Lestarikan Budaya, Kades Didik Gelar Kerapan Sapi Tradisional

- Redaksi

Sabtu, 9 September 2023 - 17:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto:Kades Langsar bersama Danramil dan Kapolsek Saronggi

Foto:Kades Langsar bersama Danramil dan Kapolsek Saronggi

SUMENEP,seputarjatim.com-Madura merupakan sebuah pulau yang terletak di Provinsi Jawa Timur.  Daerah ini dikenal dengan sebutan pulau garam karena menjadi salah satu penghasil garam terbesar di Indonesia.

Pulau Madura terdiri dari empat kabupaten yaitu Bangkalan, Sampang, Pemekasan dan Sumenep.

Madura juga dikenal dengan 1000 budaya, salah satunya yakni kerapan sapi, Nah untuk kabupaten Sumenep sendiri ada salah satu budaya kerapan sapi yang tidak sama dengan kerapan sapi pada umumnya.

Budaya itu ada di Desa Langsar, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, yang mana di desa tersebut ada budaya kerapan sapi yang biasa disebut Kerapan “TANGGHEK”.

Budaya kerapan sapi hias atau kerrap tangghak di desa langsar ini digelar sekali dalam setahun, yakni di musim kemarau, Semua sapi di hias seperti sapi sonok lalu arak  dan di iringi musik tradisional yakni music saronin.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Gandeng Pengusaha Rokok Lokal Demi Bangun Daerah

Setelah selesai diarak, barulah sapi yang dihias cantik sedemikian rupa ini dilepas atau di kerap, tidak ada uang pendaftaran dalam kegiatan ini, namun meskipun tanpa uang pendaftaran, peserta atau pemilik sapi kerap mendapat souvenir dari penyelenggara.

Didik Supriyono selaku Kepala Desa Langsar menyebutkan, Selain menjadi hiburan warga, tradisi ini juga menjadi bentuk silaturrahmi bagi para pemilik sapi karapan khususnya empat Desa yang ada di Kecamatan Saronggi.

“Insya Allah ada 35 pasang sapi yang siap berlaga dalam kerapan “TANGGHEK” hari ini,” ucapnya.

Masih kata Didik, sapi-sapi yang mengikuti kerapan tersebut tidak dituntut untuk harus berlari cepat, namun harus kelihatan gagah, karena dalam kerap ini tidak ada unsur kompetisi, namun lebih bersifat hiburan semata.

Baca Juga :  Kades Aengtongtong Masuk Penjara

“Tradisi ini sudah mengakar dan menjadi budaya di masyarakat, hampir setiap tahun desa kami melaksanakannya karena menurut keyakinan masyarakat, kerapan sapi ini merupakan awal mula dari kerapan sapi modern yang ada saat ini,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa kades muda ini berjanji dan berkomitmen untuk senantiasa mendukung kegiatan ini sebagai upaya untuk melestarikan budaya daerah.

“Saya selalu Kepala Desa Langsar akan terus menjaga dan melestarikan kerapan TANGGHEK karena ini merupakan aset buda ya Desa Langsar,” pungkas pemilik 12 pasang sapi kerap ini. (Bam)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasokan Elpiji 3 Kg Mulai Membaik di Arjasa Sumenep, Pendistribusian Kembali Normal
Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng
Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam
Dugaan Korupsi BUMDes, Kades Meddelan Pilih Tutup Mulut dan Blokir WhatsApp Wartawan
Tumpahan CPO Cemari Laut Gili Iyang Sumenep, Minyak Tongkang Capai Bibir Pantai
Monev BPP Lenteng Dinilai Kabur, Keberadaan Bantuan Handtraktor Surya Tani Kian Misterius
Korluh BPP Lenteng Hemat Bicara Soal Poktan Surya Tani, Transparansi Bantuan Handtraktor Kian Samar
Kades Meddelan Mengamuk, Ketua BUMDes Diancam Dilaporkan!

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:32 WIB

Pasokan Elpiji 3 Kg Mulai Membaik di Arjasa Sumenep, Pendistribusian Kembali Normal

Senin, 26 Januari 2026 - 09:43 WIB

Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:22 WIB

Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam

Sabtu, 24 Januari 2026 - 08:30 WIB

Dugaan Korupsi BUMDes, Kades Meddelan Pilih Tutup Mulut dan Blokir WhatsApp Wartawan

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:00 WIB

Tumpahan CPO Cemari Laut Gili Iyang Sumenep, Minyak Tongkang Capai Bibir Pantai

Berita Terbaru

ILUSTRASI: Menu MBG basi yang hampir dikonsumsi oleh siswa di sekolah (Doc. Seputar Jatim)

Peristiwa

Ayam Basi dalam Menu MBG, SPPG Marengan Daya Tuai Kecaman

Rabu, 28 Jan 2026 - 10:34 WIB

ILUSTRASI: Beberapa siswa membuang menu MBG karena tidak enak (Doc. Seputar Jatim)

Peristiwa

MBG Berakhir Dibuang, Wali Murid Nilai SPPG Saronggi Gagal

Rabu, 28 Jan 2026 - 10:09 WIB

ILUSTRASI : Kepala SPPG Saronggi memilih bungkam saat ada MBG  yang bau (Doc. Seputar Jatim)

Peristiwa

MBG Tak Aman, Siswa Terancam, Kepala SPPG Saronggi Bungkam

Selasa, 27 Jan 2026 - 22:20 WIB