Tradisi Nyadar Punya Pengaruh Besar Bagi Masyarakat Pinggir Papas Sumenep

- Redaksi

Sabtu, 20 Juli 2024 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERKUMPUL: Masyarakat Pinggir Papas sedang menggelar adat nyader 

BERKUMPUL: Masyarakat Pinggir Papas sedang menggelar adat nyader 

SUMENEP, Seputar Jatim – Kepercayaan Masyarakat terhadap ritual adat Nyadar mempunyai pengaruh besar, lebih utamanya kepada masyarakat Desa Pinggi Papas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pada tahun ini, masyarakat masih sangat kental terhadap ritual adat tersebut yang biasa dilakukan setiap tahunnya. Hal itu karena bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas mata pencaharian warga yang berupa garam.

Pemerhati Tradisi Nyadar, Suhrawi mengatakan, bahwa banyak pengaruh di dalam acara tersebut, utamanya sisi bidang agama, tradisi Nyadar memberi pengaruh pada kehidupan kerukunan.

“Umat khususnya masyarakat Pinggirpapas yang beragama Islam. Dimana Islam mengajarkan untuk saling tolong-menolong dan memupuk rasa persaudaraan antar sesamanya,” katanya. Sabtu (20/7/2024).

Baca Juga :  Lemah Pengawasan, Aktivis Sumenep Angkat Bicara Soal TPS3R Alih Fungsi

Dalam sisi bidang budaya, sambung dia, Tradisi Nyadar berpengaruh sebagai objek wisata yang dikagumi oleh para semua orang bahkan wisatawan asing.

“Momentum pelaksanaan Tradisi Nyadar bagi masyarakat setempat sebenarnya tidak ada tujuan-tujuan tertentu yang lebih spesifik. Bagi para petani garam khususnya, dengan mengikuti ritual tradisi Nyadar mempunyai manfaat bahwasannya mereka akan selalu ingat atas segala nikmat Allah SWT. Terhadap hasil panen garam khususnya yang telah diberikan kepada mereka,” papar pria yang sudah tampak tua itu.

Ia juga menyampaikan, ritual tradisi tersebut juga ada sebagian memohon untuk dilipat gandakan pendapatan mereka lewat hasil garam itu untuk tahun yang akan datang.

“Sehingga secara rutin setiap tahun dilakukan adat nyader sebanyak tiga kali, nyadar pertama, kedua, dan ketiga. Bahkan, Nyader ini didahului dengan penentuan tanggal oleh pinisepuh, karena tidak bisa kita tetapkan sesuai dengan kalender biasa,” bebernya.

Menurutnya, rujukan penetapan tanggal adat nyader ini, merujuk pada perhitungan bintang. Pinisepuh sendiri mempunyai keahlian secara turun-temurun untuk menetapkan tanggal pelaksanaan adat nyader.

Baca Juga :  Meski Prosesnya Tergolong Cepat, BLT DBHCHT 2024 di Sumenep Lebih Kecil Dibandingkan dengan Tahun 2023

“Pada posisi Bintang Karteka dan Bintang Nanggele terlihat di arah timur. Posisi ini menandai kedatangan musim kemarau yang sangat diharapkan, karena semakin panjang musim kemarau semakin beruntung untuk usaha penggaraman. Kemampuan Anggasuto dalam menentukan musim kemarau ini menunjukkan bahwa Anggasuto mempunyai kemampuan yang memadai tentang astronom,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, untuk nyader yang kedua memang ada kelainan, akan tetapi prosesinya sama. Yang dimaksud adalah kelainan yaitu pada nyadar kedua dihadirkan juga semua senjata atau pusaka punya anggasuto yang diyakini punya karomah.

“Dan untuk nyader ketiga, tidak lagi dilaksanakan diarea Asta, namun dilaksanakan di kediaman pinisepuh. Jadi semuanya masyarakat yang biasa ikut adat tersebut itu sudah ditentukan oleh pemangku adat di beberapa titik tertentu,” tukasnya.* (Sand/EM)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik
Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep
Festival Kucing Busok Raas 2025: Ajang Konservasi Ras Langka yang Jadi Magnet Wisata
Hari Jadi Sumenep ke-756, 1000 Penari Topeng Meriahkan Puncak Prosesi Arya Wiraraja
Disbudporapar Sumenep Perjuangkan 5 Warisan Budaya Lokar Agar Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2025
Daftar Juara Festival Musik Tong-Tong 2025 di Sumenep
Festival Musik Tong-Tong Masuk KEN 2025, Disbudporapar Sumenep Siap Tampilkan Budaya Sumenep Tingkat Nasional
38 Grup Meriahkan Festival Musik Tong Tong se-Madura 2025

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:47 WIB

Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik

Sabtu, 13 Desember 2025 - 21:00 WIB

Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep

Rabu, 19 November 2025 - 14:25 WIB

Festival Kucing Busok Raas 2025: Ajang Konservasi Ras Langka yang Jadi Magnet Wisata

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 23:53 WIB

Hari Jadi Sumenep ke-756, 1000 Penari Topeng Meriahkan Puncak Prosesi Arya Wiraraja

Selasa, 21 Oktober 2025 - 10:02 WIB

Disbudporapar Sumenep Perjuangkan 5 Warisan Budaya Lokar Agar Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2025

Berita Terbaru