong Skrining Proaktif hingga ke Masyarakat
Dinkes P2KB Sumenep Turun Tangan, Layanan Puskesmas Pandian Didorong Lebih Optimal
Video Asusila 4 Menit 27 Detik Viral, Pelajar SMP di Pamekasan Diamankan Polisi
Dikejar Permintaan Pasar, PR Makayasa Siapkan Pabrik Baru dan Rekrut Ribuan Karyawan
Diduga Jadi Sarang Miras, Mr. Ball di Sumenep Tetap Buka Seolah Kebal Hukum
RSUD Moh Anwar Sumenep Luncurkan Teknologi RFA, Tangani Tumor Tanpa Operasi
Aksi Pemilik SPPG di Pamekasan Joget Sambil Hamburkan Uang di Konser Valen Viral
Viral! Pantai Slopeng Diprotes Wisatawan, Tiket Mahal Hanya Disuguhi Sampah

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 15:47 WIB

Dinkes P2KB Sumenep Percepat Evaluasi PTM, Dorong Skrining Proaktif hingga ke Masyarakat

Selasa, 21 April 2026 - 11:44 WIB

Dinkes P2KB Sumenep Turun Tangan, Layanan Puskesmas Pandian Didorong Lebih Optimal

Sabtu, 18 April 2026 - 09:30 WIB

Video Asusila 4 Menit 27 Detik Viral, Pelajar SMP di Pamekasan Diamankan Polisi

Rabu, 8 April 2026 - 16:20 WIB

Dikejar Permintaan Pasar, PR Makayasa Siapkan Pabrik Baru dan Rekrut Ribuan Karyawan

Selasa, 7 April 2026 - 01:18 WIB

Diduga Jadi Sarang Miras, Mr. Ball di Sumenep Tetap Buka Seolah Kebal Hukum

Berita Terbaru